Ternyata berdampak pada RSUD Waled Cirebon
RJN, Cirebon – Sudah hampir 2 bulan sistem rujukan berjenjang diterapkan oleh BPJS, banyak masyarakat yang merasa dirugikan seperti yang dirasakan oleh masyarakat yang berdomisili Wilayah Timur Kabupaten Cirebon Provinsi Jawa Barat.
Kurangnya RS tipe D dan RS tipe C yang berada di Wilayah Timur Cirebon, dimana rujukan BPJS secara otomatis memunculkan RS tipe D dan Tipe C yang berada jauh di wilayah barat Cirebon.
Pasien di wilayah sini khususnya (Red. Waled) menanggung biaya ongkos lebih tinggi untuk berobat ke RS tipe C karena jaraknya yang jauh, dimana di wilayah Cirebon timur hanya ada 1 RS tipe D dan tipe C.
“Sehingga masyarakat disekitat sini harus mengelurkan ongkos lebih banyak untuk menempuh ke RS D atau ke RS tipe C banyak tersebar di wilayah barat Kabuapten Cirebon.” ungkap Wadir Pelayanan pada awak media rakyatjabarnews.com saat ditemui di lantai 4 Gedung RSUD Waled, Senin (29/10/2018).
Masih menurut dr. Dwi Sudarni untuk di RSUD Waled sendiri diakui mengalami penurunan jumlah pasien sebesar 60% khususnya pada kunjungan pasien rawat jalan dan secara otomatis menurunkan jumlah pasien rawat inap.
“Tentu ini berdampak langsung pada beban kerja mereka (Karyawan RS Waled) dan berkurangnya beban kerja pelayanan, maka remun atau jasa pelayanan yang akan diterima pegawai disini pasti turun,”tandasnya.(ymd/rjn)










