KABUPATEN BEKASI – Wakil Ketua Komisi III DPRD Kota Bekasi, Alit Jamaludin, mengajak generasi muda untuk tidak hanya bergantung pada lowongan kerja. Di tengah persaingan yang semakin ketat, ia menilai berwirausaha menjadi langkah nyata untuk membuka peluang ekonomi sekaligus menciptakan lapangan kerja baru.
Pesan itu disampaikan Alit saat menggelar Reses Masa Persidangan II di RW 007, Kelurahan Duren Jaya, Kecamatan Bekasi Timur, Rabu (8/7/2026).
Menurutnya, kondisi dunia kerja saat ini menuntut masyarakat, khususnya anak muda, lebih kreatif dan berani membangun usaha sendiri.
“Lapangan kerja kita mulai sempit. Karena itu perlu gebrakan baru bagi pemuda dan masyarakat untuk membangun usaha. Tujuannya agar bisa menyerap tenaga kerja lokal,” kata Alit.
Selain mendorong semangat kewirausahaan, Alit juga menyerap berbagai aspirasi warga. Sejumlah usulan yang mencuat antara lain perbaikan drainase, pembangunan gedung Posyandu, hingga penataan sarana olahraga lingkungan.
Politikus tersebut memastikan seluruh usulan akan diperjuangkan agar masuk dalam Rencana Kerja Pemerintah Daerah (RKPD) Kota Bekasi dan menjadi prioritas pembangunan pada 2028.
Dalam kesempatan itu, Alit juga menjelaskan APBD Kota Bekasi yang mencapai Rp6,7 triliun dialokasikan untuk mendukung sektor pendidikan, kesehatan, dan pembangunan infrastruktur.
“Anggaran ini harus kita pastikan benar-benar dirasakan manfaatnya oleh masyarakat,” ujarnya.
Ketua RW 007, Ganjar, berharap persoalan drainase dan saluran air di lingkungannya segera mendapat penanganan karena masih menjadi keluhan warga.
Sementara itu, Lurah Duren Jaya, Yahya Rahman Salubis, mengatakan sejumlah proyek infrastruktur, termasuk perbaikan saluran air di beberapa titik, telah mulai dikerjakan pemerintah.
Aspirasi juga datang dari kader Posyandu yang mengusulkan pembangunan gedung pelayanan kesehatan. Selama ini kegiatan Posyandu masih menumpang di sekretariat RW dan musala karena belum memiliki fasilitas sendiri.
Menutup reses, Alit menegaskan seluruh aspirasi yang diterimanya akan dikawal hingga masuk dalam proses perencanaan pembangunan daerah.
“Semua masukan warga akan saya catat dan saya perjuangkan sampai bisa direalisasikan,” tegasnya.
(*)










