Warga Bendungan Keluhkan Penghotmix yang Tidak Sesuai RAB

- Redaksi

Rabu, 16 Mei 2018 - 21:54 WIB

google preferred source facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

google preferred source icon facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

🎯 Promosikan Bisnis Anda di rakyatjabarnews.com
Hubungi Kami !

RakyatJabarNews.com, Cirebon – Pembangunan infrastruktur jalan Pangenan-Bendungan, Kecamatan Pangemanan Kabupaten Cirebon, yang dilaksanakan oleh CV. Bintang Timur dikeluhkan oleh warga setempat. Hal tersebut dikarenakan ketebalan tidak sesuai dengan yang tertuang dalam RAB (Rencana Anggaran Biaya) yang dikeluarkan oleh Dinas PUPR Kabupaten Cirebon.

“Kami warga Bendungan sangat dirugikan oleh kontraktor yang mengerjakan proyek jalan ini, karena ketebalan yang seharusnya 3 cm, ternyata hanya 1,4 cm,” ujar salah satu warga, Tado (45), saat ditemui di sekitar lokasi, Rabu (16/5).

Baca Juga :  Jelang Tahun Baru, Pedagang Terompet dan Kembang Api Keluhkan Sepinya Pembeli

Masih menurut Tado, dengan dikuranginya ketebalan hotmix oleh kontraktor, maka kekuatan jalan akan berkurang. Dan ini jelas merugikan warga Bendungan sebagai pengguna jalan bila mana kerusakan jalan terjadi akibat dikuranginya material hotmix oleh kontraktor.

Senada dengan warga lainnya, Satori yang juga tokoh masyarakat Pangenan mengatakan, bahwa ulah kontraktor yang mengurangi ketebalan material jalan, selain merugikan masyarakat juga merugikan negara.

“Ini jelas merugikan negara. Anggaran pembangunan infrastruktur berasal dari pajak masyarakat,” terangnya.

Ditambahkan Satori, proyek pembangunan jalan di Bendungan merupakan uang yang berasal dari pajak masyarakat dan pengurangan ketebalan material hotmix sudah termasuk tindak pidana korupsi.

Baca Juga :  Imbas Jalur Lumpuh Total, PT KAI Kembalikan Bea 100%

“Ini jelas sudah termasuk tindak korupsi, dengan cara mengurangi material,” pungkasnya.

Sedangkan saat hendak mengklarifikasi kepada pelaksana proyek jalan Pangenan-Bendungan, yang bersangkutan tidak ada di lokasi pengerjaan proyek.(Ymd/RJN)

Follow WhatsApp Channel rakyatjabarnews.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Parlemen Bayangan Soroti Lemahnya Pengawasan MBG Usai 400 Siswa Diduga Keracunan di Cirebon
Komunitas Honda Tembus 50.000 Anggota, Pesta Besar Digelar 7 November
Pokdarwis Kuya Asih Perkuat Promosi Digital Wisata Belawa
Babarik Kanci Bertahan di Era Modern, Tradisi Leluhur Satukan Warga Cirebon
Air Ciremai Jadi Sorotan, Aktivis Ingatkan Dampak Geotermal bagi Cirebon Timur
Bisri: Putusan MK Tegaskan Gibran Sah, Polemik Ijazah Dinilai Bermotif Politik
Geotermal Ciremai Ditolak, Hamzaiya Ingatkan Cirebon Timur Tak Abaikan Lingkungan
BBWS Cimancis Salurkan 15.000 Liter Air ke Sawah Terdampak Kekeringan di Cirebon

Berita Terkait

Sabtu, 24 Oktober 2026 - 12:00 WIB

Parlemen Bayangan Soroti Lemahnya Pengawasan MBG Usai 400 Siswa Diduga Keracunan di Cirebon

Sabtu, 24 Oktober 2026 - 09:18 WIB

Komunitas Honda Tembus 50.000 Anggota, Pesta Besar Digelar 7 November

Minggu, 18 Oktober 2026 - 18:14 WIB

Pokdarwis Kuya Asih Perkuat Promosi Digital Wisata Belawa

Sabtu, 17 Oktober 2026 - 15:28 WIB

Babarik Kanci Bertahan di Era Modern, Tradisi Leluhur Satukan Warga Cirebon

Jumat, 9 Oktober 2026 - 19:07 WIB

Air Ciremai Jadi Sorotan, Aktivis Ingatkan Dampak Geotermal bagi Cirebon Timur

Berita Terbaru