oleh

Aplikasi Sapawarga Dinilai Efektif Serap Aspirasi Masyarakat

RJN, Majalengka – Aplikasi Sapawarga yang dirancang khusus untuk menjawab kegelisahan dan ketidakpuasan serta kesulitan masyarakat terkait pelayan publik di Provinsi Jawa Barat dinilai cukup ampuh menyerap aspirasi.

Fitur aplikasi ini memiliki fungsi utama untuk menyalurkan aspirasi maupun pengaduan masyarakat atas pelayanan publik. Bukan hanya itu, aplikasi ini juga terintegrasi dengan e-Samsat, Lapor.co.id, info harga sembako dan komoditas pertanian, serta nomor penting yang terkait dengan kantor pelayanan publik darurat.

Dijelaskan saat koordinator sosialisasi aplikasi Sapawarga, Staf Pengolah Data Bidang Aplikasi dan Informatika Diskominfo Jawa Barat, Sunu Nugraha mengungkapkan, masyarakat Jabar dapat langsung mengirimkan aspirasi melalui aplikasi Sapawarga kepada Gubernur setelah melalui tahapan verifikasi aspirasi yang disalurkan.

“Polanya, masyarakat melalui ketua RW dapat mengirimkan aspirasi dan aduan kepada Pemprov Jabar menggunakan Sapawarga ini dan akan langsung masuk ke admin setelah terverifikasi kelayakan aspirasi dan aduan yang dikirimkan,” ungkapnya di sela sosialisasi, Kamis (12/9/2019).

Lebih lanjut Sunu mengatakan, mengingat sebagian wilayah Jabar merupakan daerah produktif sektor pertanian. Platform info harga sangat diandalkan sebagai bahan acuan petani dalam memantau harga-harga komoditas pertanian yang disesuaikan dengan harga di daerah dimana aplikasi diakses.

“Terutama platform harga pertanian, sangat diandalkan dan masif disosialisasikan,” tambahnya.

Ditempat yang sama, Kepala Seksi Pengelolaan Informatika Dinas Kominfo Majalengka Fery Nusama menyambut baik adanya aplikasi yang diluncurkan Pemprov Jabar. Karena, aplikasi ini bersinergi dengan Kominfo kabupaten Majalengka dalam hal pelayanan prima kepada masyarakat dari segi penyerapan aspirasi dan kritik berbasis digital.

“Kita juga ada layanan Majalengka Quick Response 112 dan layanan sms pengaduan dengan adanya aplikasi ini akan lebih menambah kualitas layanan kepada masyarakat,” ungkapnya.

Untuk mendukung program-program berbasis digital, tentunya membutuhkan koneksi internet. Maka dari itu, Kominfo membuat program wifi masuk desa. Yang mana desa-desa tletaknya terpencil dan berada di pegunungan akan difasilitasi wifi dan program ini sudah berjalan.

“Untuk mendukung program desa digital, tentunya koneksi internet juga harus disediakan apalagi daerah terpencil dan pegunungan,” ujarnya.

(kii/rjn)

Komentar

News Feed