Menurutnya, komitmen ini telah dibuktikan oleh Pemkab Bekasi, dalam hal inovasi, seperti inovasi teknologi, tanaman, kesehatan, ataupun dari sisi lingkungan hidup.
“Dari sejumlah stand, banyak teknologi yang dikembangkan, seperti robotic, hidroponik, masalah kesehatan, makanan sehat, itu yang dikembangkan sekolah. Kemudian inovasi dari desa kita lihat ini sudah ada pelayanan, akuntabilitas, transparansi yang semakin baik,” katanya.
Dari sisi pelayanan, menurut Entah, inovasi yang dijalankan oleh pemerintah baik desa ataupun perangkat daerah, tujuannya adalah untuk memunculkan ketepatgunaan dan kecepatan dalam rangka pelayanan yang baik kepada masyarakat.
“Kita akan kembangkan terus di setiap desa, satu desa satu inovasi, minimal, termasuk juga perangkat daerah,” katanya.
Inovasi yang dijalankan perangkat paerah dan unit pelaksana di bawahnya, menurut Entah, sudah teraplikasikan ditingkatan pelayanan. Seperti aplikasi Pancoranmas yang diluncurkan oleh Puskesmas Lemahabang sewaktu Covid-19 mengalami kenaikan.
“Pancoranmas itu kita replikasi, awalnya dari tingkat Puskesmas, di mana sistem pelayanan kesehatan yang begitu cepat, sekarang kita replikasi ke tingkatan Kabupaten seperti juga Bebeli, itu kan tadinya salah satu aplikasi yang dikembangkan ULP, sekarang kita kembangkan, sekarang 500 UMKM sudah masuk,” paparnya.
Entah mengharapkan di tahun ini dan ke depan, Pemkab Bekasi dalam hal inovasi masuk ke 50 besar nominasi Innovation Government Award (IGA). (*)
Halaman : 1 2










