oleh

Hadiri Pembukaan UKW, Bupati Bekasi Ajak Wartawan Bersinergi

RJN, Bekasi – Bupati Bekasi, Eka Supria Atmaja, mengharapkan sinergitas antara pemerintah dan insan media yang bekerja di lingkup Kabupaten Bekasi. Ia menyampaikan itu saat menghadiri agenda pembukaan Uji Kompetensi Wartawan (UKW) yang diselenggaran di Grand Cikarang Hotel, Rabu (26/6/2019).

“Karena memang, ini pertemuan perdana saya dalam acara seperti ini karena kemarin tanggal 12 Juni baru dilantik, tentu saja harapan saya bisa bersinergi dengan media yang ada di Kabupaten Bekasi,” kata Eka dalam sambutan pembukaan kegiatan.

Berhubung masih baru menjabat di posisi bupati, Eka mengatakan bahwa dirinya ingin program-program yang pihaknya proyeksikan untuk Kabupaten Bekasi bisa tersalurkan informasinya oleh media.

Baginya peran media sangat penting. Terlebih program-program yang hendak bergulir merupakan program pokok yang menyoroti persoalan-persoalan di Kabupaten Bekasi karena hingga hari ini belum terselesaikan.

“Tentu ini perlu peran media, seperti masalah pendidikan, infrastruktur, pelayanan publik, kita juga ingin (membuat program) membangun dari desa,” ujarnya.

Seperti yang disinggung Plt Ketua PWI Jawa Barat, Hilman Hidayat, Eka setuju informasi bohong alias hoaks mesti diperangi. Dia berharap dengan para wartawan yang telah teruji secara kompetensi, informasi buruk yang menghantui publik itu mampu diverifikasi oleh fakta.

“Hoaks itu hitungan detik dan bisa merubah suasana. Jadi kehadiran pers ini memberitakan fakta sebenarnya. Jangan sampai hal yang tidak diinginkan terjadi dari berita bohong ini,” tuturnya.

Sementara itu, Hilman Hidayat, dalam sambutan mengatakan bahwa wartawan itu adalah seseorang yang diharuskan menguasai pesan. Bila pesan yang disampaikan baik, maka publik yang mengkonsumsi berita dari wartawan akan menjadi baik. Begitu pula dengan sebaliknya jika si pesan yang disampaikan itu buruk, maka berdampak buruk pada publik.

Dia mengatakan pentingnya uji kompetensi juga tidak terlepas dari maraknya informasi bohong alias hoaks di media sosial. Karena itu, UKW sebagai sarana agar wartawan yang diharuskan melawan hoaks semakin memiliki kredibelitas.

“Coba bandingkan di medsos berita bohong itu berseluyuran, harus kemana cari referensi kecuali pada media yang telah terverifikasi atau wartawannya yang sudah terverifikasi, paling tidak dia bisa cek fakta,” jelas Hilman.

Dia pun berterimakasih pada Pemerintah Kabupaten Bekasi yang telah membantu penyelenggaraan UKW. Menurutnya, bantuan kepada wartawan untuk peningkatkan mutu di dunia kerja jauh lebih penting.

“Saya bangga kalau pemda bisa membantu kesejahteraan fisik tapi bagaimana meningkatkan juga kualitas pekerjaan profesi wartawan,” tandasnya.

Agenda UKW ini diselenggarakan selama dua hari dari tanggal 26 Juni sampai dengan 27 Juni 2019. Selain agenda UKW, dalam acara juga diselenggarakan acara penyerta yakni seminar jurnalistik.

(Advertorial)

Komentar

News Feed