Sekolah Rakyat Bekasi Mulai Juli 2026, Gratis untuk Anak Miskin Ekstrem dan Putus Sekolah

- Redaksi

Senin, 18 Mei 2026 - 16:00 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Keterangan Foto:
Kepala Staf Kepresidenan Dudung Abdurachman bersama Plt Bupati Bekasi Asep Surya Atmaja dan jajaran meninjau pembangunan Sekolah Rakyat di Kompleks Pemkab Bekasi, Cikarang Pusat, Senin (18/05/2026). Sekolah gratis berkonsep asrama itu ditargetkan mulai beroperasi pada Juli 2026 untuk anak-anak miskin ekstrem dan putus sekolah.

i

Keterangan Foto: Kepala Staf Kepresidenan Dudung Abdurachman bersama Plt Bupati Bekasi Asep Surya Atmaja dan jajaran meninjau pembangunan Sekolah Rakyat di Kompleks Pemkab Bekasi, Cikarang Pusat, Senin (18/05/2026). Sekolah gratis berkonsep asrama itu ditargetkan mulai beroperasi pada Juli 2026 untuk anak-anak miskin ekstrem dan putus sekolah.

Kabupaten Bekasi – Pemerintah Kabupaten Bekasi memastikan program Sekolah Rakyat, program prioritas Presiden Prabowo Subianto, siap beroperasi pada tahun ajaran baru Juli 2026. Program ini diproyeksikan menjadi harapan baru bagi anak-anak dari keluarga miskin ekstrem, termasuk mereka yang putus sekolah hingga hidup di jalanan.

Kepastian itu disampaikan Plt Bupati Bekasi Asep Surya Atmaja usai mendampingi kunjungan Kepala Staf Kepresidenan Dudung Abdurachman ke lokasi pembangunan Sekolah Rakyat di Kompleks Pemkab Bekasi, Cikarang Pusat, Senin (18/05/2026).

Menurut Asep, Pemkab Bekasi telah menyiapkan lahan seluas sekitar 5,4 hektare demi mendukung percepatan pembangunan sekolah berkonsep boarding school tersebut.

“Pemkab menyiapkan lahannya, sementara pembangunan fisiknya dilakukan pemerintah pusat melalui Kementerian PU,” ujarnya.

Yang menarik, Sekolah Rakyat bukan hanya menerima siswa baru, tetapi juga membuka pintu bagi anak-anak yang selama ini kehilangan akses pendidikan.

Baca Juga :  TPA Burangkeng Kembali Normal Usai Sempat Terkendala

“Ada anak usia 13 tahun tapi belum pernah sekolah atau putus sekolah dan kembali masuk SD. Anak-anak seperti itu akan kita tarik lagi agar bisa sekolah,” katanya.

Program ini secara khusus menyasar masyarakat kategori desil 1 dan desil 2 atau kelompok miskin dan miskin ekstrem berdasarkan data pemerintah pusat. Pemerintah memastikan sekolah ini bukan untuk kalangan mampu, melainkan benar-benar diprioritaskan bagi warga yang membutuhkan.

“Yang diverifikasi itu desil 1 dan desil 2. Jadi memang untuk keluarga kurang mampu, termasuk anak-anak putus sekolah,” tegasnya.

Pada tahap awal, Kabupaten Bekasi mendapat kuota 270 siswa yang terbagi untuk jenjang SD, SMP dan SMA. Masing-masing tingkat mendapat jatah 90 siswa dengan total sembilan rombongan belajar.

Baca Juga :  Pemkab Bekasi Fasilitasi Rapid Test Santri Pondok Pesantren Gontor

Saat ini proses pendaftaran dan verifikasi masih berlangsung. Data sementara menunjukkan sudah ada 10 calon siswa SD, 31 siswa SMP dan 80 siswa SMA yang mendaftar.

Asep menyebut Kabupaten Bekasi menjadi salah satu daerah yang mendapat perhatian besar dari pemerintah pusat melalui program prioritas nasional tersebut.

“Alhamdulillah Bekasi mendapatkan Sekolah Rakyat dan juga proyek PSEL. Ini bentuk perhatian pemerintah pusat kepada Kabupaten Bekasi,” ucapnya.

Sementara itu, Kepala Dinas Sosial Kabupaten Bekasi Alamsyah mengatakan persiapan pembangunan sebenarnya sudah dimulai sejak April 2025. Berbagai aspek seperti tata ruang, lingkungan, drainase hingga perizinan telah diproses.

