Mahasiswa Geruduk KPK, Singgung Dugaan Pelemahan Lembaga Antirasuah: “Rakyat Jangan Diam”

- Redaksi

Selasa, 14 Juli 2026 - 15:54 WIB

google preferred source facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

google preferred source icon facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

🎯 Promosikan Bisnis Anda di rakyatjabarnews.com
Hubungi Kami !

JAKARTA – Gedung Merah Putih Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) kembali menjadi lokasi penyampaian aspirasi. Kali ini, Selasa (14/7/2026), Serikat Mahasiswa Gajah Mada menggelar aksi dengan membawa kritik keras terhadap kondisi penegakan hukum dan pemberantasan korupsi di Indonesia.

Dalam orasinya, Ketua Umum Serikat Mahasiswa Gajah Mada, Mesa, menyebut korupsi bukan sekadar tindak pidana, melainkan kejahatan terorganisir yang berdampak langsung terhadap kesejahteraan masyarakat. Ia menilai kondisi pemberantasan korupsi saat ini sedang menghadapi tantangan serius.

Baca Juga :  JAECOO Gaungkan "FOREVER 26", Teknologi Parkir Pintar Jadi Andalan Temani Gaya Hidup Aktif

Menurut Mesa, berbagai persoalan hukum yang muncul belakangan dinilai telah menggerus kepercayaan publik terhadap institusi penegak hukum. Karena itu, ia meminta KPK tetap berdiri independen dan tidak kehilangan keberaniannya dalam mengusut perkara korupsi.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Mesa juga menyoroti perubahan regulasi KPK sejak 2019 yang menurutnya berdampak terhadap kekuatan lembaga antirasuah. Ia mengingatkan bahwa KPK dibentuk sebagai institusi independen untuk menangani kejahatan korupsi yang bersifat luar biasa (extraordinary crime).

Baca Juga :  Pasar Murah Bersubsidi Bekasi 2026: 19.417 Paket Sembako Disiapkan Jelang Ramadhan

“Kami datang untuk mengingatkan bahwa korupsi adalah akar ketimpangan dan kemiskinan. KPK harus tetap kuat, independen, dan berpihak kepada kepentingan rakyat,” tegas Mesa dalam orasinya.

Selain menyampaikan kritik terhadap kondisi pemberantasan korupsi, mahasiswa juga mengajak masyarakat untuk tidak bersikap apatis. Mereka menilai pengawasan publik menjadi salah satu kekuatan utama dalam menjaga supremasi hukum.

Baca Juga :  Pemkab Bekasi Percepat Pemulihan Pasca Banjir

Di akhir aksi, Mesa menegaskan bahwa mahasiswa hanya memiliki satu alat perjuangan, yakni suara.

Karena itu, ia mengajak mahasiswa dan masyarakat menjaga independensi gerakan serta terus menyuarakan kritik terhadap praktik-praktik yang dinilai melemahkan penegakan hukum.

Aksi ditutup dengan seruan agar masyarakat bersatu mengawal pemberantasan korupsi dan memastikan supremasi hukum tetap berjalan sesuai prinsip negara hukum.

(*)

Follow WhatsApp Channel rakyatjabarnews.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Saham Bank Mandiri Melemah 0,95 Persen, Polda Klarifikasi Rekening Warga Pati
Bus rombongan AMPB dilempar batu di tol, aksi 27 Agustus ke DPR RI tetap jalan
AXIS Ajak Anak Muda Mabar di Roblox Lewat AXISLAND
GIFA-METEC 2026 Perkuat Hilirisasi Industri Logam Indonesia
78 Tahun Berdiri, OT Group Punya Tradisi Unik Setiap 17 Agustus
Robot AI hingga Kendaraan Medis Jadi Sorotan EDRR 2026 di Jakarta
Komeng Bilang Program Prabowo Bagus, Lalu Nyeletuk Begini
Prabowo Ungkap 750 BUMN Bakal Ditutup, Target Hemat Rp70 Triliun

Berita Terkait

Senin, 24 Agustus 2026 - 20:39 WIB

Saham Bank Mandiri Melemah 0,95 Persen, Polda Klarifikasi Rekening Warga Pati

Senin, 24 Agustus 2026 - 20:26 WIB

Bus rombongan AMPB dilempar batu di tol, aksi 27 Agustus ke DPR RI tetap jalan

Jumat, 21 Agustus 2026 - 18:29 WIB

AXIS Ajak Anak Muda Mabar di Roblox Lewat AXISLAND

Rabu, 19 Agustus 2026 - 21:45 WIB

GIFA-METEC 2026 Perkuat Hilirisasi Industri Logam Indonesia

Senin, 17 Agustus 2026 - 22:53 WIB

78 Tahun Berdiri, OT Group Punya Tradisi Unik Setiap 17 Agustus

Berita Terbaru

Kerjasama Hubungi Kami