Awas, Kenali Dulu Siklus Dalam Bertani Mangga

oleh -

RakyatJabarNews.com, Cirebon – Pertanian mangga menjadi primadona bagi masyarakat pedesaan di Provinsi Jawa Barat, tidak terkecuali masyarakat Desa Belawa Kecamatan Lemahabang Kabupaten Cirebon, di mana terdapat lahan pertanian seluas 150 hektar mangga yang merupakan milik masyarakat.

Menurut salah seorang petani mangga, Adi Tuyi (40) mengatakan bahwa bertani mangga tidaklah sulit. Namun perlu diketahui jika ingin berhasil dalam bertani mangga, harus memahami merawat pohon mangga. Yakni dengan cara memberikan pupuk dan obat semprot mangga mulai dari mekarnya bunga, hingga waktu mangga siap petik selama 3 bulan secara intens.

“Bertani mangga itu tidaklah sulit, cukup memahami siklus dan cara merawat pohon mangga,” jelasnya saat ditemui awak media di lahan pertanian mangga seluas 1 hektar di Blok Cikembang Desa Belawa, Kabupaten Cirebon, Minggu (3/6).

Masih menurut Tuyi, untuk siklusnya sendiri terjadi setiap 3 tahun, yaitu akan terjadi kejenuhan pada pohon mangga dalam berbuah. Sehingga hasil yang diperoleh setiap tahunnya akan berbeda-beda. Seperti yang terjadi pada lahan miliknya seluas 1 hektar yang biasa memperoleh hasil 20 ton buah mangga pertahunnya.

Untuk tahun ini, menurutnya, dilihat dari buah mangga yang tidak merata pada setiap pohonnya, maka diperkirakan hanya mendapatkan buah mangga 14 ton pertahun.

“Untuk tahun ini hasil mangga menemui siklus yang kurang baik, terjadi kejenuhan pada pohon setiap 3 tahun,” tuturnya.

Ditambah Tuyi, perlu modal yang lumayan untuk bertani mangga, dari lahan satu hektar yang terdapat 150 pohon mangga dengan jarak 6 meter setiap pohonnya, maka diperlukan obat perangsang mangga sebanyak 6 liter dengan harga Rp 600 ribu perliternya. Sedangkan untuk obat pupuk ZA, Urea, dan lainnya sekitar 8 Kuintal. Sedangkan untuk obat semprotnya sendiri menghabiskan 25 Juta perhektar.

Selain itu, perlu modal yang lumayan untuk 2 hektar miliknya menghabiskan biaya Rp 35 juta untuk obat pupuk dan obat semprot. Walaupun tidak mencapai target, namun tidaklah merugi.

“Karena dengan hasil sekitar 14 ton buah mangga hasil dari penjualan dengan harga dikisaran 10.000/Kg, masih mendapatkan 140 juta dikurangi biaya obat 25 juta dan biaya tenaga kerja 9 juta salama 3 bulan, masih terdapat surplus,” pungaksnya.(Ymd/RJN)

Berita Rekomendasi

Comment