Kuota Penuh, Warga Muktiwari Geruduk SMPN 7 Cibitung Desak Pemkab Bekasi Tambah Rombel

- Redaksi

Jumat, 3 Juli 2026 - 20:59 WIB

google preferred source facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

google preferred source icon facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

🎯 Promosikan Bisnis Anda di rakyatjabarnews.com
Hubungi Kami !

Puluhan warga Desa Muktiwari menghadiri audiensi di SMP Negeri 7 Cibitung guna menyampaikan aspirasi agar Pemerintah Kabupaten Bekasi melalui Dinas Pendidikan menambah rombongan belajar dan kapasitas ruang kelas demi memperluas akses pendidikan bagi siswa di wilayah setempat.

i

Puluhan warga Desa Muktiwari menghadiri audiensi di SMP Negeri 7 Cibitung guna menyampaikan aspirasi agar Pemerintah Kabupaten Bekasi melalui Dinas Pendidikan menambah rombongan belajar dan kapasitas ruang kelas demi memperluas akses pendidikan bagi siswa di wilayah setempat.

KABUPATEN BEKASI, CIBITUNG — Pintu gerbang SMP Negeri 7 Cibitung di Perumahan LBS 2, Kabupaten Bekasi, menjadi tujuan puluhan ibu-ibu dari Desa Muktiwari pada momentum Penerimaan Murid Baru. Mereka datang bukan untuk memprotes sekolah, melainkan mempertanyakan mengapa anak-anak yang tinggal di sekitar sekolah justru tidak lagi mendapatkan ruang belajar di sekolah negeri terdekat.

Tuntutan mereka sederhana: pemerintah menambah rombongan belajar (rombel) atau ruang kelas agar lebih banyak siswa dapat diterima. Namun, di balik tuntutan tersebut tersimpan persoalan yang lebih besar, yakni ketimpangan antara pertumbuhan jumlah peserta didik dengan kapasitas sekolah negeri yang tersedia.

Aksi berlangsung tertib. Warga didampingi Koordinator Lembaga Aspirasi Masyarakat Indonesia (LAMI), Sutarno, BPD Desa Muktiwari terpilih Anen Cerdik Parwoto (ACP), serta perangkat Desa Muktiwari. Mereka menilai persoalan ini tidak bisa dipandang sebagai masalah tahunan yang selesai setelah proses penerimaan murid berakhir.

Perwakilan SMP Negeri 7 Cibitung menjelaskan sekolah tidak memiliki kewenangan menambah kuota secara mandiri. Seluruh daya tampung telah ditetapkan sesuai ketentuan dari Dinas Pendidikan Kabupaten Bekasi.

Meski demikian, pihak sekolah menyatakan siap menerima tambahan siswa apabila pemerintah daerah mengeluarkan kebijakan resmi mengenai penambahan rombongan belajar atau penyediaan ruang kelas baru.

Perwakilan orang tua murid bersama Koordinator LAMI, Sutarno, BPD Desa Muktiwari terpilih Anen Cerdik Parwoto (ACP), dan perangkat desa berdialog dengan pihak SMP Negeri 7 Cibitung terkait tuntutan penambahan rombongan belajar (rombel) untuk mengakomodasi calon peserta didik yang belum tertampung.

Pernyataan tersebut menunjukkan bahwa hambatan utama bukan berada di tingkat sekolah, melainkan pada kebijakan penyediaan kapasitas pendidikan.

Koordinator LAMI, Sutarno, mengatakan kehadiran lembaganya bertujuan memastikan suara masyarakat sampai kepada pemerintah daerah.

Baca Juga :  Dealer JD Toyota Genjot Penjualan Lebih Awal untuk Antisipasi Lonjakan Permintaan

“Orang tua hanya menginginkan anak-anak mereka dapat bersekolah di sekolah negeri yang dekat dengan tempat tinggal. Jika kebutuhan memang terus meningkat, pemerintah perlu segera mengevaluasi kemungkinan penambahan rombongan belajar,” katanya.

Hal senada disampaikan BPD Desa Muktiwari terpilih, Anen Cerdik Parwoto (ACP). Menurutnya, setiap tahun jumlah lulusan sekolah dasar terus bertambah, sementara kapasitas sekolah negeri belum mengalami peningkatan yang sebanding.

