Gunung Ciremai Memiliki Topi? Ini Penjelasan BMKG

- Redaksi

Kamis, 18 Juli 2019 - 23:13 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

RJN, Majalengka – Ada yang berbeda dan bikin kaget sekaligus membuat takjub warga Kabupaten Majalengka yang tinggal di sekitar lereng Gunung Ciremai, Kamis (18/7/2019) pagi

Warga sekitar dibuat terkejut dan takjub saat melihat bentuk awan di atas gunung tertinggi di Jawa Barat itu. Gumpalan awan tersebut seolah membat Gunung Ciremai mengenakan topi.

Fenomena awan tersebut sebenarnya hal yang biasa terjadi di wilayan pegunungan. Selain di Ciremai, sebelumnya warganet juga dihebohkan fenomena serupa di Gunung Rinjani. Awan ini dinamakan lenticularis yang artinya ‘berbentuk lensa’, dan biasanya cukup disebut sebagai awan ‘lennies’. Tapi menjadi langka karena bentuknya yang seolah seperti topi.

Baca Juga :  Sukses Gelar Funbike Pertama Kali, Harper Cikarang Akan Gelar Rutin 3 dan 6 Bulan Sekali

Petugas Kantor Stasiun BMKG kelas III Jatiwangi, Ahmad Faa Iziyn menjelaskan, yang terjadi di atas Gunung Ciremai merupakan Lenticular Clouds (Altocumulus lenticularis atau Lenticularis stand altocumulus). Yaitu sejenis awan yang unik dan biasanya terbentuk di sekitar bukit-bukit dan gunung-gunung akibat pergerakan udara di kawasan pegunungan.

“Awan aneh atau sebenarnya lenticular dapat dibedakan menjadi tiga jenis. Altocumulus Standing Lenticularis (ACSL) yang terjadi di dataran rendah, Stratocumulus Standing Lenticularis (SCSL) pada ketinggian tingkat menengah, dan Cirrocumulus Standing Lenticularis (CCSL) pada ketinggian yang lebih tinggi dari atmosfer,” kata Ahmad saat dihubungi via pesan singkat WhatsApp, Kamis (18/7/2019).

Baca Juga :  Seluas 144 Hektar Lahan Gunung Ciremai Terbakar

Dikatakan dia, proses terbentuknya lenticular clouds yaitu terjadi akibat arus udara yang lembab kemudian terdorong ke atas dan melintas melalui puncak gunung atau bukit. sehingga mengembun dan akhirnya membentuk awan ini. “Ketika udara lembab bergerak ke area sekumpulan awan itu (palung) awan menguap kembali menjadi uap. Kira-kira seperti itu mudahnya,” terang Ahmad.

Baca Juga :  CFD Kota Bekasi Dibuka dan Ikuti Protokol Kesehatan

Terbentuknya awan lenticular tergolong sangat jarang, karena untuk dalat membentuk lenticular memerlukan gunung atau bukit dengan ketinggian yang cukup serta kondisi meteorologi yang tepat. Awan lenticular umumnya berada pada ketinggian 8.000-20.000 kaki atau 2.438 hingga 6.096 meter di atas permukaan laut dan terbentuk pada suhu udara dan jam tertentu.

(kii/rjn)

Follow WhatsApp Channel rakyatjabarnews.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Firefighter Skill Competition 2026 di Bekasi Diikuti Puluhan Tim Pemadam Industri
Jiovanno: Tujuan Revisi Tutup Celah Hukum
Balita 2 Tahun Tewas di Bekasi, Paman Kandung Jadi Terduga Pelaku, Polisi Selidiki Dugaan Gangguan Jiwa
500 Personel Gabungan Amankan Eksekusi Rumah di Medan Satria Bekasi, Situasi Berjalan Kondusif
Masjid Baitul Makmur Cibitung Gelar Kurban 15 Hewan, Warga RW 016 Gotong Royong
Bapenda Kabupaten Bekasi Tegaskan Nilai Rp1 Juta per Meter Bukan Ketentuan Wajib dalam Perhitungan BPHTB
Revisi DPT BPD Muktiwari Disepakati, Ditarget Rampung 30 April
DPT Desa Muktiwari Diprotes Warga, Panitia BPD Buka Suara

Berita Terkait

Senin, 13 Juli 2026 - 12:31 WIB

Firefighter Skill Competition 2026 di Bekasi Diikuti Puluhan Tim Pemadam Industri

Kamis, 9 Juli 2026 - 14:47 WIB

Jiovanno: Tujuan Revisi Tutup Celah Hukum

Rabu, 3 Juni 2026 - 16:53 WIB

Balita 2 Tahun Tewas di Bekasi, Paman Kandung Jadi Terduga Pelaku, Polisi Selidiki Dugaan Gangguan Jiwa

Rabu, 3 Juni 2026 - 16:36 WIB

500 Personel Gabungan Amankan Eksekusi Rumah di Medan Satria Bekasi, Situasi Berjalan Kondusif

Rabu, 27 Mei 2026 - 17:23 WIB

Masjid Baitul Makmur Cibitung Gelar Kurban 15 Hewan, Warga RW 016 Gotong Royong

Berita Terbaru

Anggota Komisi III DPRD Kabupaten Bekasi dari Fraksi Partai Gerindra, H. Bodin, memberikan keterangan kepada awak media di sela-sela rapat Panitia Khusus (Pansus) DPRD Kabupaten Bekasi, Kamis (16/7/2026).

Pemerintahan

Komisi III Desak Percepat Realisasi Infrastruktur

Kamis, 16 Jul 2026 - 22:48 WIB

Kerjasama Hubungi Kami