oleh

Produk Eksklusif Layaknya Ferrari Minim Periklanan, Mengapa?

RJN, Bisnis – Strategi marketing yang diterapkan oleh produsen barang-barang eksklusif memang berbeda dengan barang-barang biasa.

Contohnya, mobil hypercar seperti Ferrari. Karena beberapa alasan tertentu, Ferrari benar benar meminimalisir munculnya produk mereka di dunia periklanan.


Kata Ifran, Ferrari yang mungkin terdengar familiar di telinga sebagai barang yang menjadi idaman semua orang karena sangat mahal dan memiliki fitur yang jauh berbeda dengan produk mobil lainnya, memang jarang sekali terlihat di iklan yang hadir dihadapan kita pada layar kaca,” paparnya.

 

“Produk eksklusif seperti ini dipercaya memang lebih mengarahkan produknya kepada kalangan tertentu, lewat cara marketing yang meminimalisir iklan, namun lebih memilih event-event berkelas.”

Disisi lain, mereka menerapkan kepercayaan bahwa semakin susah didapat, semakin berharga pula sebuah produk. Ini berbanding lurus dengan produksi Ferrari yang sangat terbatas, “jelasnya.

Di produksi hanya sebanyak 5,000 unit setiap tahunnya, dengan jatah tertentu untuk beberapa negara, berhasil membuat para kolektor hingga pecinta mobil ini benar-benar tidak ingin ketinggalan dalam hal pembelian Ferrari kesayangan mereka.

 

Mereka sudah tahu pasti bahwa produk mereka diinginkan, dan demi menjaga keseimbangan dalam ideologi Ferrari sendiri, mereka memang menargetkan produk mereka ke kalangan tertentu. Tak hanya kualitas mesin, interior dan eksterior, tapi mereka juga memberikan brand image bahwa pengguna Ferrari bukan orang sembarangan, tapi mereka yang memiliki adalah orang tertentu, yang membeli eksklusifitas tinggi pada setiap sentuhan Ferrari.

Ferrari juga memperkenalkan brand image mereka sebagai produsen sport car yang notabenenya tidak pernah dan tidak akan pernah memproduksi mobil jenis SUV atau Minivan. Sebagai produsen sport car, iklan ferrari hanya bisa kalian lihat di sela-sela acara sports car yang sangat berkelas seperti Formula 1 atau F1, ” jelasnya.

Ferrari terdeteksi menggunakan sistem promosi lain, yang pastinya tidak sembarangan. Mereka menampilkan kualitas Ferrari sebagai peserta di ajang Formula 1, dan kehadiran mereka di game papan atas seperti Gran Turimso ataup Forza Gaming. Strategi yang diterapkan Ferrari memang berbeda dan memiliki keuntungan tersendiri pula bagi mereka. Tanpa susah payah, sekarang Ferrari sudah dicari pasar, walaupun pada umumnya, produsen lah yang sebaiknya mgengikuti demand dari pasar.

Rumor berkata, Ferrari tidak megiklankannya lewat media massa dan televisi juga karena mereka percaya bahwa orang-orang yang membeli produk mereka adalah mereka yang sibuk dengan pekerjaanya, dibanding dengan mereka yang menghabiskan waktunya bersantai didepan televisi mereka.

Jadi, kamu orang yang mana nih?

 

Penulis : Irfan Fauzi
Mahasiwa President University, Jurusan Magister Management Technology

Komentar

News Feed