Plt Bupati Bekasi Cek Harga Bapokting di Pasar Tambun, Cabai Tembus Rp100 Ribu per Kg

- Redaksi

Kamis, 5 Maret 2026 - 16:05 WIB

google preferred source facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

google preferred source icon facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

🎯 Promosikan Bisnis Anda di rakyatjabarnews.com
Hubungi Kami !

Plt Bupati Bekasi Asep Surya Atmaja bersama Forkopimda meninjau harga dan ketersediaan bahan pokok di Pasar Tambun, Tambun Selatan, Kamis (5/3/2026).

i

Plt Bupati Bekasi Asep Surya Atmaja bersama Forkopimda meninjau harga dan ketersediaan bahan pokok di Pasar Tambun, Tambun Selatan, Kamis (5/3/2026).

Kabupaten Bekasi – Plt Bupati Bekasi Asep Surya Atmaja bersama unsur Forkopimda melakukan pemantauan harga dan ketersediaan barang kebutuhan pokok dan penting (bapokting) di Pasar Tambun, Kecamatan Tambun Selatan, Kamis (5/3/2026). Pengecekan dilakukan untuk memastikan stok pangan tetap tersedia selama Ramadan hingga menjelang Idul Fitri 1447 Hijriah.

Asep mengatakan dari hasil pemantauan di lapangan, sejumlah komoditas bahan pokok mengalami kenaikan harga. Meski demikian, kondisi tersebut dinilai masih dalam batas wajar karena meningkatnya kebutuhan masyarakat selama Ramadan.

“Setelah kita cek, ada beberapa barang yang naik karena kebutuhan masyarakat meningkat. Tapi sampai saat ini tidak ada barang yang langka, semuanya masih tersedia di pasar,” kata Asep.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Ia menyebut beberapa komoditas yang mengalami kenaikan harga di antaranya cabai, gula, telur, dan daging. Permintaan terhadap komoditas tersebut meningkat selama Ramadan.

Baca Juga :  Olahraga Gagal Sehatkan, Justru Rugikan Negara Rp4,7 Miliar

“Yang cukup signifikan itu cabai. Harganya sekitar Rp45 ribu sampai Rp100 ribu per kilogram. Kalau yang lain kenaikannya relatif kecil, hanya sekitar Rp2 ribu sampai Rp3 ribu,” ujarnya.

Menurut Asep, kenaikan harga yang terjadi bukan disebabkan kelangkaan barang, melainkan meningkatnya permintaan masyarakat menjelang Ramadan dan Idul Fitri.

“Kalau dilihat dari ketersediaan barang, semuanya ada dan aman. Jadi bukan karena langka, tetapi karena kebutuhan masyarakat yang meningkat selama Ramadan,” jelasnya.

Untuk menjaga stabilitas harga, Pemerintah Kabupaten Bekasi berencana melakukan intervensi melalui operasi pasar. Langkah ini dilakukan agar harga bahan pokok tetap terkendali di pasaran.

“Kita akan mengadakan operasi pasar. Saat ini kita juga turun langsung ke pasar untuk melihat barang-barang apa saja yang mengalami kenaikan, sehingga bisa segera dilakukan langkah penanganan,” ucapnya.

Baca Juga :  Pemkab Bekasi Perpanjang Masa PSBB Hingga 4 Juni Mendatang

Sementara itu, Kepala Bidang Pengendalian Barang Kebutuhan Pokok dan Penting (Bapokting) Dinas Perdagangan Kabupaten Bekasi Helmi Yenti mengatakan secara umum ketersediaan bahan pokok di wilayah Kabupaten Bekasi selama Ramadan masih aman.

“Untuk ketersediaan stok bahan pokok di wilayah Kabupaten Bekasi selama bulan Ramadan masih aman. Hanya saja karena permintaan masyarakat meningkat, ada beberapa komoditas yang mengalami kenaikan harga,” katanya.

Helmi menyebut komoditas yang mengalami kenaikan harga di antaranya cabai rawit merah, telur, dan daging sapi. Namun beberapa komoditas lain mulai mengalami penurunan harga.

“Daging ayam misalnya, sebelumnya sempat di angka Rp45 ribu per kilogram, sekarang sudah turun ke sekitar Rp40 ribu. Sementara daging sapi juga kembali ke harga acuan pembelian sekitar Rp140 ribu per kilogram,” jelasnya.

Ia menambahkan kenaikan harga cabai rawit dipengaruhi oleh pasokan dari daerah produsen yang terganggu akibat cuaca ekstrem sehingga produksi menurun.

Baca Juga :  MMKSI Hadirkan New Xpander dan New Xpander Cross di Mitsubishi Motors Supermarket Exhibition di Jabodetabek Banten

“Kita bukan wilayah produsen cabai. Biasanya pasokan berasal dari Garut, namun di sana ada kendala cuaca ekstrem sehingga produksi berkurang dan berdampak pada harga,” ujarnya.

Untuk mengantisipasi lonjakan harga, Dinas Perdagangan akan memperkuat koordinasi dengan distributor serta mencari alternatif pasokan dari daerah lain.

“Kami akan berupaya menambah pasokan dari daerah lain serta memperbanyak stok agar harga dapat kembali stabil,” katanya.

Selain itu, pengawasan distribusi bahan pokok juga terus dilakukan bersama Satgas Pangan untuk memastikan tidak ada praktik kecurangan di pasar.

“Pengawasan dilakukan setiap hari bersama Satgas Pangan, kepolisian, dan pihak terkait agar harga tetap terkendali dan masyarakat bisa memperoleh bahan pokok dengan harga yang wajar,” pungkasnya.m (*)

Follow WhatsApp Channel rakyatjabarnews.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Parlemen Bayangan Kritik Survei CELIOS, Nilai Zulhas Tak Layak Masuk Menteri Terburuk
SMAN 1 Tambun Selatan Perkuat Karakter Siswa di Era AI Lewat Program BAGEUR
Syahrir DPRD Jabar Bekali Siswa SMAN 1 Tambun Selatan Ilmu Kepemimpinan
Pemkab Bekasi Normalisasi Kali CBL 16 Km, Target Rampung Akhir Tahun
Bapenda Kejar Tunggakan Pajak Kendaraan, Operasi Digelar hingga Akhir Tahun
Bapenda Tegaskan Air Tanah Rumah Tangga Tak Otomatis Kena Pajak
Pajak Kabupaten Bekasi Tembus Rp2,93 Triliun, BPHTB Baru Capai 65,43 Persen
Camat Cibitung Pastikan Pelayanan Desa Pascapilkades Tetap Berjalan Normal

Berita Terkait

Rabu, 14 Oktober 2026 - 15:29 WIB

Parlemen Bayangan Kritik Survei CELIOS, Nilai Zulhas Tak Layak Masuk Menteri Terburuk

Rabu, 14 Oktober 2026 - 15:03 WIB

SMAN 1 Tambun Selatan Perkuat Karakter Siswa di Era AI Lewat Program BAGEUR

Rabu, 14 Oktober 2026 - 12:38 WIB

Syahrir DPRD Jabar Bekali Siswa SMAN 1 Tambun Selatan Ilmu Kepemimpinan

Selasa, 13 Oktober 2026 - 18:59 WIB

Pemkab Bekasi Normalisasi Kali CBL 16 Km, Target Rampung Akhir Tahun

Selasa, 13 Oktober 2026 - 14:08 WIB

Bapenda Tegaskan Air Tanah Rumah Tangga Tak Otomatis Kena Pajak

Berita Terbaru