Imam Faturochman: Semua Siswa Harus Tetap Mendapat Akses Pendidikan

- Redaksi

Selasa, 7 Juli 2026 - 18:26 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Bekasi, Imam Faturochman, memberikan keterangan kepada awak media usai membahas pelaksanaan PPDB 2026. Ia menegaskan Disdik terus mengupayakan seluruh calon peserta didik memperoleh akses pendidikan meski daya tampung sekolah negeri masih terbatas.

i

Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Bekasi, Imam Faturochman, memberikan keterangan kepada awak media usai membahas pelaksanaan PPDB 2026. Ia menegaskan Disdik terus mengupayakan seluruh calon peserta didik memperoleh akses pendidikan meski daya tampung sekolah negeri masih terbatas.

KABUPATEN BEKASI – Dinas Pendidikan (Disdik) Kabupaten Bekasi mengakui masih kekurangan sekitar 2.500 ruang kelas. Kondisi tersebut menjadi salah satu penyebab terbatasnya daya tampung sekolah negeri dalam proses Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) tahun 2026.

Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Bekasi, Imam Faturochman, mengatakan kebutuhan ruang kelas masih menjadi pekerjaan rumah pemerintah daerah agar seluruh anak usia sekolah dapat mengakses pendidikan yang layak.

“Kalau ingin seluruh proses belajar mengajar berjalan dalam satu sif, Kabupaten Bekasi masih kekurangan sekitar 2.500 ruang kelas,” kata Imam kepada wartawan, Selasa (7/7/2026).

Baca Juga :  Bang Madong Soroti Seragam Sekolah Mahal: Jangan Jadikan Koperasi Alat Pemaksaan!

Meski demikian, Imam menjelaskan kebutuhan pendidikan masih dapat ditopang oleh sekolah swasta yang hingga kini masih memiliki daya tampung.

Menurutnya, pemerintah daerah terus berupaya memastikan seluruh anak tetap mendapatkan akses pendidikan, baik di sekolah negeri maupun swasta.

“Kami berusaha memberikan akses pendidikan yang baik bagi masyarakat. Sekolah swasta juga menjadi bagian dari solusi karena masih memiliki daya tampung,” ujarnya.

Imam menjelaskan, kuota penerimaan peserta didik di setiap sekolah tidak ditentukan secara sembarangan. Penetapannya dilakukan berdasarkan usulan masing-masing sekolah dengan mempertimbangkan jumlah lulusan, ketersediaan guru, serta kondisi sarana dan prasarana.

Baca Juga :  HUT ke-29 Kota Bekasi, DPRD Harap Pembangunan Makin Merata dan Tingkatkan Kesejahteraan Warga

Ia menegaskan, kapasitas ruang kelas harus tetap mengacu pada standar agar proses belajar mengajar berlangsung efektif.

“Untuk SD idealnya satu rombongan belajar berisi 28 siswa, sedangkan SMP 32 siswa. Kalau dipaksakan melebihi kapasitas, tentu akan berdampak pada kenyamanan dan kualitas pembelajaran,” katanya.

Menanggapi keluhan orang tua siswa terkait keterbatasan daya tampung di SDN 03 Muktiwari dan SMPN 7 Cibitung, Imam mengatakan pihaknya telah berkoordinasi dengan DPRD Kabupaten Bekasi.

Menurutnya, SMPN 7 Cibitung merupakan sekolah yang masih baru sehingga jumlah ruang kelas yang tersedia belum mampu mengakomodasi seluruh kebutuhan masyarakat di wilayah tersebut.

Baca Juga :  Tingkatkan Prestasi Olahraga, STIE Tribuana Sabet Gelar Nationals

“Kami sudah berkoordinasi dengan DPRD terkait kebutuhan ruang kelas di SMPN 7 Cibitung. Memang sekolah itu masih baru sehingga ruang kelasnya belum ideal dibandingkan jumlah calon peserta didik di sekitarnya,” ujarnya.

Meski masih ada sejumlah calon siswa yang belum diterima di sekolah pilihan, Imam memastikan pemerintah daerah terus mencari solusi agar mereka tetap bisa memperoleh layanan pendidikan.

“Insyaallah persoalan ini bisa ditangani dengan baik. Yang terpenting seluruh anak tetap mendapatkan haknya untuk bersekolah,” pungkasnya.

(adv)

Follow WhatsApp Channel rakyatjabarnews.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Soroti Daya Tampung SMPN 7 Cibitung, Kadisdik Bekasi Pastikan Sekolah Baru Dibangun
Hari Pertama MPLS di Bekasi Jadi Sorotan, Kadisdik Tegas: Tak Ada Tempat untuk Perpeloncoan!
Wakil Wali Kota Bekasi Pantau Hari Pertama Sekolah, Pastikan MPLS dan Pembelajaran Berjalan Lancar
Tri Adhianto Tinjau Hari Pertama Sekolah di SMPN 12 Bekasi, Pastikan MPLS Ramah Berjalan Optimal
28 Tahun Reformasi, Pemuda Patriot Ajak Generasi Muda Jaga Kedamaian dan Stabilitas Bangsa
Pemuda Patriot dan Digdaya Ajak Generasi Muda Jaga Stabilitas dan Kedamaian Bangsa
Kuota SMPN 7 Cibitung Mentok, Warga Muktiwari Siap Ngadu ke Kang Dedi Mulyadi
ParagonCorp dan ITB Revitalisasi Dome Theater, Hadirkan Ruang Belajar Imersif

Berita Terkait

Rabu, 15 Juli 2026 - 18:16 WIB

Soroti Daya Tampung SMPN 7 Cibitung, Kadisdik Bekasi Pastikan Sekolah Baru Dibangun

Rabu, 15 Juli 2026 - 09:52 WIB

Hari Pertama MPLS di Bekasi Jadi Sorotan, Kadisdik Tegas: Tak Ada Tempat untuk Perpeloncoan!

Senin, 13 Juli 2026 - 11:31 WIB

Wakil Wali Kota Bekasi Pantau Hari Pertama Sekolah, Pastikan MPLS dan Pembelajaran Berjalan Lancar

Senin, 13 Juli 2026 - 09:09 WIB

Tri Adhianto Tinjau Hari Pertama Sekolah di SMPN 12 Bekasi, Pastikan MPLS Ramah Berjalan Optimal

Sabtu, 11 Juli 2026 - 17:05 WIB

28 Tahun Reformasi, Pemuda Patriot Ajak Generasi Muda Jaga Kedamaian dan Stabilitas Bangsa

Berita Terbaru

Anggota Komisi III DPRD Kabupaten Bekasi dari Fraksi Partai Gerindra, H. Bodin, memberikan keterangan kepada awak media di sela-sela rapat Panitia Khusus (Pansus) DPRD Kabupaten Bekasi, Kamis (16/7/2026).

Pemerintahan

Komisi III Desak Percepat Realisasi Infrastruktur

Kamis, 16 Jul 2026 - 22:48 WIB

Kerjasama Hubungi Kami