Suka Duka Petugas Palang Pintu Perlintasan Kereta Api Sindanglaut

- Redaksi

Rabu, 7 Februari 2018 - 00:05 WIB

google preferred source facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

google preferred source icon facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

🎯 Promosikan Bisnis Anda di rakyatjabarnews.com
Hubungi Kami !

RakyatJabarNews.com, Cirebon – Kehidupan penjaga palang pintu perlintasan kereta api memunculkan banyak kisah suka dan duka dalam menjalankan tugasnya. Seperti sosok Suhadi (54), petugas PJL 226 Sindanglaut Daop 3 Cirebon yang telah mengabdikan diri selama 24 tahun di pintu perlintasan kereta api Sindanglaut milik PT Kereta Api Indonesia (KAI).

Saat ditemui di pos perlintasan Sindanglaut atau biasa disebut Pos Geblagan Sindanglaut di Jalan Raya Sindanglaut Pabuaran Kecamatan Lemahabang Kabupaten Cirebon hari Selasa (6/3), dia tengah berjaga dengan empat personel lainnya yang terbagi menjadi tiga shift.

Baca Juga :  PT KAI Alami Kerugian Rp 808 Juta Imbas Mogoknya Truk Pengangkut Crane

Kepada awak media, Suhadi menjelaskan tentang cara kerja palang pintu perlintasan. Pada dasarnya, sirine dan palang pintu lintasan kereta berbunyi dan bergerak secara otomatis. Pengoperasian manual hanya dilakukan petugas jika sinyal mati, misalnya akibat tersambar petir.

“Bagaimana pun, tugas mengawasi palang pintu tidak bisa diremehkan. Tiap perlintasan ini punya karakter sendiri,” tutur Suhadi yang tinggal di kawasan Kubang Karang ini.

Di pos tempat Suhadi berjaga, lintasan kerap dilewati oleh mobil elf jurusan Ciledug-Cirebon dan angkutan desa, serta berjubelnya pemotor. Mereka kerap tidak mengikuti aturan, bahkan kerap kali menyerobot jalan di arah berlawanan.

Baca Juga :  Wow, Inilah DJ Cantik Asal Cirebon yang Penuh Talenta

Menanggapi hal itu, Suhadi pun hanya melihat geli ulah pengendara roda empat maupun roda dua yang tidak disiplin dalam berlalu lintas.

“Pas kereta lewat, para pengendara baik mobil maupun motor buru-buru mau nyebrang, dan tidak beraturan saling serobot,” pungkasnya.(Ymd/RJN)

Follow WhatsApp Channel rakyatjabarnews.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

APINDO Cirebon Ingatkan Polemik PT Yihong Novatex Jangan Digiring Jadi Opini
HUT ke-105, RSD Gunung Jati Perkuat Layanan Rujukan
OTT Rektor Jadi Alarm, Prof Sugianto Soroti Integritas dan Tata Kelola Kampus
Maxim Perkuat UMKM di 400 Kota, Bantu Pelaku Usaha Tekan Biaya Operasional
Pemuda Patriot dan Digdaya Ajak Generasi Muda Jaga Ketertiban dan Persatuan Bangsa
Go-Woman.id Gelar Seminar UMKM Perempuan, Dorong Bisnis Rumahan Naik Kelas
KPU Kabupaten Cirebon Tetapkan 1,84 Juta Pemilih, Partisipasi Masyarakat Jadi Kunci Akurasi Data
JTT Tanam 300 Pohon di Tol Trans Jawa, Dorong Infrastruktur Hijau dan Berkelanjutan

Berita Terkait

Rabu, 2 September 2026 - 12:25 WIB

APINDO Cirebon Ingatkan Polemik PT Yihong Novatex Jangan Digiring Jadi Opini

Selasa, 1 September 2026 - 06:44 WIB

HUT ke-105, RSD Gunung Jati Perkuat Layanan Rujukan

Selasa, 1 September 2026 - 06:34 WIB

OTT Rektor Jadi Alarm, Prof Sugianto Soroti Integritas dan Tata Kelola Kampus

Kamis, 16 Juli 2026 - 22:06 WIB

Maxim Perkuat UMKM di 400 Kota, Bantu Pelaku Usaha Tekan Biaya Operasional

Jumat, 10 Juli 2026 - 20:50 WIB

Pemuda Patriot dan Digdaya Ajak Generasi Muda Jaga Ketertiban dan Persatuan Bangsa

Berita Terbaru