DP3AKB Jabar Adakan Kegiatan Pelatihan Pesantren Ramah Anak

- Redaksi

Selasa, 30 April 2019 - 12:27 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

RJN, Cianjur – Dinas Pemberdayaan Perempuan Perlindungan Anak Dan Keluarga Berencana (DP3AKB) Provinsi Jawa Barat mengadakan kegiatan pelatihan Pesantren Ramah Anak tahun 2019 di Hotel Yasmin, Cianjur yang dilaksanakan selama 2 hari, 29-30 April 2019.

Dalam kegiatan ini diisi oleh pemateri dari Lembaga Swadaya Masyarakat (LSM) Bahtera, Hadi Utomo yang memberikan pencerahan soal permasalahan anak, menurut Hadi banyak permasalahan anak yang belum diketahui secara detail oleh para orang tua dan guru serta pola pendidikan yang paling tepat untuk diterapkan di rumah dan sekolah. Hadi menekankan pentingnya pendidikan anak.

Baca Juga :  Persija Jakarta Optimis Menang di Pertandingan Besok Saat Hadapi Barito Putera

“Tarbiyatul aulad, pendidikan anak secara Islam yang berawal dari Sirah Nabawiyah yang membentuk karakter pendidikan anak sejak dini, mengetahui hak-hak anak dan upaya penyelesaian anak yang bermasalah dengan cara-cara yang sesuai ajaran Islam,” ungkapnya dalam salah satu uraiannya.

Pemateri dari Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Anak (KPPA), Drs. H. Dodi Mohammad Hidayat, M.Kom.I menyampaikan jika program pesantren ramah anak merupakan program yang pertama di lingkungan Kementerian PPA dan merupakan program terobosan terbaik yang dilakukan di Jawa Barat.

Baca Juga :  Pemkot Bekasi Ubah Jam Operasional di Bulan Ramadhan Bagi Pelaku Usaha

“Program Pesantren Ramah anak adalah program baru di kementrian PPA, baru 3 tahun, tapi sudah sangat diseriuskan untuk pra sejak 2018, untuk lebih mencerdaskan kaum perempuan dan anak, pengarusutamaan gender dan hak-hak anak,” ungkapnya.

Menurut Dodi, Setiap tahun ada penilaian kota layak anak didalamnya asa unsur sekolah, dan pesantren layak anak, dan pada setiap tahun akan dievaluasi setiap tahunnya.

Baca Juga :  Wali Kota Bekasi Raih Penghargaan Top Pembina BUMD 2019

“Pesantren punya nilai strategis, bangsa ini bisa berubah oleh orang-orang pesantren, dan karena orang pesantren bisa masuk ke semua lini dalam berbagai aspek kehidupan, tak sekedar menjadi ulama,” ungkapnya.

Dihadiri perwakilan pondok pesantren se Jawa Barat yang terdiri dari para ustad, kyai dan kaum perempuan pesantren serta unsur Kementerian Agama Republik Indonesia, Kegiatan pelatihan memberikan pencerahan terhadap perlindungan anak dan kaum perempuan sesuai dengan hak-hak mereka. (red/rjn)

Follow WhatsApp Channel rakyatjabarnews.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Firefighter Skill Competition 2026 di Bekasi Diikuti Puluhan Tim Pemadam Industri
Jiovanno: Tujuan Revisi Tutup Celah Hukum
Balita 2 Tahun Tewas di Bekasi, Paman Kandung Jadi Terduga Pelaku, Polisi Selidiki Dugaan Gangguan Jiwa
500 Personel Gabungan Amankan Eksekusi Rumah di Medan Satria Bekasi, Situasi Berjalan Kondusif
Masjid Baitul Makmur Cibitung Gelar Kurban 15 Hewan, Warga RW 016 Gotong Royong
Bapenda Kabupaten Bekasi Tegaskan Nilai Rp1 Juta per Meter Bukan Ketentuan Wajib dalam Perhitungan BPHTB
Revisi DPT BPD Muktiwari Disepakati, Ditarget Rampung 30 April
DPT Desa Muktiwari Diprotes Warga, Panitia BPD Buka Suara

Berita Terkait

Senin, 13 Juli 2026 - 12:31 WIB

Firefighter Skill Competition 2026 di Bekasi Diikuti Puluhan Tim Pemadam Industri

Kamis, 9 Juli 2026 - 14:47 WIB

Jiovanno: Tujuan Revisi Tutup Celah Hukum

Rabu, 3 Juni 2026 - 16:53 WIB

Balita 2 Tahun Tewas di Bekasi, Paman Kandung Jadi Terduga Pelaku, Polisi Selidiki Dugaan Gangguan Jiwa

Rabu, 3 Juni 2026 - 16:36 WIB

500 Personel Gabungan Amankan Eksekusi Rumah di Medan Satria Bekasi, Situasi Berjalan Kondusif

Rabu, 27 Mei 2026 - 17:23 WIB

Masjid Baitul Makmur Cibitung Gelar Kurban 15 Hewan, Warga RW 016 Gotong Royong

Berita Terbaru