BI Mendorong Perbankan untuk Mengubah Kartu ATM Pita Magnetik dengan Chips

- Redaksi

Kamis, 22 Maret 2018 - 22:12 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

RakyatJabarNews.com, Cirebon – Kasus skimming yang terjadi belakangan ini, membuat Bank Indonesia mendorong perbankan untuk mengubah kartu pita magnetik dengan chips agar lebih aman. Hal tersebut diungkapkan oleh Kepala Kantor Perwakilan Bank Indonesia (KPwBI) Cirebon Abdul Majid Ikram saat jumpa pers di Kantor Perwakilan Bank Indonesia Cirebon, Jl. Yos Sudarso, Kamis (22/3).

Menurut Majid, ternyata aksi skimming ini termasuk tindak kejahatan yang kuno. Yakni dengan cara merekam data melalui pita magnetik yang terlabel pada kartu ATM yang dimiliki oleh masing-masing perbankan.

Baca Juga :  STTC Persiapkan Sarjana Arsitek dan Teknik Handal

“Karena itu, pihak BI sudah mendorong perbankan untuk mengubah kartu pita magnetik dengan chips agar lebih aman,” ujarnya.

Meskipun begitu, lanjut Majid, permasalahan migrasi atau peralihan kartu hingga kini belum juga kunjung selesai. Hal tersebut disebabkan karena jumlah kartu yang ada saat ini terhitung hingga puluhan juta kartu.

Selain itu, perubahan kartu saat ini masih diprioritaskan untuk nasabah yang menggunakan kartu kredit. Kejahatan perbankan juga bukan hanya skimming, melainkan ada juga sniper dengan cara mencegat data melalui m-banking.

“Kami tidak dapat menginstruksikan secara cepat kepada setiap perbankan untuk migrasi atau peralihan dari kartu pita magnetik ke kartu chip, di mana saat ini perbankan sedang menghitung seluruh kartu. Ditambah lagi dalam pengadaannya pun terdapat selisih Rp 20.000 dari setiap kepingnya,” terangnya.

Baca Juga :  Kodrat Prabowo: Angka Hutang Tinggi namun Masih Posisi Aman

Dirinya pun berharap, di tahun 2020 seluruh perbankan sudah memigrasikan kartu, baik debit maupun kredit. Sehingga bisa menghindar dari tindak kejahatan skimming yang sudah terbongkar kerugian nasabah di Kediri mencapai 154 juta.

Lebih lanjut Abdul Majid mengimbau, banyaknya perbankan dalam menyerahkan pengelolaan ATM kepada pihak ketiga untuk dapat berhati-hati dan pengawasan pun harus dilakukan secara berkala. Pasalnya, BI saat ini sudah melarang nasabah perbankan menswipe kartu hingga dua kali. Karena, dikhawatirkan dalam tindakan tersebut, data nasabah dapat terekam oleh pihak-pihak yang tidak bertanggung jawab.

Baca Juga :  Maman : Harga Daging Sapi Naik

“Ada tips saat penarikan uang di ATM, yaitu pada saat memasukan pin, diimbau untuk menutup dengan tangan agar tidak diketahui oleh pihak lainnya, dan diharapkan nasabah saat melakukan penarikan uang memilih gerai ATM yang ramai,” pungkasnya.(Juf/RJN)

Follow WhatsApp Channel rakyatjabarnews.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Tim SAR Temukan Satu Korban Tewas Ledakan Gas di Medan, Satu Orang Masih Dicari
Indonesia Energy Week Surabaya 2026 Resmi Dibuka, Hadirkan 200 Peserta dari 17 Negara
8 UMKM Kota Bekasi Tampil di HUT Dekranas 2026, Siap Rebut Pasar Nasional
KPU Kabupaten Cirebon Tetapkan 1,84 Juta Pemilih, Partisipasi Masyarakat Jadi Kunci Akurasi Data
JTT Tanam 300 Pohon di Tol Trans Jawa, Dorong Infrastruktur Hijau dan Berkelanjutan
Jakarta Fair Kemayoran 2026 Resmi Dibuka, Hari Pertama Langsung Diserbu Pengunjung
IEE Series 2026 Digelar Perdana di Balikpapan
Polda Riau Ungkap 1.333 Kasus Kejahatan Jalanan, 525 Tersangka Berhasil Diamankan

Berita Terkait

Selasa, 21 Juli 2026 - 18:09 WIB

Tim SAR Temukan Satu Korban Tewas Ledakan Gas di Medan, Satu Orang Masih Dicari

Kamis, 16 Juli 2026 - 11:00 WIB

Indonesia Energy Week Surabaya 2026 Resmi Dibuka, Hadirkan 200 Peserta dari 17 Negara

Sabtu, 11 Juli 2026 - 07:59 WIB

8 UMKM Kota Bekasi Tampil di HUT Dekranas 2026, Siap Rebut Pasar Nasional

Sabtu, 4 Juli 2026 - 11:55 WIB

KPU Kabupaten Cirebon Tetapkan 1,84 Juta Pemilih, Partisipasi Masyarakat Jadi Kunci Akurasi Data

Kamis, 2 Juli 2026 - 10:06 WIB

JTT Tanam 300 Pohon di Tol Trans Jawa, Dorong Infrastruktur Hijau dan Berkelanjutan

Berita Terbaru

Kerjasama Hubungi Kami