Santri selalu mengedepankan nilai-nilai agama dalam setiap perilakunya. Bagi santri, agama adalah mata air yang selalu mengalirkan inspirasi-inspirasi untuk menjaga dan menjunjung tinggi martabat kemanusiaan.
Kepala Kementerian Agama Kabupaten Bekasi, Asnawi menyampaikan, Kemenag diberi tugas oleh pemerintah untuk mengawal pesantren, termasuk kegiatan Hari Santri Nasional.
“Oleh sebab itu, saya bersyukur dan berterimakasih kepada Pemerintah Kabupaten Bekasi, Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama, Forum Pondok Pesantren, dinas terkait dan para alim ulama serta elemen masyarakat yang telah mendukung kegiatan Hari Santri Nasional tahun 2022 ini,” terangnya.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
Asnawai menyampaikan, Hari Santri Nasional diibaratkan sebagai Lebaran Santri, sebagai bentuk pengakuan terhadap keberadaan Santri.
“Karena sejak masa merebut kemerdekaan hingga saat ini, santri selalu berjuang membela agama dan bangsa,” terangnya.
Ia mengatakan, di Kabupaten Bekasi Pondok Pesantren berjumlah 301 yang terdaftar di Kemenag Kabupaten Bekasi.
Asnawi menyebutkan, eksistensi santri di Kabupaten Bekasi sudah tidak diragukan lagi. Bahkan di Kabupaten Bekasi saat ada sekitar 301 pondok pesantren yang terdaftar di Kemenag Kabupaten Bekasi.
“Yang belum terdaftar memang ada, nanti kita akan dorong sesuai dengan 5 Rukun Pondok Pesantren, yakni ada Kiyainya, Santri, Asrama (tempat tinggal), tempat ibadah serta kajian kitab kuningnya, jika lima ini sudah terpenuhi boleh ajukan ke kami untuk mendapatkan ijinnya,” katanya.
Dirinya berharap kepada para santri di Kabupaten Bekasi agar bisa mengisi tempat strategis seperti tingkat desa , kecamatan maupun di tingkat Kabupaten Bekasi, provinsi ataupun tingkat nasional.
“Bahkan saat ini pun, banyak tokoh kita, dari Kabupaten Bekasi yang berlatar belakang santri duduk di level nasional,” terangnya.(*)






















