Kuota SMPN 7 Cibitung Mentok, Warga Muktiwari Siap Ngadu ke Kang Dedi Mulyadi

- Redaksi

Rabu, 8 Juli 2026 - 13:49 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Warga Desa Muktiwari memasang spanduk dan melakukan penyegelan sementara gerbang SMP Negeri 7 Cibitung sebagai bentuk protes atas terbatasnya kuota penerimaan peserta didik baru. Mereka mendesak pemerintah segera menambah rombongan belajar agar seluruh calon siswa dapat tertampung.

i

Warga Desa Muktiwari memasang spanduk dan melakukan penyegelan sementara gerbang SMP Negeri 7 Cibitung sebagai bentuk protes atas terbatasnya kuota penerimaan peserta didik baru. Mereka mendesak pemerintah segera menambah rombongan belajar agar seluruh calon siswa dapat tertampung.

KABUPATEN BEKASI – Polemik keterbatasan daya tampung peserta didik baru di SMP Negeri 7 Cibitung belum menemui titik terang. Pada Rabu (8/7), warga Desa Muktiwari kembali mendatangi sekolah tersebut.

Mereka sempat menutup pintu gerbang sekolah sebagai bentuk protes karena masih banyak calon siswa yang belum diterima.

Aksi berlangsung kondusif dan dikawal Babinsa Bimaspol. Hadir mendampingi warga di antaranya Kaur Kesejahteraan Rakyat Desa Muktiwari Mulyadi, BPD Desa Muktiwari terpilih Anen Cerdik Parwoto (ACP), Widi Dwi, Abdul Acim, Koordinator Lembaga Aspirasi Masyarakat Indonesia (LAMI) Sutarno, Karang Taruna, para Ketua RT/RW, serta tokoh masyarakat.

Dalam aksi tersebut, warga meminta Pemerintah Kabupaten Bekasi segera menambah kapasitas penerimaan siswa di SMP Negeri 7 Cibitung. Mereka menilai banyak anak terancam tidak bisa bersekolah di sekolah negeri yang lokasinya paling dekat dengan tempat tinggal mereka.

Baca Juga :  Manfaatkan CSR, Pemkab Bekasi dan Swasta Bangun Ruang Publik

Perwakilan warga kemudian diterima Kepala SMP Negeri 7 Cibitung, Dra. Susilowati, M.M. Dalam pertemuan itu, pihak sekolah menjelaskan hasil koordinasi dengan Dinas Pendidikan Kabupaten Bekasi. Sekolah disebut hanya mampu menerima tambahan 15 siswa.

Keterangan Foto : Orang tua calon siswa bersama tokoh masyarakat, BPD, Pemerintah Desa Muktiwari, dan LAMI menyampaikan aspirasi di depan SMP Negeri 7 Cibitung. Mereka menuntut penambahan kuota, ruang kelas, dan tenaga pendidik agar anak-anak di sekitar sekolah dapat diterima di sekolah negeri.

Menurut pihak sekolah, keterbatasan ruang kelas dan jumlah tenaga pendidik menjadi alasan belum memungkinkan dibukanya rombongan belajar (rombel) baru.

Kaur Kesra Desa Muktiwari, Mulyadi, mengatakan pemerintah desa hadir untuk memastikan penyampaian aspirasi masyarakat berjalan tertib tanpa mengganggu kegiatan belajar mengajar.

“Kami memahami kondisi sekolah yang memiliki keterbatasan fasilitas. Namun kami berharap pemerintah daerah segera memberikan solusi karena pendidikan merupakan hak dasar setiap anak,” kata Mulyadi.

Sementara itu, BPD Desa Muktiwari terpilih, Anen Cerdik Parwoto (ACP), menegaskan aksi warga bukan ditujukan kepada pihak sekolah. Menurutnya, sekolah juga menghadapi keterbatasan sarana dan tenaga pengajar.

