Hilang Kontak Selama 15 Tahun, Keluarga Pekerja Migran asal Indramayu Lapor ke SBMI

- Redaksi

Selasa, 15 Oktober 2019 - 19:42 WIB

google preferred source facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

google preferred source icon facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

🎯 Promosikan Bisnis Anda di rakyatjabarnews.com
Hubungi Kami !

RJN, Indramayu – Seorang Pekerja Migran Indonesia (PMI) bernama Muyasiroh binti Ruslani (30 tahun), warga Blok Panggang, RT 04, RW 02, Desa Dukuhjati, Kecamatan Krangkeng, Kabupaten Indramayu, Jawa Barat dikabarkan selama 15 tahun hilang kontak dengan keluarganya saat bekerja menjadi Pekerja Rumah Tangga (PRT) di Muscat, Oman. 

Hal tersebut disampaikan, Ruslani dan Masroti, kedua orang tua Dastin saat ditemui di kediamannya di Desa Dukuhjati, Kecamatan Krangkeng, Kabupaten Indramayu, Jawa Barat.

“Anak saya sudah 15 tahun tidak ada kabar beritanya apakah dia dalam keadaan sehat atau tidak, ini yang membuat keluarga sangat cemas dan selalu memikirkan nasibnya,” ucap ayah kandung Muyasiroh.

Baca Juga :  Wow, 25 Juta Sudah Bisa Gelar Nikah di Hotel Harper

Ruslani menceritakan, pada awalnya sekitar awal bulan September 2004 anaknya diajak oleh Udin, merupakan sponsor/calo warga Desa Eretan, Kecamatan Kandanghaur, Kabupaten Indramayu, Jawa Barat dibawa ke Jakarta untuk didaftarkan sebagai PRT ke Luar Negeri.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Kurang lebih satu bulan mengikuti proses, kemudian pada 4 Oktober 2004. Muyasiroh diberangkatkan ke Oman oleh PT Sadera yang beralamat di Jl. Bukit Duri, Kampung Melayu, Jakarta Timur.

“Pada saat itu Muyasiroh masih berumur 15 tahun, belum lulus Sekolah Menengah Pertama (SMP). Saya sudah sering mendatangi PT Sadera namun hanya dikasih selembar kertas dan disuruh bersabar serta berdoa,” keluhnya.

Baca Juga :  Sosok GM Friska, Semangat dan Berusaha

Senada dengan Ruslani, Masroti, ibu kandung Muyasiroh, mengatakan bahwa anaknya di Oman bekerja pada majikan bernama Habib dan istrinya bernama Sangadah beralamat di Sultanate of Oman, PO. Box 4,ZlP Code 420, Mudhaibi, Muscat.

“Setiap selesai sholat, saya berdoa meminta kepada Allah SWT agar bisa mempertemukan kembali dengan anak saya,” kata ibu anak dua ini dengan mata berkaca-kaca.

Selain meminta kepada Allah SWT, Masroti berharap Serikat Buruh Migran Indonesia (SBMI) bisa membantu untuk menyampaikan pengaduan ke Pemerintah Indonesia agar bisa membantu untuk menemukan dan memulangkan anaknya ke kampung halamannya di Indramayu.

Baca Juga :  Polres Metro Bekasi Kota Ungkap Penganiayaan Terhadap Anggota Dishub

“Keluarga berharap SBMI Indramayu bisa membantu untuk memulangkan anak saya yang sudah 15 tahun bekerja di Oman belum juga pulang. Saya sudah kangen ingin segera berkumpul kembali dengan Muyasiroh setelah ditinggal pamit bekerja di Luar Negeri,” harapnya.

Sementara itu ketua Serikat Buruh Migran Indonesia (SBMI) Cabang Indramayu, Juwarih mengatakan, pihaknya akan segera menindaklanjuti aduan dari keluarga Muyasiroh.

“Dalam waktu dekat, kami akan meneruskan pengaduan dari keluarga PMI dengan membuat aduan secara tertulis ke Direktorat Perlindungan WNI dan BHI Kementerian Luar Negeri, dengan tembusan ke BNP2TKI, Kemnaker RI, dan KBRI Oman,” pungkasnya.

(erd/rjn)

Follow WhatsApp Channel rakyatjabarnews.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Polemik Perumahan LBS 2 Mencuat, DPRD Bekasi Dorong Evaluasi Perizinan dan PSU
Pesan Menyentuh Gus Imam Hafash di Maulid Nabi PNI Cibitung: Bayangkan Rasulullah Ada di Depan Kita
Debt Collector Ditahan, Diduga Hantam Warga Pakai Kursi hingga Terluka
Firefighter Skill Competition 2026 di Bekasi Diikuti Puluhan Tim Pemadam Industri
Jiovanno: Tujuan Revisi Tutup Celah Hukum
Balita 2 Tahun Tewas di Bekasi, Paman Kandung Jadi Terduga Pelaku, Polisi Selidiki Dugaan Gangguan Jiwa
500 Personel Gabungan Amankan Eksekusi Rumah di Medan Satria Bekasi, Situasi Berjalan Kondusif
Misteri Kematian WNA Korea di Bekasi, Polisi Temukan Luka Benda Tajam dan Tumpul

Berita Terkait

Minggu, 13 September 2026 - 07:40 WIB

Polemik Perumahan LBS 2 Mencuat, DPRD Bekasi Dorong Evaluasi Perizinan dan PSU

Selasa, 25 Agustus 2026 - 11:10 WIB

Pesan Menyentuh Gus Imam Hafash di Maulid Nabi PNI Cibitung: Bayangkan Rasulullah Ada di Depan Kita

Rabu, 12 Agustus 2026 - 12:59 WIB

Debt Collector Ditahan, Diduga Hantam Warga Pakai Kursi hingga Terluka

Senin, 13 Juli 2026 - 12:31 WIB

Firefighter Skill Competition 2026 di Bekasi Diikuti Puluhan Tim Pemadam Industri

Kamis, 9 Juli 2026 - 14:47 WIB

Jiovanno: Tujuan Revisi Tutup Celah Hukum

Berita Terbaru

Keterangan Foto:
Calon Kepala Desa Muktiwari nomor urut 1, H. Bahrudin, S.E., bersama pendukungnya mengikuti rangkaian kampanye Pilkades Muktiwari, Kecamatan Cibitung, Kabupaten Bekasi, Sabtu (12/9/2026). Kampanye mengusung tagline “Birukan Langit, Putihkan Hati” dan mendapat antusiasme dari warga.

Pilkades

Bahrudin Nomor Hiji, Ribuan Warga Muktiwari Tumpah Ruah

Sabtu, 12 Sep 2026 - 20:11 WIB