Petani Tebu Dilarang Menjual Gula Secara Mandiri

- Redaksi

Kamis, 23 November 2017 - 15:35 WIB

google preferred source facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

google preferred source icon facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

🎯 Promosikan Bisnis Anda di rakyatjabarnews.com
Hubungi Kami !

RakyatJabarNews.com, Cirebon – Kebingungan menerpa kalangan petani Tebu di Jawa Barat, khususnya Petani tebu di Wilayah Cirebon dikarenakan hasil giling tebu belum terjual. Padahal, petani sudah memasuki masa tanam dan masa pemupukan.

Saat ditemui di Kantor Koprasi Tebu, May Azhar salah seorang petani tebu Sindanglaut mengatakan sudah musim penghujan namun para petani tebu belum bisa menerima hasil giling tebu. Hal tersebut dikarenakan belum ada investor yang mau membeli hasil gula petani.

“Kami mengalami kesulitan dalam bertani tebu, Karena tidak adanya investor yang membeli gula petani,” jelasnya.

Ditambahkan Azhar, kondisi ini memaksa para petani tebu untuk mengajukan permohonan penjualan secara mandiri agar hasil tebu bisa diuangkan. Pihaknya juga sudah mengajukan kepada pihak Pabrik Gula Sindanglaut, namun keinginan petani untuk menjual gula secara mandiri tidak diizinkan oleh DPD APTRI Jawa Barat.

“Kami sudah berusaha meminta izin pada pihak Pabrik Gula Sindanglaut agar bisa dijual secara mandiri, namun tidak diizinkan oleh DPD APTRI Jawa Barat,” tuturnya.

Baca Juga :  Grage Great Sale, Program Grage yang Manjakan Pengunjung Setianya

Masih menurut Azhar, sekarang para petani tebu berada di ujung tanduk. Karena, selain tidak punya uang akibat hasil panen tebu belum terjual dan masih menumpuk di gudang pabrik gula, ditambah lagi sampai hari ini pupuk pun tidak ada. Selain, masa depan para petani tebu sangat menghawatirkan.

“Pertanian tebu petani sekarang dalam posisi serba sulit. Stok pupuk tidak ada dan hasil panen pun gula masih menumpuk di Gudang PG Sindanglaut,” jelasnya.

Baca Juga :  Awas, Kenali Dulu Siklus Dalam Bertani Mangga

Hal serupa disampaikan Ade, salah seorang petani tebu yang menggarap lahan seluas 7 hektar di wilayah Greged yang tidak bisa membeli pupuk untuk lahan garapan tebu akibat macetnya gula miliknya di gudang.

“Saya juga lagi menunggu hasil penjualan gula. Sekarang ini lahan garapan tidak bisa dipupuk karena di gudang koprasi tidak ada. Mau beli keluar juga tidak ada uangnya, untuk beli pupuk apalagi untuk biaya tebar upah pekerja,” pungkasnya.(Juf/RJN)

Follow WhatsApp Channel rakyatjabarnews.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

APINDO Cirebon Ingatkan Polemik PT Yihong Novatex Jangan Digiring Jadi Opini
HUT ke-105, RSD Gunung Jati Perkuat Layanan Rujukan
OTT Rektor Jadi Alarm, Prof Sugianto Soroti Integritas dan Tata Kelola Kampus
34 OPD Adu Gaya di Panggung Bekasi
KPU Kabupaten Cirebon Tetapkan 1,84 Juta Pemilih, Partisipasi Masyarakat Jadi Kunci Akurasi Data
JTT Tanam 300 Pohon di Tol Trans Jawa, Dorong Infrastruktur Hijau dan Berkelanjutan
Jakarta Fair Kemayoran 2026 Resmi Dibuka, Hari Pertama Langsung Diserbu Pengunjung
Siqom Tancap Gas Bentuk DPRt NasDem di 187 Desa dan Kelurahan Kabupaten Bekasi

Berita Terkait

Rabu, 2 September 2026 - 12:25 WIB

APINDO Cirebon Ingatkan Polemik PT Yihong Novatex Jangan Digiring Jadi Opini

Selasa, 1 September 2026 - 06:44 WIB

HUT ke-105, RSD Gunung Jati Perkuat Layanan Rujukan

Selasa, 1 September 2026 - 06:34 WIB

OTT Rektor Jadi Alarm, Prof Sugianto Soroti Integritas dan Tata Kelola Kampus

Jumat, 7 Agustus 2026 - 12:46 WIB

34 OPD Adu Gaya di Panggung Bekasi

Sabtu, 4 Juli 2026 - 11:55 WIB

KPU Kabupaten Cirebon Tetapkan 1,84 Juta Pemilih, Partisipasi Masyarakat Jadi Kunci Akurasi Data

Berita Terbaru