Dari Jalan Rusak hingga Posyandu, Syafei Turun Langsung Dengar Keluhan Warga Pekayon Jaya

- Redaksi

Rabu, 12 November 2025 - 17:00 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Anggota DPRD Kota Bekasi, A. Syafei, S.AP, saat menyampaikan sambutan dalam kegiatan Reses Masa Sidang Tahun Anggaran 2025 di wilayah Kelurahan Pekayon Jaya, Kecamatan Bekasi Selatan, pada Rabu (12/11/2025). Dalam kegiatan tersebut, Syafei mendengarkan langsung aspirasi masyarakat terkait infrastruktur, kesehatan, dan fasilitas lingkungan.

i

Anggota DPRD Kota Bekasi, A. Syafei, S.AP, saat menyampaikan sambutan dalam kegiatan Reses Masa Sidang Tahun Anggaran 2025 di wilayah Kelurahan Pekayon Jaya, Kecamatan Bekasi Selatan, pada Rabu (12/11/2025). Dalam kegiatan tersebut, Syafei mendengarkan langsung aspirasi masyarakat terkait infrastruktur, kesehatan, dan fasilitas lingkungan.

Bekasi – Sore di Pekayon Jaya terasa berbeda pada Rabu (12/11/2025). Di sebuah gang kecil di wilayah RT 03 RW 02, ratusan warga sudah berkumpul, menunggu kedatangan Anggota DPRD Kota Bekasi, Syafei. Bukan untuk acara seremonial, melainkan untuk menyampaikan langsung keluhan dan harapan mereka pada sang wakil rakyat.

Suasana berlangsung hangat, penuh tawa, namun juga sarat dengan uneg-uneg. Dari persoalan jalan berlubang, banjir yang tak kunjung reda, sampai kebutuhan alat timbang Posyandu—semuanya mengalir tanpa basa-basi.

Keluhan Klasik: Jalan Rusak, Gorong-gorong, dan Lampu Mati

Warga dari RW 02 dan RW 022 silih berganti menyampaikan masalah di wilayah mereka.
“Kalau hujan sebentar saja, air langsung meluap karena gorong-gorongnya sempit,” ujar salah satu warga dengan nada cemas.

Masalah tak berhenti di situ. Beberapa ruas seperti Jalan Laskar Dalam, Gang Kong Rohmat, hingga Jalan Haji Tamud disebut masih penuh lubang dan jarang tersentuh perbaikan. Malam hari pun tak kalah suram—lampu jalan di Laskar Raya dan Laskar Dalam banyak yang padam.

Baca Juga :  HUT ke 28, Walikota Bekasi dan Wakilnya Kompak Baju Adat

“Gelap, apalagi kalau anak-anak pulang ngaji malam, jadi rawan,” keluh warga lainnya.

Dari Posyandu hingga Marawis, Aspirasi Warga Mengalir

Tak hanya infrastruktur, kebutuhan sosial dan kesehatan juga mencuat. Kader Posyandu meminta alat timbang, pengecek gula darah, dan kegiatan gizi rutin, sementara majelis taklim mengusulkan alat musik marawis untuk kegiatan keagamaan.

Ada pula keinginan agar wilayah mereka memiliki kantor sekretariat RW yang layak.
“Selama ini kami rapatnya di rumah warga bergantian, semoga nanti bisa punya sekretariat sendiri,” ujar Ketua RW 022 dengan nada penuh harap.

Baca Juga :  H-7 s.d H-5 Natal 2022, Jasa Marga Catat 442 Ribu Kendaraan Tinggalkan Jabotabek

Syafei: “Uang 100 Juta per RW Itu Bukan Sekadar Angka”

Mendengar berbagai aspirasi, Syafei tak tinggal diam. Ia menegaskan bahwa program dana 100 juta per RW harus benar-benar digunakan untuk kebutuhan nyata warga, bukan sekadar formalitas.

“Dana itu milik masyarakat. Saya minta camat jangan mempersulit prosesnya, tapi administrasinya tetap harus rapi supaya tidak disalahgunakan,” tegasnya.

Politisi asal Bekasi Selatan ini juga menyoroti pentingnya keterbukaan informasi dan transparansi dalam setiap kegiatan pembangunan agar masyarakat tahu ke mana uang mereka digunakan.

Bangun Bekasi Lewat Kesadaran Pajak

Bagi Syafei, kemandirian pembangunan Bekasi tak bisa lepas dari partisipasi masyarakat. Ia mengingatkan bahwa peningkatan Pendapatan Asli Daerah (PAD) sangat bergantung pada kesadaran warga dalam membayar pajak.