Kini fokus pemerintah adalah memastikan calon siswa benar-benar berasal dari keluarga yang membutuhkan. Pendataan dilakukan menggunakan basis data Kementerian Sosial yang diverifikasi bersama Badan Pusat Statistik (BPS) dan pendamping Program Keluarga Harapan (PKH).

Baca Juga :  Skandal Korupsi Rp4,7 Miliar: 5 Legislator DPRD Bekasi Diperiksa Penyidik Kejari

Berdasarkan data sementara, terdapat sekitar 38.180 keluarga kategori desil 1 dan 47.058 keluarga kategori desil 2 di Kabupaten Bekasi yang berpotensi menjadi sasaran program tersebut.

Tak hanya sekolah gratis, seluruh kebutuhan siswa juga akan ditanggung pemerintah mulai dari tempat tinggal, makan, seragam hingga fasilitas penunjang lainnya.

“Gratis dari masuk sampai lulus. Semua fasilitas penunjang juga disiapkan pemerintah,” kata Alamsyah.

Meski demikian, pemerintah mengakui masih ada sebagian orang tua yang ragu melepas anaknya tinggal di asrama. Karena itu, sosialisasi terus dilakukan agar masyarakat memahami manfaat Sekolah Rakyat sebagai solusi memutus rantai kemiskinan melalui pendidikan dan pembentukan karakter. (*)

Follow WhatsApp Channel rakyatjabarnews.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Fraksi PKB Soroti Temuan BPK hingga SiLPA Tinggi dalam Paripurna DPRD Kabupaten Bekasi
Proyek IPAL Jadi Sorotan, Plt Bupati Bekasi Minta Dua Dinas Beri Penjelasan
Plt. Bupati Bekasi Akan Panggil Direktur RSUD, Soroti Pelayanan hingga Kondisi Keuangan
Terungkap! Bocah 4 Tahun di Tarumajaya Diduga Dianiaya Ibu Tiri hingga Masuk PICU
Bocah 4 Tahun di Bekasi Kritis Diduga Dianiaya Ibu Tiri, Polisi Ungkap Kekerasan Berulang
Bappeda Kabupaten Bekasi Minta OPD Susun Program Berbasis Data dan Tepat Sasaran
Firefighter Skill Competition 2026 Disdamkar Kabupaten Bekasi Diserbu Peserta, Antusiasme Industri Melonjak
Komisi IV DPRD Kabupaten Bekasi Dukung Satgas Mitigasi PHK, Haryanto: Cegah PHK Sebelum Terjadi

Berita Terkait

Selasa, 14 Juli 2026 - 15:11 WIB

Fraksi PKB Soroti Temuan BPK hingga SiLPA Tinggi dalam Paripurna DPRD Kabupaten Bekasi

Senin, 13 Juli 2026 - 18:22 WIB

Plt. Bupati Bekasi Akan Panggil Direktur RSUD, Soroti Pelayanan hingga Kondisi Keuangan

Senin, 13 Juli 2026 - 17:00 WIB

Terungkap! Bocah 4 Tahun di Tarumajaya Diduga Dianiaya Ibu Tiri hingga Masuk PICU

Senin, 13 Juli 2026 - 16:10 WIB

Bocah 4 Tahun di Bekasi Kritis Diduga Dianiaya Ibu Tiri, Polisi Ungkap Kekerasan Berulang

Senin, 13 Juli 2026 - 15:14 WIB

Bappeda Kabupaten Bekasi Minta OPD Susun Program Berbasis Data dan Tepat Sasaran

Berita Terbaru

JAECOO J7 SHS-P, SUV premium yang dibekali teknologi Super Intelligent Valet Parking (SIVP), menjadi sorotan setelah diduga digunakan dalam pengujian fitur parkir otomatis di Jakarta. Teknologi intelligent driving tersebut dirancang untuk memudahkan proses parkir secara lebih cerdas, praktis, dan aman.

Jakarta

SUV JAECOO Parkir Otomatis di Jakarta Viral

Selasa, 14 Jul 2026 - 16:47 WIB

Menteri Ketenagakerjaan RI Yassierli menyampaikan paparan dalam sebuah kegiatan resmi di Jakarta. Yassierli dijadwalkan menghadiri Labour and Employment Ministers' Meeting (LEMM) BRICS di India pada 15–16 Juli 2026 untuk membahas isu jaminan sosial, pengembangan keterampilan, dan masa depan dunia kerja. Foto: Kemnaker RI.

Internasional

Menaker RI ke Forum BRICS, Bahas Nasib Pekerja dan Jaminan Sosial

Selasa, 14 Jul 2026 - 16:17 WIB