SDN Sukaluyu 3 Kabupaten Garut Sepi Pendaftar

- Redaksi

Kamis, 6 Juli 2017 - 21:47 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

RakyatJabarNews.com, Garut – Memasuki Tahun Pelajaran baru 2017/2018, animo masyarakat menyekolahkan anaknya ke SDN Sukaluyu 3, Kecamatan Sukawening, Kabupaten Garut menurun drastis.

Hal itu tentu saja membuat prihatin jajaran Komite SDN Sukaluyu 3. Saat ini tercatat sebanyak 18 orang. Padahal, tahun-tahun sebelumnya jumlah pendaftar lebih dari 50 orang. Artinya, menurun drastis jika dibandingkan dengan tahun-tahun sebelumnya.

Baca Juga :  Saka Bhayangkara Polres Metro Bekasi Ikut Serta Pengamanan Arus Mudik Lebaran

”Berbanding terbalik dengan jumlah kelas 6 yang meninggalkan atau yang melanjutkan ke tingkat SMP, yakni sekitar 70 siswa,” kata salah satu anggota Komite SDN Sukaluyu 3, Riksa, Kamis (6/7/2017).

Baca Juga :  Karyawan PT XL Axiata Tbk Terus Melanjutkan Program Mengajar ke Berbagai Elemen Masyarakat

Menurut Riksa, penurunan jumlah murid tersebut dirasakan ketika Kepala SDN Sukaluyu 3, Ny. Tarmini memasuki masa pensiun. Tidak hanya menurun dalam jumlah siswa, prestasi di bidang olahraga pun terjun bebas.

Untuk mengembalikan kepercayaan kembali dari masyarakat, tentunya dibutuhkan sebuah kerjasama antara tenaga pendidik dan Komite SDN Sukaluyu 3 untuk mencari akar permasalahnya.

Baca Juga :  Seluruh Mahasiswa Sentil Kebijakan Kampus Pelita Bangsa

”Saya sangat prihatin dengan kondisi saat ini. SDN Sukaluyu 3 hanya memiliki tiga guru PNS. Sisanya belasan orang berstatus guru honor,” pungkasnya. (Asp/RJN)

Follow WhatsApp Channel rakyatjabarnews.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Wakil Wali Kota Bekasi Pantau Hari Pertama Sekolah, Pastikan MPLS dan Pembelajaran Berjalan Lancar
Tri Adhianto Tinjau Hari Pertama Sekolah di SMPN 12 Bekasi, Pastikan MPLS Ramah Berjalan Optimal
28 Tahun Reformasi, Pemuda Patriot Ajak Generasi Muda Jaga Kedamaian dan Stabilitas Bangsa
Pemuda Patriot dan Digdaya Ajak Generasi Muda Jaga Stabilitas dan Kedamaian Bangsa
Kuota SMPN 7 Cibitung Mentok, Warga Muktiwari Siap Ngadu ke Kang Dedi Mulyadi
Imam Faturochman: Semua Siswa Harus Tetap Mendapat Akses Pendidikan
ParagonCorp dan ITB Revitalisasi Dome Theater, Hadirkan Ruang Belajar Imersif
Kuota Penuh, Warga Muktiwari Geruduk SMPN 7 Cibitung Desak Pemkab Bekasi Tambah Rombel
Tag :

Berita Terkait

Senin, 13 Juli 2026 - 11:31 WIB

Wakil Wali Kota Bekasi Pantau Hari Pertama Sekolah, Pastikan MPLS dan Pembelajaran Berjalan Lancar

Senin, 13 Juli 2026 - 09:09 WIB

Tri Adhianto Tinjau Hari Pertama Sekolah di SMPN 12 Bekasi, Pastikan MPLS Ramah Berjalan Optimal

Sabtu, 11 Juli 2026 - 17:05 WIB

28 Tahun Reformasi, Pemuda Patriot Ajak Generasi Muda Jaga Kedamaian dan Stabilitas Bangsa

Sabtu, 11 Juli 2026 - 16:08 WIB

Pemuda Patriot dan Digdaya Ajak Generasi Muda Jaga Stabilitas dan Kedamaian Bangsa

Rabu, 8 Juli 2026 - 13:49 WIB

Kuota SMPN 7 Cibitung Mentok, Warga Muktiwari Siap Ngadu ke Kang Dedi Mulyadi

Berita Terbaru

JAECOO J7 SHS-P, SUV premium yang dibekali teknologi Super Intelligent Valet Parking (SIVP), menjadi sorotan setelah diduga digunakan dalam pengujian fitur parkir otomatis di Jakarta. Teknologi intelligent driving tersebut dirancang untuk memudahkan proses parkir secara lebih cerdas, praktis, dan aman.

Jakarta

SUV JAECOO Parkir Otomatis di Jakarta Viral

Selasa, 14 Jul 2026 - 16:47 WIB

Menteri Ketenagakerjaan RI Yassierli menyampaikan paparan dalam sebuah kegiatan resmi di Jakarta. Yassierli dijadwalkan menghadiri Labour and Employment Ministers' Meeting (LEMM) BRICS di India pada 15–16 Juli 2026 untuk membahas isu jaminan sosial, pengembangan keterampilan, dan masa depan dunia kerja. Foto: Kemnaker RI.

Internasional

Menaker RI ke Forum BRICS, Bahas Nasib Pekerja dan Jaminan Sosial

Selasa, 14 Jul 2026 - 16:17 WIB