Keren! Warga Tambun Sulap Minyak Jelantah Jadi Dana Posyandu dan Kegiatan Sosial

- Redaksi

Selasa, 26 Mei 2026 - 14:40 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Bekasi - Posyandu Edelweiss A Desa Sumberjaya, Kecamatan Tambun Selatan, Kabupaten Bekasi, memiliki cara unik mengelola limbah rumah tangga melalui program Sumijan atau Sumbangan Minyak Jelantah.

Lewat program ini, minyak jelantah dari warga dikumpulkan untuk kemudian dijual kepada pengepul. Hasil penjualannya dimanfaatkan kembali untuk mendukung kegiatan sosial dan operasional Posyandu.

Perwakilan Kader Posyandu Edelweiss A, Rosmawati, mengatakan program tersebut sudah menjadi bagian dari kegiatan rutin Posyandu bersama warga.

“Minyak ini kami kumpulkan di PKK RW dan dijual kepada pengepul yang telah bekerja sama dengan kami. Jadi hasil penjualannya kami gunakan untuk operasional dan kegiatan yang ada di PKK, Posyandu, Kampung KB, hingga mendukung kegiatan remaja,” ujar Rosmawati, Selasa (26/5/2026).

Ia menjelaskan, minyak jelantah dikumpulkan dari rumah-rumah warga yang dikoordinasikan oleh RT dan kader Posyandu di masing-masing lingkungan.

Rosmawati menyebut, program Sumijan sudah berjalan hampir 10 tahun dan memberikan banyak manfaat bagi masyarakat sekitar. Selain membantu pendanaan kegiatan sosial, program ini juga menjadi edukasi lingkungan agar warga tidak membuang minyak bekas sembarangan.

“Dulu ibu-ibu biasanya langsung membuang sisa minyak gorengnya. Sekarang adanya program Sumijan warga jadi rajin mengumpulkan. Program ini juga menjadi sedekah warga melalui minyak jelantah, karena hasilnya kita manfaatkan kembali untuk kepentingan warga, istilahnya dari warga ke warga,” jelasnya.

Menurutnya, minyak jelantah yang dibuang sembarangan dapat mencemari lingkungan dan menyumbat saluran air akibat lemak minyak.

Karena itu, program Sumijan dinilai menjadi salah satu contoh pengelolaan limbah rumah tangga yang memiliki nilai ekonomis sekaligus ramah lingkungan.

“Alhamdulillah setelah adanya program Sumijan ini turut memotivasi lingkungan lain. Bahkan sudah banyak warga yang kini mulai mengkoordinir pengumpulan minyak jelantah untuk dimanfaatkan secara mandiri,” terangnya.

Rosmawati berharap program Sumijan dapat menjadi inspirasi bagi wilayah lain untuk memanfaatkan limbah rumah tangga menjadi sesuatu yang bermanfaat bagi masyarakat.

i

Bekasi - Posyandu Edelweiss A Desa Sumberjaya, Kecamatan Tambun Selatan, Kabupaten Bekasi, memiliki cara unik mengelola limbah rumah tangga melalui program Sumijan atau Sumbangan Minyak Jelantah. Lewat program ini, minyak jelantah dari warga dikumpulkan untuk kemudian dijual kepada pengepul. Hasil penjualannya dimanfaatkan kembali untuk mendukung kegiatan sosial dan operasional Posyandu. Perwakilan Kader Posyandu Edelweiss A, Rosmawati, mengatakan program tersebut sudah menjadi bagian dari kegiatan rutin Posyandu bersama warga. “Minyak ini kami kumpulkan di PKK RW dan dijual kepada pengepul yang telah bekerja sama dengan kami. Jadi hasil penjualannya kami gunakan untuk operasional dan kegiatan yang ada di PKK, Posyandu, Kampung KB, hingga mendukung kegiatan remaja,” ujar Rosmawati, Selasa (26/5/2026). Ia menjelaskan, minyak jelantah dikumpulkan dari rumah-rumah warga yang dikoordinasikan oleh RT dan kader Posyandu di masing-masing lingkungan. Rosmawati menyebut, program Sumijan sudah berjalan hampir 10 tahun dan memberikan banyak manfaat bagi masyarakat sekitar. Selain membantu pendanaan kegiatan sosial, program ini juga menjadi edukasi lingkungan agar warga tidak membuang minyak bekas sembarangan. “Dulu ibu-ibu biasanya langsung membuang sisa minyak gorengnya. Sekarang adanya program Sumijan warga jadi rajin mengumpulkan. Program ini juga menjadi sedekah warga melalui minyak jelantah, karena hasilnya kita manfaatkan kembali untuk kepentingan warga, istilahnya dari warga ke warga,” jelasnya. Menurutnya, minyak jelantah yang dibuang sembarangan dapat mencemari lingkungan dan menyumbat saluran air akibat lemak minyak. Karena itu, program Sumijan dinilai menjadi salah satu contoh pengelolaan limbah rumah tangga yang memiliki nilai ekonomis sekaligus ramah lingkungan. “Alhamdulillah setelah adanya program Sumijan ini turut memotivasi lingkungan lain. Bahkan sudah banyak warga yang kini mulai mengkoordinir pengumpulan minyak jelantah untuk dimanfaatkan secara mandiri,” terangnya. Rosmawati berharap program Sumijan dapat menjadi inspirasi bagi wilayah lain untuk memanfaatkan limbah rumah tangga menjadi sesuatu yang bermanfaat bagi masyarakat.

