oleh

Dorong Pertumbuhan Ekonomi dan Governance, KPwBI Cirebon Berikan Edukasi Program Keuangan Inklusif

RakyatJabarNews.com, Indramayu – Kantor Perwakilan Bank Indonesia (KPwBI) Cirebon menggelar edukasi yang dilaksanakan di Aula Universitas Wiralodra Kabupaten Indramayu, Kamis (1/3). Kegiatan ini dilakukan bersama dengan stakeholders utama para guru mata pelajaran yang tergabung ke dalam Musyawarah Guru Mata Pelajaran (MGMP) di Kabupaten Indramayu, serta para mahasiswa/i Universitas Wiralodra Indramayu.

Edukasi kali ini mengambil tema lebih spesifik yaitu “Pentingnya Program Keuangan Inklusif Guna Mendorong Ekonomi dan Governance”. Pengambilan tema yang lebih spesifik tersebut dengan pertimbangan saat ini tingkat literasi keuangan penduduk Indonesia masih relatif rendah dimana tingkat literasi keuangan memiliki korelasi terhadap tingkat pendidikan dan risk aversion, usia, serta gender.

Kegiatan yang dimulai pukul 09.30 tersebut dibuka oleh Deputi Kepala Perwakilan Bank Indonesia Cirebon Rawindra Ardiansah serta Rektor Universitas Wiralodra, Dr. Ujang Suratno SH.MSi. Adapun rangkaian edukasi dan sosialisasi ini diakhiri tepat pukul 12.30 WIB.

“Saya sangat mengapresiasi kegiatan ini yang merupakan suatu bukti Bank Indonesia peduli terhadap dunia pendidikan, setelah sebelumnya juga ada pemberian BI Corner untuk Universitas Wiralodra,” ucap Rektor Universitas Wiralodra, Dr. Ujang Suratno SH.MSi.

Dr. Ujang berharap, kegiatan semacam ini dapat lebih banyak dilakukan untuk memberikan informasi sekaligus pengetahuan kepada para mahasiswa sebagai generasi penerus bangsa.

Sedangkan menurut Deputi Kepala Perwakilan Bank Indonesia Cirebon Rawindra Ardiansah di dalam keynote-nya menambahkan, bahwa Keuangan Inklusif tersebut saat ini menjadi hal yang sangat penting, karena perluasan akses keuangan dapat meningkatkan efisiensi fungsi intermediasi keuangan.

“Fungsi tersebut bisa dimulai dari peningkatan tabungan, penguatan investasi domestik, dan pada akhirnya menciptakan stabilitas sistem keuangan yang akan mendorong pertumbuhan ekonomi,” terang Rawindra.

Rawindra menjelaskan di dalam pemberian tema Keuangan Inklusif tersebut, bahwa tingkat pengetahuan keuangan masyarakat Indonesia masih relatif rendah. Berkaitan dengan hal tersebut, Presiden mengeluarkan Strategi Nasional Keuangan Inklusif (SNKI) dengan target 75% banked people di tahun 2019.

Bank Indonesia sendiri, lanjutnya, memiliki program untuk mendukung SNKI tersebut, antara lain elektronifikasi penyaluran bantuan sosial, pengembangan ekosistem Gerakan Nasional Non Tunai (GNNT) melalui Layanan Keuangan Digital (LKD) dan Uang Elektronik (UE), Perluasan elektronifikasi transaksi penerimaan dan pembayaran.

Rawindra berpesan agar edukasi mengenai keuangan inklusif dan ciri-ciri keaslian uang Rupiah ini dapat dibagikan kepada para siswa/siwinya. “Agar generasi muda sedini mungkin dapat memahami dan mengerti kebermanfaatan keuangan inklusif serta dapat membedakan ciri uang asli dan uang palsu,” pungkasnya.(Juf/RJN)

Komentar

News Feed