Bekasi – Dalam kurun waktu yang bahkan belum genap setengah tahun, Kabupaten Subang diguncang oleh gelombang perubahan luar biasa. Dalam 100 hari pertamanya menjabat sebagai Bupati Subang, Kang Rey membuktikan bahwa kepemimpinan bukan sekadar seremonial – melainkan aksi nyata, cepat, dan berdampak langsung bagi masyarakat.
Dengan semangat khasnya yang ia namakan “Ngabret”—yang berarti kerja cepat, responsif, dan tanpa basa-basi—sebanyak 15 gebrakan strategis telah mewarnai panggung perubahan Subang. Ini bukan janji kosong. Ini adalah kerja keras yang terlihat, terasa, dan disambut antusias warga.
🔥 Sidak Menggebrak di Hari Pertama: Simbol Reformasi Pelayanan
Langkah pertama Kang Rey langsung menggemparkan: sidak mendadak ke Kantor Bapenda. Ia tidak ingin duduk manis di balik meja. Ia ingin melihat sendiri, memastikan pelayanan publik bebas pungli dan birokrasi yang menyulitkan. Sebuah pesan keras dikirim: era pembiaran sudah selesai!
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
💰 Dana Hibah Dievaluasi, Uang Rakyat Dijaga
Transparansi bukan slogan kosong. Kang Rey langsung melakukan evaluasi besar-besaran terhadap penyaluran dana hibah. Dengan tajam, ia pastikan setiap rupiah bantuan benar-benar sampai ke tangan yang membutuhkan, tanpa manipulasi, tanpa tumpang tindih.
🚧 Rp140 Miliar Dihemat, Infrastruktur Meroket!
Efisiensi anggaran menjadi langkah cerdas berikutnya. Rp140 miliar dana publik berhasil diselamatkan dari belanja tak efektif. Dana itu kini menjadi bahan bakar pembangunan infrastruktur vital: jalan, drainase, dan fasilitas umum yang selama ini dinanti rakyat.
🏢 Birokrasi Direformasi, Pelayanan Dipercepat
Tak ingin birokrasi menjadi beban, Kang Rey melakukan restrukturisasi OPD. Struktur dirampingkan, sistem diperbaiki, dan kinerja dimaksimalkan. Ini adalah revolusi senyap yang kini mulai dirasakan manfaatnya oleh publik.
🎉 Subang Fest: Kreativitas Lokal Mendapat Panggung
Di bidang budaya, Kang Rey menghidupkan Subang Fest—ajang kolaborasi seniman, UMKM, dan komunitas lokal. Ini bukan sekadar festival, tapi wujud dukungan terhadap ekonomi kreatif sebagai tulang punggung masa depan Subang.
🛡️ Satgas Anti-Premanisme: Industri Aman, Investasi Nyaman
Tak hanya urus pelayanan, Kang Rey juga pasang badan demi keamanan. Ia bentuk Satgas Anti-Premanisme di kawasan industri. Dunia usaha menyambut hangat: iklim investasi kini jauh lebih kondusif!
📇 Urus KTP Tak Lagi Berliku
Layanan KTP kini menjadi simbol transformasi pelayanan publik: cepat, mudah, bebas pungli. Digitalisasi administrasi pun dikebut. Warga merasa dilayani, bukan dipersulit.
🚨 Gercep Tanggap Bencana
Saat bencana datang, Kang Rey tidak menunggu laporan. Ia gerak cepat, turun ke lapangan, pimpin langsung distribusi bantuan. Kepemimpinan dalam situasi krisis ini menuai apresiasi luas.
📱 Serap Aspirasi Lewat Media Sosial
Bupati era digital harus melek teknologi. Kang Rey membuka kanal interaksi langsung dengan warga lewat media sosial. Kritik, saran, keluhan—semua ditanggapi dalam hitungan jam, bukan hari.
🏗️ Proyek Infrastruktur Diperiksa Sendiri
Pembangunan tidak cukup hanya dilaporkan. Kang Rey turun langsung ke lapangan, memastikan jalan Dangdeur–Gambarsari dan proyek lain dibangun dengan kualitas terbaik.
🧱 Bangunan Liar Ditertibkan Secara Humanis
Penataan kota dilakukan dengan pendekatan tegas namun berkeadilan. Bangunan liar ditertibkan, namun relokasi tetap diberikan. Ini pembangunan yang berpihak dan berempati.
🏡 Saba Desa: Dengarkan Rakyat Langsung dari Akar
Lewat Program Saba Desa, Kang Rey menyusuri pelosok desa, menyerap aspirasi rakyat tanpa perantara. Inilah demokrasi partisipatif dalam bentuk paling nyata.
🌐 Aplikasi Diskominfo Dioptimalkan
Digitalisasi bukan masa depan, tapi masa kini. Aplikasi Diskominfo dikembangkan menjadi pusat layanan terpadu: dari informasi publik hingga pengaduan masyarakat, semua dalam satu genggaman.
🧹 Jumsih: Gotong Royong Kembali Hidup
Jumat Bersih (Jumsih) diwajibkan di seluruh OPD. Ini bukan hanya soal sampah, tapi semangat kolektif membangun lingkungan dan kebersamaan yang nyaris hilang.
❤️ Filosofi Cinta Daerah: “Ngabret Nyaah ka Indung”
Di balik gebrakan ini, Kang Rey memegang teguh filosofi: “Ngabret nyaah ka indung, nyaah ka lembur.” Kerja cepat bukan karena ambisi, tapi karena cinta: kepada tanah kelahiran, kepada ibu pertiwi.
100 Hari, 15 Gebrakan, Satu Tujuan: Subang Bangkit!
Perjalanan baru Subang sudah dimulai. Dalam waktu yang begitu singkat, wajah Subang mulai berubah—lebih bersih, lebih tanggap, lebih maju. Dan kini, publik bertanya-tanya:
Jika 100 hari saja bisa sehebat ini, akan seperti apa Subang dalam 5 tahun ke depan di bawah kendali Kang Rey?
Satu hal yang pasti: Subang kini “Ngabret” menuju masa depan. Dan semua mata tertuju pada langkah berikutnya. (*)









