RW 6 Kelud Asih Gelar Rapat Laporan Keuangan

  • Whatsapp

Ketua RW 06 Dadan Sodani, Ketua Pelaksana Bawal Boy dan Bendahara Haris tengah memimpin rapat pembahasan penggunaan dana Bawal.

RakyatJabarNews.com – RW 06 Kelud Asih, Kelurahan Kecapi, Kecamatan Harjamukti, Kota Cirebon menggelar rapat warga membahas laporan keuangan periode Januari-Juni 2017, penggunaan dana Bantuan Wali Kota (Bawal) dan pembahasan penggantian sekretaris RW 06.

Bacaan Lainnya

Rapat tersebut dihadiri puluhan warga RW 06 tersebut berlangsung di Gedung Baperkam RW 06, Jumat (30/6) mulai pukul 19.30 WIB hingga pukul 22.30 WIB.

Dari ketiga agenda pembahasan tersebut, menghasilkan sejumlah kesepakatan antara pengurus RW dengan warga. Laporan keuangan RW yang dibacakan Bendahara Haris mendapat persetujuan warga dengan catatan perlunya ada audit control.

“Namun, catatan itu akhirnya disepakati untuk tidak ditindaklanjuti karena pemasukan dan pengeluaran yang tercatat dalam pembukuan sudah diketahui warga, baik penggunaanya maupun peruntukannya yang bersifat tetap dan rutin,” jelas Dadan.

Sementara untuk pembahasan penggunaan dana Bawal Rp 25 juta untuk perbaikan infrastruktur lingkungan, pemberdayaan ekonomi dan biaya operasional RW dan RT berjalan alot terutama dalam hal pembahasan perbaikan infrastruktur lingkungan.

Dijelaskan Dadan, perbaikan infrastruktur lebih diutamakan pada skala prioritas karena anggaran yang disediakan hanya Rp 16 juta. “Pada tahun ini peruntukan dana Bawal disesuaikan program Pemkot yang menitikberatkan pada Lingkungan Ramah Anak (LKA) dan penghijauan,” ujar dia.

Dari pembahasan penggunaan dana Bawal, lanjut Dadan, disepakati untuk pembangunan LKA, penghijauan dan pembuatan taman, perbaikan gerobak sampah, renovasi pos keamanan, PJU, dan penataan saluran mampet.

“Pembahasan tersebut juga menghasilkan pelaksana proyek yang diketuai Bapak Boy, pelaksana lapangan Bapak Nono dan bendahara Bapak Haris,” papar Dadan.

Ia berharap, pelaksana Bawal dapat sesegera mungkin melaksanakan amanat hasil rapat dengan penuh rasa tanggung jawab dan tetap waktu penyelesaian sesuai kesepakatan rapat.

“Yang paling penting saya sampaikan kepada pelaksana proyek agar anggaran biaya proyek jangan dimark up,” tandasnya.

Sementara untuk pemberdayaan ekonomi, hasil rapat menetapkan dana Rp 1 juta rencananya akan digunakan untuk pasar murah bahan kebutuhan masyarakat.

“Kita akan berupaya untuk mencari bahan kebutuhan masyarakat dengan harga murah dan akan dijual lagi ke warga dengan harga dibawah harga pasar,” ucap Dadan.

Lanjutnya, pihaknya berharap program ini akan terus bergulir dan mudah-mudahan hingga akhir tahun anggaran Rp 1 juta masih tetap ada, malah bertambah.

Terakhir, katanya, pembahasan penggantian sekretaris menetapkan Irwan menggantikan sekretaris lama, Safarudin.

Dadan beralasan pergantian sekretaris tersebut untuk memaksimalkan kerja pengurus sebab selama delapan bulan sekretaris lama, karena kesibukannya, belum bekerja secara maksimal. (Ziz/RJN)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *