JAKARTA, RAKYATJABARNEWS.COM – Libur panjang Hari Raya Iduladha 1447 Hijriah dimanfaatkan masyarakat untuk bepergian ke berbagai daerah. PT Jasa Marga (Persero) Tbk mencatat sebanyak 469.319 kendaraan meninggalkan wilayah Jabotabek selama periode H-1 hingga H+1 Iduladha atau pada 26-28 Mei 2026.
Jumlah tersebut meningkat 14,65 persen dibandingkan kondisi lalu lintas normal yang mencapai 409.344 kendaraan. Data tersebut merupakan akumulasi kendaraan yang melintas melalui empat gerbang tol utama, yakni Gerbang Tol (GT) Cikampek Utama, GT Kalihurip Utama, GT Cikupa, dan GT Ciawi.
Direktur Utama PT Jasa Marga (Persero) Tbk, Rivan A. Purwantono, mengatakan lonjakan lalu lintas paling besar terjadi ke arah Timur, yaitu menuju Trans Jawa dan Bandung.
“Dari total kendaraan yang keluar Jabotabek, sebanyak 218.225 kendaraan atau 46,5 persen bergerak menuju arah Timur. Sementara 135.842 kendaraan menuju Merak dan 115.252 kendaraan menuju kawasan Puncak,” ujarnya, Jumat (29/5/2026).
Berdasarkan data Jasa Marga, volume kendaraan menuju Trans Jawa melalui GT Cikampek Utama mencapai 112.060 kendaraan atau meningkat 38,35 persen dibandingkan lalu lintas normal. Sedangkan kendaraan menuju Bandung melalui GT Kalihurip Utama mencapai 106.165 kendaraan atau naik 23,92 persen.
Secara keseluruhan, arus kendaraan menuju Trans Jawa dan Bandung melonjak hingga 30,93 persen dibandingkan hari biasa.
Sementara itu, kendaraan yang menuju Merak melalui GT Cikupa tercatat sebanyak 135.842 kendaraan atau turun 5,83 persen dibandingkan kondisi normal. Adapun kendaraan menuju kawasan wisata Puncak melalui GT Ciawi mencapai 115.252 kendaraan atau meningkat 17,10 persen.
Khusus pada H+1 Iduladha atau Kamis (28/5/2026), Jasa Marga mencatat sebanyak 148.280 kendaraan keluar dari Jabotabek. Angka tersebut naik 5,20 persen dibandingkan volume lalu lintas normal.
Untuk mengantisipasi lonjakan mobilitas masyarakat selama periode libur panjang Iduladha, Waisak, dan Hari Lahir Pancasila, Jasa Marga mengoptimalkan fungsi Jasamarga Tollroad Command Center (JMTC) sebagai pusat kendali lalu lintas berbasis teknologi.
Menurut Rivan, sistem JMTC memungkinkan pemantauan kondisi jalan tol secara real time melalui integrasi berbagai perangkat Intelligent Transport System (ITS), termasuk CCTV, traffic counting, Dynamic Message Sign (DMS), serta jaringan komunikasi terpadu dengan petugas lapangan dan kepolisian.
“Kami mengoptimalkan teknologi JMTC agar kondisi lalu lintas dapat dipantau secara cepat dan akurat sehingga potensi kepadatan dapat diantisipasi lebih dini,” katanya.
Selain teknologi, Jasa Marga juga memastikan seluruh layanan operasional tetap siaga selama 24 jam. Petugas transaksi, layanan lalu lintas, hingga fasilitas rest area disiapkan untuk menjaga kenyamanan pengguna jalan selama masa liburan.
Jasa Marga juga mengajak pengguna jalan memanfaatkan aplikasi Travoy untuk memperoleh informasi lalu lintas terkini, memantau CCTV jalan tol secara langsung, mengecek tarif tol, hingga mengetahui kapasitas parkir dan fasilitas di rest area.
Dengan dukungan teknologi dan kesiapan operasional tersebut, Jasa Marga berharap perjalanan masyarakat selama libur panjang dapat berlangsung lebih aman, nyaman, dan lancar. (*)










