Asep Dorong Anak Muda Masuk Pertanian, Raperda Petani Disiapkan Jadi Payung Perlindungan

- Redaksi

Kamis, 24 September 2026 - 10:10 WIB

google preferred source facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

google preferred source icon facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

🎯 Promosikan Bisnis Anda di rakyatjabarnews.com
Hubungi Kami !

Plt Bupati Bekasi Asep Surya Atmaja saat memberikan keterangan kepada awak media usai menghadiri Rapat Paripurna DPRD Kabupaten Bekasi di Cikarang Pusat, Rabu (23/9/2026).

i

Plt Bupati Bekasi Asep Surya Atmaja saat memberikan keterangan kepada awak media usai menghadiri Rapat Paripurna DPRD Kabupaten Bekasi di Cikarang Pusat, Rabu (23/9/2026).

CIKARANG PUSAT – Plt Bupati Bekasi Asep Surya Atmaja mendorong generasi muda melihat sektor pertanian sebagai salah satu peluang usaha dan lapangan pekerjaan. Dorongan itu disampaikan seiring pembahasan Rancangan Peraturan Daerah (Raperda) tentang Penyelenggaraan Perlindungan dan Pemberdayaan Petani.

Asep menyampaikan hal tersebut seusai menghadiri Rapat Paripurna DPRD Kabupaten Bekasi di Cikarang Pusat, Rabu (23/9/2026).

Menurut Asep, pertanian tidak semata-mata berkaitan dengan kegiatan bercocok tanam. Sektor tersebut juga memiliki peluang pada pengolahan hingga pemasaran hasil pertanian yang dapat melibatkan generasi muda.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

“Kalau kerja di perusahaan ada bangkrutnya, ada batas usianya. Tapi kalau kita jadi petani unggul, petani tangguh, itu tidak ada batasnya,” ujar Asep.

Ia mencontohkan perkembangan sektor pertanian di Jepang yang juga melibatkan anak muda. Karena itu, menurutnya, pertanian di Kabupaten Bekasi perlu dikembangkan dengan pendekatan yang lebih modern dan berbasis pengetahuan.

Salah satu yang menjadi perhatian Asep adalah edukasi mengenai kondisi tanah sebelum petani melakukan penanaman.

Menurutnya, petani perlu mengetahui kondisi lahan, termasuk tingkat keasaman atau pH tanah, sehingga proses budidaya dapat disesuaikan dengan kondisi tanah.

“Jangan asal tanam. Sebelum musim tanam harus dicek dulu tanahnya,” katanya.

Asep juga mendorong adanya pendampingan serta penggunaan alat untuk mengukur kondisi tanah. Dengan begitu, petani dapat mengetahui apakah lahan sudah siap ditanami atau masih membutuhkan pengolahan.

Baca Juga :  Bupati Karawang Hadiri RUPS Luar Biasa Bank BJB

Selain produksi, Asep melihat peluang keterlibatan anak muda pada sektor hilir pertanian. Hasil panen, kata dia, dapat diolah terlebih dahulu sebelum dipasarkan sehingga memberikan nilai tambah.

Ia mencontohkan hasil panen padi dapat diolah menjadi beras dan dipasarkan di lingkungan sekitar.

“Yang mengembangkan bukan hanya petani. Anak muda juga bisa masuk di pengolahan dan pemasarannya,” ujarnya.

Menurut Asep, pola tersebut dapat membentuk rantai usaha pertanian mulai dari produksi, pengolahan hingga pemasaran.

Ia juga menyebut pengembangan pertanian harus tetap memperhatikan keberadaan lahan pertanian pangan berkelanjutan (LP2B) yang telah dipetakan pemerintah daerah.

Baca Juga :  PKB Kota Bekasi Rangkul Puluhan Jurnalis, Bahas Sinergi dan Pembangunan Daerah

Terkait Raperda Penyelenggaraan Perlindungan dan Pemberdayaan Petani, Asep mengatakan Pemkab Bekasi menyambut baik inisiatif DPRD tersebut.

Ia menyebut pemerintah daerah akan mengikuti proses pembahasan bersama DPRD untuk menyempurnakan substansi Raperda sebelum menjadi produk hukum daerah.

“Kalau memang itu baik, kita ikuti. Yang penting bagaimana petani kita terlindungi dan ke depan bisa berkembang,” katanya.

Pemkab Bekasi menyatakan Raperda tersebut sejalan dengan arah kebijakan pembangunan daerah dalam pengembangan sektor pertanian. Regulasi itu juga diarahkan sebagai bentuk kehadiran pemerintah daerah dalam memberikan perlindungan, pemberdayaan dan peningkatan kesejahteraan petani.

Asep berharap pembahasan Raperda bersama DPRD dapat menghasilkan regulasi yang dapat diterapkan dan memberikan manfaat bagi petani sekaligus mendorong pengembangan sektor pertanian di Kabupaten Bekasi.

(*)

Follow WhatsApp Channel rakyatjabarnews.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Kasus Dana Koperasi Epson Rp3 Miliar, Terlapor Desak Polda Turun Tangan
Tri Adhianto Pasang Target Juara Umum Porprov Jabar 2026, Bekasi Siap Buktikan Diri
1.500 ASN Serbu Pasar Baru, Tri Adhianto Genjot Ekonomi Pedagang
Gruduk DLH Kabupaten Bekasi, INKASTRA Desak Audit Perizinan Summarecon Crown Gading
H. Marjaya dan Ombi Bongkar Masalah PSU, Pengembang Diminta Jangan Lepas Tanggung Jawab!
Cipta Karya Kerap Mangkir RDP, Komisi III Soroti 390 Pengembang Belum Serahkan PSU
Komisi III DPRD Bongkar Persoalan Izin Industri, Proyek Makam Ikut Disorot!
Cegah Peretasan dan Kebocoran Data, Pemkot Bekasi Perkuat Keamanan Digital ASN

Berita Terkait

Sabtu, 7 November 2026 - 21:01 WIB

Kasus Dana Koperasi Epson Rp3 Miliar, Terlapor Desak Polda Turun Tangan

Sabtu, 7 November 2026 - 19:47 WIB

Tri Adhianto Pasang Target Juara Umum Porprov Jabar 2026, Bekasi Siap Buktikan Diri

Jumat, 6 November 2026 - 22:31 WIB

1.500 ASN Serbu Pasar Baru, Tri Adhianto Genjot Ekonomi Pedagang

Jumat, 6 November 2026 - 20:01 WIB

Gruduk DLH Kabupaten Bekasi, INKASTRA Desak Audit Perizinan Summarecon Crown Gading

Jumat, 6 November 2026 - 18:21 WIB

Cipta Karya Kerap Mangkir RDP, Komisi III Soroti 390 Pengembang Belum Serahkan PSU

Berita Terbaru