Guru Honorer Dengan Tegas Akan Protes Ke Wali Kota Bandung

oleh -
banner 120x600

RakyatJabarNews.com, Bandung – Guru honorer yang masing mengajar di usia 60 Tahun menegaskan mereka akan melakukan protes kepada Wali Kota Bandung Ridwan Kamil, karena dianggap sudah diintimidasi.

Perwakilan guru honorer usia 60 tahun Turiman Sudardjo, menegaskan guru –guru honorer di usianya sudah diintimidasi karena dicoret dari daftar penerima hibah.

“Saya sudah sampaikan keberatan ini ke FAGI (Forum Aspirasi Guru Independen) agar membantu kami menyuarakanhak kami, dan kami akan melayangkan surat keberatan kami ke Disdik Kota Bandung bahkan kami akan melayangkan protes ini ke Wali Kota Bandung Ridwan Kamil karena ini demi keadilan sosial,” tegasnya, kepada RakyatJabarNews, Selasa (2/1/2018) kemarin.

Ia menyebutkan tidak setuju dengan adanya batasan usia penerima dana hibah Kota Bandung, dengan dasar.

Pertama, pembagian dana itu tidak ada dasar hukum nya yg kuat (Perwal,pergub,PP,Permen dan lain-lain). Kedua, Kami memohon agar pembagian dana hibah untuk guru honorer berdasarkan keadilan (keadilan sosial) bukan berdasarkankesepakatan sepihak tanpa melalui tahapan termasuk Sosialisasi, jadi perlu disosialisasikan dulu minimal melalui wadah kami BMPS.

“Ketiga pembagian dana hibah berdasarkan usia itu tidak tepat karena dilapangan yang terjadi untuk sekolah swasta ada yang menghonor baru 4 bln mendapat dana hibah, tapi tidak sedikit di lapangan mereka menghonor lebih dari 40 th malah ga dapat, manakala mereka betul masih aktip dan tercatat sebag guru honorer, sedangkan judul dana itu adalah “Dana Hibah Untuk Guru Honorer,” tegasnya.

Selain itu dijelaskannya alasan ketidak sejtujuannya itu dikarena pembagian dana hibah ini dilaksanakan dan ditangani PGRI dengan mengambil langkah dari kesepakatan sepihak, “Kesepakatan yang dipakai seharusnya  kesepakatan bersama termasuk pihak swasta dan setelah itu disosialisadikan sebelum mengambil kebijakan, tidak sembrono dan ngawur,” kata guru di salah satu sekolah swasta ini.

Oleh karena itu sebagian guru honorer khususnya yang berusia diatas 60 Tahun dan di sekolah swasta tidak setuju dengan keputusan – keputusan sepihak apalagi dana hibah saat ini sangat bernuansa politik.

“Kami memohon jangn dulu dana itu dibagikan sebelum masalahnya tuntas,” harapnya. (asp/RJN)

Comment