Jadi Daerah Terdampak Kekeringan Terparah, Ini Langkah Pemkab Indramayu

- Redaksi

Selasa, 16 Juli 2019 - 22:50 WIB

google preferred source facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

google preferred source icon facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

🎯 Promosikan Bisnis Anda di rakyatjabarnews.com
Hubungi Kami !

RJN, Indramayu – BPBD Jawa Barat belum lama ini merilis daftar wilayah yang paling terdampak kekeringan. Kabupaten Indramayu menjadi wilayah paling parah terdampak kekeringan.

Merespons persoalan kekeringan yang saat ini berdasarkan data BPBD Jabar melanda 20 kecamatan di kota mangga, Pemkab Indramayu tengah mengusulkan bantuan kepada Pemerintah Pusat bagi petani yang mengalami kekeringan.

Baca Juga :  7 Desa di Kuningan Terancam Krisis Air Bersih

Hal itu disampaikan langsung oleh Bupati Indramayu Supendi di sela-sela kegiatanya. “Kita tengah mengusulkan bantuan kepada Pemerintah,” ucap Bupati Indramayu Supendi. Selasa (16/7/2019).

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Namun untuk jumlahnya sendiri, Bupati Indramayu Supendi mengatakan, masih terus menginventarisir berapa luas wilayah yang mengalami kekeringan. Seiring dengan terus dilakukanya penyelamatan tanaman padi.

Baca Juga :  Petani di Majalengka tak Tertarik Beralih dari Padi ke Kedelai

“Berapa yang bisa diatas dan berapa luas yang tidak terselamatkan. Mengingat areal pertanian di Kabupaten Indramayu sangat luas,” kata Supendi.

Baca Juga :  MM2100 Distribusikan Air Bersih di Desa Bantarjaya Pebayuran

Alasan Supendi mengajukan bantuan bagi petani yang mengalami kekeringan dikarenakan anggaran di pusat lebih besar dibanding daerah. Meskipun begitu, Supendi tidak menampik jika di adanya bantuan bagi petani yang bersumber dari APBD Indramayu. “Ada tapi relatif kecil,” pungkasnya.

(fis/rjn)

Follow WhatsApp Channel rakyatjabarnews.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Pesan Menyentuh Gus Imam Hafash di Maulid Nabi PNI Cibitung: Bayangkan Rasulullah Ada di Depan Kita
Firefighter Skill Competition 2026 di Bekasi Diikuti Puluhan Tim Pemadam Industri
Jiovanno: Tujuan Revisi Tutup Celah Hukum
Balita 2 Tahun Tewas di Bekasi, Paman Kandung Jadi Terduga Pelaku, Polisi Selidiki Dugaan Gangguan Jiwa
500 Personel Gabungan Amankan Eksekusi Rumah di Medan Satria Bekasi, Situasi Berjalan Kondusif
Masjid Baitul Makmur Cibitung Gelar Kurban 15 Hewan, Warga RW 016 Gotong Royong
Bapenda Kabupaten Bekasi Tegaskan Nilai Rp1 Juta per Meter Bukan Ketentuan Wajib dalam Perhitungan BPHTB
Revisi DPT BPD Muktiwari Disepakati, Ditarget Rampung 30 April

Berita Terkait

Selasa, 25 Agustus 2026 - 11:10 WIB

Pesan Menyentuh Gus Imam Hafash di Maulid Nabi PNI Cibitung: Bayangkan Rasulullah Ada di Depan Kita

Senin, 13 Juli 2026 - 12:31 WIB

Firefighter Skill Competition 2026 di Bekasi Diikuti Puluhan Tim Pemadam Industri

Kamis, 9 Juli 2026 - 14:47 WIB

Jiovanno: Tujuan Revisi Tutup Celah Hukum

Rabu, 3 Juni 2026 - 16:53 WIB

Balita 2 Tahun Tewas di Bekasi, Paman Kandung Jadi Terduga Pelaku, Polisi Selidiki Dugaan Gangguan Jiwa

Rabu, 3 Juni 2026 - 16:36 WIB

500 Personel Gabungan Amankan Eksekusi Rumah di Medan Satria Bekasi, Situasi Berjalan Kondusif

Berita Terbaru

Pengunjung melihat produk dan teknologi industri yang dipamerkan dalam GIFA Indonesia dan METEC Indonesia 2026 di JIExpo Kemayoran, Jakarta, Rabu (9/9/2026). Pameran ini diikuti lebih dari 260 eksibitor dari 19 negara dan menampilkan berbagai solusi teknologi untuk industri logam dan manufaktur.

Jakarta

GIFA Indonesia dan METEC Indonesia 2026 Resmi Dibuka

Rabu, 9 Sep 2026 - 12:23 WIB