Wapres Gibran Jenguk Korban Dugaan Keracunan MBG di Batang, Moh Bisri Soroti Pengawasan

- Redaksi

Senin, 28 September 2026 - 18:54 WIB

google preferred source facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

google preferred source icon facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

🎯 Promosikan Bisnis Anda di rakyatjabarnews.com
Hubungi Kami !

Koordinator Wilayah Bolone Mase Cirebon Raya, Moh Bisri Robis, bersama Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka. Dok. Pribadi.

i

Koordinator Wilayah Bolone Mase Cirebon Raya, Moh Bisri Robis, bersama Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka. Dok. Pribadi.

BATANG – Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka menjenguk sejumlah korban dugaan keracunan setelah mengonsumsi Makan Bergizi Gratis (MBG) di RSUD Limpung, Kabupaten Batang, Jawa Tengah, Senin (28/9/2026).

Dalam kunjungan tersebut, Gibran menyampaikan permohonan maaf kepada anak-anak dan keluarga yang terdampak. Ia juga memastikan korban memperoleh penanganan medis hingga pulih serta biaya pengobatan tidak membebani keluarga.

Gibran menegaskan kesehatan korban menjadi prioritas pemerintah. Pasien yang masih menjalani perawatan diminta tetap mendapatkan pelayanan hingga kondisinya pulih. Sementara warga yang sudah diperbolehkan pulang tetapi kembali mengalami keluhan juga harus mendapat akses pemeriksaan lanjutan.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

“Prioritas pertama adalah kesehatan korban. Pasien yang masih dirawat harus mendapat pelayanan sampai pulih, sementara warga yang sudah pulang tetapi keluhannya kembali muncul harus tetap mudah mengakses pemeriksaan lanjutan,” ujar Gibran.

Baca Juga :  Konsultan Ungkap Alasan Perda Pariwisata Kabupaten Bekasi Direvisi, Draf Sudah Capai 80 Pasal

Saat berada di RSUD Limpung, Gibran berdialog dengan sejumlah pasien, termasuk seorang siswa bernama Arseno yang telah menjalani perawatan selama empat hari. Dalam dialog tersebut, Arseno menyampaikan kondisinya mulai membaik dan keluhan seperti diare, pusing, mual, serta muntah sudah tidak dirasakan.

Selain RSUD Limpung, Gibran bersama Gubernur Jawa Tengah Ahmad Luthfi juga meninjau penanganan korban di Puskesmas Bawang dan SD Pasusukan Bawang. Pemerintah juga meminta investigasi dugaan keracunan segera dituntaskan dan hasilnya disampaikan secara transparan kepada masyarakat.

Berdasarkan laporan Dinas Kesehatan Kabupaten Batang per 28 September 2026, jumlah akumulasi kasus dugaan keracunan di wilayah Bawang mencapai 674 orang. Data tersebut merupakan laporan Tim Surveilans Imunisasi dan KLB pada pukul 07.00 WIB.

Baca Juga :  Layanan XLSMART Makin Luas dan Stabil di Kalimantan Pasca Merger

Menanggapi kunjungan tersebut, Koordinator Wilayah Bolone Mase Cirebon Raya, Moh Bisri Robis, mengapresiasi langkah Gibran yang datang langsung menemui korban.

Menurut Bisri, permintaan maaf dari pejabat pemerintah kepada masyarakat yang terdampak merupakan bagian dari tanggung jawab moral.

“Ya pasti minta maaf kalau orang pemerintahan yang beradab. Itu bentuk tanggung jawab moral,” ujar Bisri, Senin (28/9/2026).

Bisri juga menilai pengawasan pelaksanaan program MBG perlu diperkuat hingga tingkat desa. Ia menyoroti pentingnya mekanisme pengaduan yang mudah diakses penerima manfaat ketika terdapat persoalan terkait makanan yang diterima.

“Mestinya para penerima manfaat ketika haknya tidak sesuai dengan nilai atau menu itu tahu harus mengadu ke mana. Kadang di desa-desa itu asal-asalan menunya, tidak ada ruang pengaduan,” katanya.

Baca Juga :  Dirjen Perkeretaapian Bersama PT KAI Sediakan Fasilitas Angkutan Motor Gratis Selama Lebaran

Menurut Bisri, pengawasan tidak hanya perlu dilakukan terhadap penerima manfaat, tetapi juga terhadap dapur penyedia makanan dan pengelola program. Ia menilai persoalan di tingkat pelaksana dapat berdampak terhadap kepercayaan masyarakat terhadap program MBG secara keseluruhan.

“Harus benar-benar diawasi dapurnya, karena ketika terjadi masalah di bawah, oknum pengelola yang jadi sasaran kesalahan, tapi pemerintah yang punya program tetap disalahkan. Padahal programnya sudah benar, yang tidak patuh itu oknum pengelola,” ujarnya.

Bisri berharap pemerintah pusat dan daerah memperkuat pengawasan keamanan pangan serta menyediakan kanal pengaduan yang jelas bagi masyarakat.

Di sisi lain, pemerintah menyatakan investigasi atas dugaan keracunan tersebut masih berlangsung. Gibran meminta hasil pemeriksaan nantinya disampaikan secara transparan sebagai bahan evaluasi dan perbaikan pelaksanaan program MBG.

(*)

Penulis : Yon Maryono

Follow WhatsApp Channel rakyatjabarnews.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Dukung Zero ODOL 2027, Jasa Marga dan Polisi Tertibkan 36 Truk Bermuatan Berlebih di Tol Belmera
10 Hari Tanpa Jejak, Pencarian 5 Jurnalis dan 3 Kru Arupadhatu I Dihentikan
3 Anggota DPRD TTU Jadi Tersangka, Kantor Hukum 2000: Jangan Ada Kekebalan Politik
5G XLSMART Resmi Hadir di Palembang, SMARTFREN Tawarkan Unlimited hingga 500 Mbps
5G Makin Ngebut di Surabaya, XLSMART Siapkan Ekspansi ke 88 Kota
XLSMART Naikkan Capex Jadi Rp20 Triliun, Perkuat Jaringan dan Perluas 5G
Medan Dikebut 5G, XLSMART Siapkan 1.000 Lebih BTS
Bukan Cuma Pulihkan Jaringan, XLSMART Kirim Bantuan untuk Warga NTT

Komentar

Berita Terkait

Senin, 28 September 2026 - 18:54 WIB

Wapres Gibran Jenguk Korban Dugaan Keracunan MBG di Batang, Moh Bisri Soroti Pengawasan

Selasa, 22 September 2026 - 17:00 WIB

Dukung Zero ODOL 2027, Jasa Marga dan Polisi Tertibkan 36 Truk Bermuatan Berlebih di Tol Belmera

Jumat, 18 September 2026 - 12:55 WIB

10 Hari Tanpa Jejak, Pencarian 5 Jurnalis dan 3 Kru Arupadhatu I Dihentikan

Kamis, 10 September 2026 - 08:03 WIB

3 Anggota DPRD TTU Jadi Tersangka, Kantor Hukum 2000: Jangan Ada Kekebalan Politik

Rabu, 9 September 2026 - 12:05 WIB

5G XLSMART Resmi Hadir di Palembang, SMARTFREN Tawarkan Unlimited hingga 500 Mbps

Berita Terbaru