“Diharapkan hasil dari kegiatan ini para relawan tau peran dan tanggung jawab serta kapasitas kemampuannya bertambah, bukan saja dari aspek teknis tetapi dari aspek perencanaannya membangun jaringan koordinasi kerja sama dengan pihak lain,” jelasnya.
Termasuk, sambungnya, para relawan juga harus mengerti peran apa yang harus dikerjakan. Karena dalam tanggap darurat bencana sangat kuat sekali bagaimana manajemen bidang personil, bagaimana harus berkoordinasi manajemen peralatan, pengaturan bantuan, pendataan dan laporan.
Terbaru, sebagai garda terdepan dalam bidang sosial kemanusiaan, PMI juga secara intensif membantu pemerintah daerah dalam menangani bencana banjir serta dampak kekeringan musim kemarau ekstrim yang terjadi akibat fenomena El Nino. Dimana sebagian wilayah di Kabupaten Bekasi mengalami kekeringan dan berimbas terhadap sulitnya masyarakat memperoleh air bersih.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
“Dukung oleh kepala markas yang sangat bisa diandalkan dan relawan yang siaga 24 jam. Kami selalu melakukan pendistribusian bantuan assessment kebutuhan dan bantuan evakuasi saat bencana banjir. Kemudian saat TTDB kekeringan kami juga membantu pendistribusian air sebanyak 1,6 juta liter air lewat Posko Pengolahan Air Bersih dan Siap Minum yang kami dirikan,” ujarnya.
Selaku Ketua PMI Kabupaten Bekasi, dirinya juga mengapresiasi kinerja dan partisipasi seluruh relawan PMI Kabupaten Bekasi yang selalu berjibaku membantu masyarakat ketika terjadi bencana atas dasar kemanusiaan dengan tulus dan ikhlas.(*)
Halaman : 1 2





