“Kalau masyarakat taat bayar pajak, pemerintah punya ruang fiskal yang lebih luas. Itu modal penting untuk memperbaiki jalan rusak, membangun drainase, dan memenuhi aspirasi warga,” ujar Kang Dewan Syafei, sapaan akrabnya.

Reses Bukan Seremonial

Menutup kegiatan, Syafei menyampaikan bahwa reses bukan sekadar kewajiban formal, melainkan ruang penting bagi wakil rakyat untuk mendengar langsung denyut kehidupan masyarakat.

“Bagi saya, reses adalah waktu untuk mendengar. Dari sinilah kita tahu apa yang sebenarnya dibutuhkan warga, bukan hanya yang tertulis di atas kertas,” ucapnya sambil menyalami satu per satu warga yang hadir.

Dengan wajah sumringah, warga pun berharap aspirasi mereka tak berhenti di catatan notulen, melainkan benar-benar menjadi bagian dari pembangunan Kota Bekasi tahun depan. (Adv)

Baca Juga :  Ombi: Perda Pariwisata Fokus Awasi THM, Bukan Melegalkan
Follow WhatsApp Channel rakyatjabarnews.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Atlet Paralimpik Kota Bekasi Bikin Bangga
Pegawai Tirta Bhagasasi Mengaku Dipaksa Tanda Tangani Mosi
Tri Adhianto Minta OPD Perkuat Pengawasan, Pemkot Bekasi Benahi Sistem Cegah Korupsi
Kuasa Hukum MSB Bantah Ada Rekening Pribadi di Kasus Dugaan Korupsi Tirta Bhagasasi
Tri Adhianto Teken Komitmen Antikorupsi Bersama KPK dan ATR/BPN, Perkuat Tata Kelola Pertanahan
Pemkot Bekasi Siagakan 11 Water Trucking
Kebocoran Air Tembus 60 Persen hingga Dewas Dinilai Tak Kompak
Tri Adhianto Minta ASN Tingkatkan Kinerja, Pelayanan Publik Kota Bekasi Masuk 4 Besar Jabar

Berita Terkait

Kamis, 6 Agustus 2026 - 14:00 WIB

Atlet Paralimpik Kota Bekasi Bikin Bangga

Rabu, 5 Agustus 2026 - 18:17 WIB

Pegawai Tirta Bhagasasi Mengaku Dipaksa Tanda Tangani Mosi

Rabu, 5 Agustus 2026 - 16:16 WIB

Tri Adhianto Minta OPD Perkuat Pengawasan, Pemkot Bekasi Benahi Sistem Cegah Korupsi

Rabu, 5 Agustus 2026 - 07:34 WIB

Kuasa Hukum MSB Bantah Ada Rekening Pribadi di Kasus Dugaan Korupsi Tirta Bhagasasi

Selasa, 4 Agustus 2026 - 12:33 WIB

Tri Adhianto Teken Komitmen Antikorupsi Bersama KPK dan ATR/BPN, Perkuat Tata Kelola Pertanahan

Berita Terbaru

Atlet balap sepeda Kota Bekasi, Dharmawan Bekti, berhasil meraih podium pertama nomor Criterium Men Youth Jawa Barat pada Bupati Bogor Cup 2026 di Pakansari, Bogor, Sabtu (8/8/2026).

Bogor

Dharmawan Bekti Naik Podium, Bekasi Bidik Emas Porprov

Sabtu, 8 Agu 2026 - 21:12 WIB

Diskusi “Bedah Roadmap Implementasi B50: Regulasi hingga Dampaknya terhadap Industri Otomotif Indonesia” menghadirkan Cahyo Setyo Wibowo dari Kementerian ESDM, Ronny Senjaya, dan Aji Jaya dalam rangkaian GIIAS 2026, Tangerang, Jumat (7/8/2026).

Otomotif

B50 Diuji 40.000 Km, Apa yang Terjadi pada Kendaraan Diesel?

Jumat, 7 Agu 2026 - 13:39 WIB

Peserta Fashion Show Gebyar Kepariwisataan dan Ekonomi Kreatif Kabupaten Bekasi tampil mengenakan busana bernuansa budaya Nusantara di atas catwalk. Kegiatan tersebut menjadi ajang memperkenalkan kekayaan budaya dan kreativitas lokal Kabupaten Bekasi.

Lainnya

34 OPD Adu Gaya di Panggung Bekasi

Jumat, 7 Agu 2026 - 12:46 WIB

Wakil Wali Kota Bekasi Abdul Harris Bobihoe memberikan apresiasi kepada atlet Peparpeda saat membuka ajang olahraga pelajar disabilitas di Kota Bekasi.

Olahraga

Atlet Paralimpik Kota Bekasi Bikin Bangga

Kamis, 6 Agu 2026 - 14:00 WIB