Kabupaten Bekasi – Posyandu Edelweiss A Desa Sumberjaya, Kecamatan Tambun Selatan, Kabupaten Bekasi, memiliki cara unik mengelola limbah rumah tangga melalui program Sumijan atau Sumbangan Minyak Jelantah.

Lewat program ini, minyak jelantah dari warga dikumpulkan untuk kemudian dijual kepada pengepul. Hasil penjualannya dimanfaatkan kembali untuk mendukung kegiatan sosial dan operasional Posyandu.

Perwakilan Kader Posyandu Edelweiss A, Rosmawati, mengatakan program tersebut sudah menjadi bagian dari kegiatan rutin Posyandu bersama warga.

“Minyak ini kami kumpulkan di PKK RW dan dijual kepada pengepul yang telah bekerja sama dengan kami. Jadi hasil penjualannya kami gunakan untuk operasional dan kegiatan yang ada di PKK, Posyandu, Kampung KB, hingga mendukung kegiatan remaja,” ujar Rosmawati, Selasa (26/5/2026).

Baca Juga :  Sekda Kota Bekasi Reny Hendrawati Lantik Dua Asisten Daerah

Ia menjelaskan, minyak jelantah dikumpulkan dari rumah-rumah warga yang dikoordinasikan oleh RT dan kader Posyandu di masing-masing lingkungan.

Rosmawati menyebut, program Sumijan sudah berjalan hampir 10 tahun dan memberikan banyak manfaat bagi masyarakat sekitar. Selain membantu pendanaan kegiatan sosial, program ini juga menjadi edukasi lingkungan agar warga tidak membuang minyak bekas sembarangan.

Baca Juga :  Pemkot Bekasi Menyerahkan Penghargaan Tatanan Hidup Baru Bagi Pelajar

“Dulu ibu-ibu biasanya langsung membuang sisa minyak gorengnya. Sekarang adanya program Sumijan warga jadi rajin mengumpulkan. Program ini juga menjadi sedekah warga melalui minyak jelantah, karena hasilnya kita manfaatkan kembali untuk kepentingan warga, istilahnya dari warga ke warga,” jelasnya.

Menurutnya, minyak jelantah yang dibuang sembarangan dapat mencemari lingkungan dan menyumbat saluran air akibat lemak minyak.

Baca Juga :  Wakil Ketua DPRD Budi MM Kami Mendukung Penuh Bank Sampah

Karena itu, program Sumijan dinilai menjadi salah satu contoh pengelolaan limbah rumah tangga yang memiliki nilai ekonomis sekaligus ramah lingkungan.

“Alhamdulillah setelah adanya program Sumijan ini turut memotivasi lingkungan lain. Bahkan sudah banyak warga yang kini mulai mengkoordinir pengumpulan minyak jelantah untuk dimanfaatkan secara mandiri,” terangnya.

Rosmawati berharap program Sumijan dapat menjadi inspirasi bagi wilayah lain untuk memanfaatkan limbah rumah tangga menjadi sesuatu yang bermanfaat bagi masyarakat. (*)

Follow WhatsApp Channel rakyatjabarnews.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Usai Dengar Keluhan Petani, Plt Bupati Bekasi Gerak Cepat Benahi Irigasi Pebayuran
DPRD Kabupaten Bekasi Segera Panggil Dewan Pengawas, Kisruh PDAM Tirta Bhagasasi Jadi Sorotan
Pemkab Bekasi Buka Beasiswa S1 untuk 100 Putra-Putri Berprestasi, Pendaftaran Dimulai 27 Juli
Open Dumping TPST Bantargebang Ditargetkan Berakhir pada 2029
Sensus Ekonomi 2026, Plt Bupati Bekasi Dorong Sinkronisasi BLK dengan Kebutuhan Industri
BPS, Kemenaker, dan Kemenperin Perkuat Kolaborasi Menuju Sensus Ekonomi 2026
Camat Cibitung Encun Sunarto: Masukan Kepala Desa dan BPD Jadi Bahan Penyempurnaan Raperda Desa
Pramono Tegaskan Komitmen Wujudkan Jakarta sebagai Kota Ramah Anak

Berita Terkait

Selasa, 28 Juli 2026 - 15:54 WIB

Usai Dengar Keluhan Petani, Plt Bupati Bekasi Gerak Cepat Benahi Irigasi Pebayuran

Selasa, 28 Juli 2026 - 08:33 WIB

DPRD Kabupaten Bekasi Segera Panggil Dewan Pengawas, Kisruh PDAM Tirta Bhagasasi Jadi Sorotan

Jumat, 24 Juli 2026 - 21:51 WIB

Pemkab Bekasi Buka Beasiswa S1 untuk 100 Putra-Putri Berprestasi, Pendaftaran Dimulai 27 Juli

Kamis, 23 Juli 2026 - 06:20 WIB

Open Dumping TPST Bantargebang Ditargetkan Berakhir pada 2029

Selasa, 21 Juli 2026 - 18:44 WIB

Sensus Ekonomi 2026, Plt Bupati Bekasi Dorong Sinkronisasi BLK dengan Kebutuhan Industri

Berita Terbaru