“Persoalan utamanya bukan di sekolah, melainkan kebutuhan ruang belajar yang sudah tidak sebanding dengan jumlah lulusan SD setiap tahunnya. Pemerintah harus segera menambah rombel agar tidak ada anak yang kehilangan kesempatan bersekolah,” ujarnya.

Koordinator LAMI, Sutarno, mengatakan tambahan kuota 15 siswa belum mampu menjawab kebutuhan masyarakat Desa Muktiwari. Karena itu, pihaknya akan terus mengawal persoalan tersebut hingga ada solusi yang dapat mengakomodasi seluruh calon peserta didik.

“Kami menghormati keputusan pihak sekolah karena memang terkendala ruang kelas dan tenaga pendidik. Namun perjuangan masyarakat belum selesai. Masih banyak anak yang belum mendapatkan sekolah. Kami akan terus mengawal persoalan ini sampai ada penyelesaian yang nyata,” ujar Sutarno.

Ia menambahkan, apabila belum ada solusi dari Pemerintah Kabupaten Bekasi, masyarakat berencana menyampaikan langsung persoalan tersebut kepada Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi.

Baca Juga :  Presiden dan Wakil Presiden Hadiri RNPK 2018

Menurut Sutarno, warga berharap Pemerintah Provinsi Jawa Barat dapat mendorong penambahan rombongan belajar, ruang kelas baru, maupun tenaga pendidik agar seluruh calon siswa yang belum tertampung bisa diterima di SMP Negeri 7 Cibitung.

Baca Juga :  Wakil Ketua Komisi IV DPRD Kota Bekasi Soroti Tantangan Pembangunan Jelang HUT ke-29

Aksi berakhir dalam kondisi aman dan kondusif. Warga berharap persoalan keterbatasan daya tampung sekolah dapat segera diselesaikan agar tidak terus berulang setiap tahun ajaran baru.

(*)

Follow WhatsApp Channel rakyatjabarnews.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

1.300 Pramuka Garuda Dikukuhkan, 74 Kontingen Kota Bekasi Siap Guncang Jambore Nasional
Atlet Paralimpik Kota Bekasi Bikin Bangga
Membanggakan! Dosen IAI Nusantara Bekasi Lolos Program Bergengsi Lemhannas RI, Siap Cetak Generasi Berkarakter
Pemkab Bekasi Buka Beasiswa S1 untuk 100 Putra-Putri Berprestasi, Pendaftaran Dimulai 27 Juli
Hari Anak Nasional 2026, Kemendikdasmen Kampanyekan Pembatasan Gawai di Sekolah
Bekasi Cetak Sejarah, Satu-Satunya Kota di Jabar dengan Rata-Rata Lama Sekolah di Atas 12 Tahun
Soroti Daya Tampung SMPN 7 Cibitung, Kadisdik Bekasi Pastikan Sekolah Baru Dibangun
Hari Pertama MPLS di Bekasi Jadi Sorotan, Kadisdik Tegas: Tak Ada Tempat untuk Perpeloncoan!

Berita Terkait

Senin, 10 Agustus 2026 - 07:31 WIB

1.300 Pramuka Garuda Dikukuhkan, 74 Kontingen Kota Bekasi Siap Guncang Jambore Nasional

Kamis, 6 Agustus 2026 - 14:00 WIB

Atlet Paralimpik Kota Bekasi Bikin Bangga

Selasa, 28 Juli 2026 - 12:08 WIB

Membanggakan! Dosen IAI Nusantara Bekasi Lolos Program Bergengsi Lemhannas RI, Siap Cetak Generasi Berkarakter

Jumat, 24 Juli 2026 - 21:51 WIB

Pemkab Bekasi Buka Beasiswa S1 untuk 100 Putra-Putri Berprestasi, Pendaftaran Dimulai 27 Juli

Kamis, 23 Juli 2026 - 16:39 WIB

Hari Anak Nasional 2026, Kemendikdasmen Kampanyekan Pembatasan Gawai di Sekolah

Berita Terbaru