“Jangan sampai ada anak kehilangan kesempatan memperoleh pendidikan hanya karena kuota sudah penuh. Pemerintah daerah perlu menghitung kembali kebutuhan ruang belajar berdasarkan pertumbuhan penduduk sehingga persoalan ini tidak terus berulang setiap tahun,” ujar ACP.

Perangkat Desa Muktiwari yang turut mendampingi warga juga meminta Dinas Pendidikan segera melakukan evaluasi terhadap kebutuhan riil di lapangan. Selain penambahan rombongan belajar, pemerintah didorong mempertimbangkan pembangunan unit sekolah baru maupun ruang kelas tambahan agar akses pendidikan semakin merata.

Baca Juga :  Kecelakaan Truk di Ruas Tol Cipularang Arah Bandung Diduga Akibat Pecah Ban

Mereka juga mengingatkan masyarakat yang belum memiliki dokumen kependudukan sesuai domisili Desa Muktiwari agar segera mengurus administrasi kependudukan. Langkah tersebut dinilai penting untuk mempermudah proses pelayanan publik, termasuk pada pelaksanaan penerimaan murid baru di masa mendatang.

Peristiwa di SMPN 7 Cibitung memperlihatkan persoalan klasik yang kembali berulang setiap musim penerimaan murid baru: jumlah lulusan terus meningkat, sementara kapasitas sekolah negeri belum bertambah secara signifikan. Selama perencanaan pembangunan sekolah tidak mengikuti laju pertumbuhan penduduk, antrean memperoleh bangku sekolah negeri diperkirakan akan terus menjadi pekerjaan rumah bagi Pemerintah Kabupaten Bekasi.

(*)

Follow WhatsApp Channel rakyatjabarnews.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

1.300 Pramuka Garuda Dikukuhkan, 74 Kontingen Kota Bekasi Siap Guncang Jambore Nasional
Atlet Paralimpik Kota Bekasi Bikin Bangga
Membanggakan! Dosen IAI Nusantara Bekasi Lolos Program Bergengsi Lemhannas RI, Siap Cetak Generasi Berkarakter
Pemkab Bekasi Buka Beasiswa S1 untuk 100 Putra-Putri Berprestasi, Pendaftaran Dimulai 27 Juli
Hari Anak Nasional 2026, Kemendikdasmen Kampanyekan Pembatasan Gawai di Sekolah
Bekasi Cetak Sejarah, Satu-Satunya Kota di Jabar dengan Rata-Rata Lama Sekolah di Atas 12 Tahun
Soroti Daya Tampung SMPN 7 Cibitung, Kadisdik Bekasi Pastikan Sekolah Baru Dibangun
Hari Pertama MPLS di Bekasi Jadi Sorotan, Kadisdik Tegas: Tak Ada Tempat untuk Perpeloncoan!

Berita Terkait

Senin, 10 Agustus 2026 - 07:31 WIB

1.300 Pramuka Garuda Dikukuhkan, 74 Kontingen Kota Bekasi Siap Guncang Jambore Nasional

Kamis, 6 Agustus 2026 - 14:00 WIB

Atlet Paralimpik Kota Bekasi Bikin Bangga

Selasa, 28 Juli 2026 - 12:08 WIB

Membanggakan! Dosen IAI Nusantara Bekasi Lolos Program Bergengsi Lemhannas RI, Siap Cetak Generasi Berkarakter

Jumat, 24 Juli 2026 - 21:51 WIB

Pemkab Bekasi Buka Beasiswa S1 untuk 100 Putra-Putri Berprestasi, Pendaftaran Dimulai 27 Juli

Kamis, 23 Juli 2026 - 16:39 WIB

Hari Anak Nasional 2026, Kemendikdasmen Kampanyekan Pembatasan Gawai di Sekolah

Berita Terbaru

Ketua Badan Permusyawaratan Desa (BPD) Muktiwari, Widi Dwi Hapsoro, mengatakan persoalan anggaran menjadi kendala utama yang dihadapi panitia Pilkades.

Pilkades

BPD Muktiwari Desak Anggaran Pilkades 2026 Segera Cair

Selasa, 18 Agu 2026 - 13:23 WIB