Pengelolaan Obyek Wisata di Indramayu Diduga Sarat Korupsi

  • Whatsapp

RJN, Indramayu – Kejaksaan Negeri (Kejari) Kabupaten Indramayu mengeluarkan surat penyidikan terkait dugaan penyalahgunaan pengelolaan Obyek Wisata di Kabupaten Indramayu yang berpotensi sarat terjadi tidak pidana Korupsi

“Dua Hari yang lalu, saya keluarkan surat penyidikan terhadap dugaan tidak pidana korupsi mengenai pemanfaatan barang di Dinas Budpar Indramayu mengenai pengelolaan Obyek Wisata,” ungkap Kepala Kejaksaan Negeri Indramayu, Douglas Pamino Nainggolan saat di temui disela sela kegiatan peringatan Hari Bhakti Adhyaksa ke-60

Bacaan Lainnya

Dikatakan Dauglas Pengelolaan Obyek Wisata diduga tidak benar dan tidak sesuai sehingga tidak memberikan manfaat yang besar terutama bagi pendapatan Asli Daerah (PAD) Kabupaten Indramayu dan bagi pengembangan daerah itu sendiri karena Pola kerjasama pengelolaan Obyek Wisata tersebut tidak sesuai Hukum.

“Kita juga menduga ada penyimpangan ( Pengelolaan Obyek Wisata.red) dan harus ada penanggung jawab atas kerugian itu,” ujarnya

Dugaan penyimpangan tersebut, kata Dauglas terhendus di tujuh objek wisata yakni Pantai Balongan Indah, Pantai Tirtamaya, Pantai Glayem, Pantai Karangsong, Hutan Mangrove Karangsong, Waterpark Bojongsari, dan Gedung Mutiara Bangsa Indramayu.

” Pengelolaan Obyek Wisata ini tidak jelas secara aturannya, sehingga menimbulkan kerugian kas negara,” ujarnya

Dia menambahkan, pihaknya menemukan adanya pungutan uang tiket masuk lokasi wisata yang dilakukan oleh pihak yang tidak ditentukan oleh ketentuan. ” Uang tiket masuk tersebut tidak jelas mengalirnya kemana,” imbuhnya

Ditambahkan Dauglas pihaknya belum bisa menyimpulkan siapa saja yang harus bertanggung jawab dalam perkara dugaan tindak korupsi tersebut.” Insyaallah nanti dalam waktu dekat kita akan umumkan siapa tersangkanya,” ungkapnya

Pihaknya juga menginginkan dengan diungkapkan kasus tersebut agar pemerintah daerah Indramayu bisa mengelola obyek wisata lebih bagus lagi nanti dengan adanya manfaat PAD yang masuk , sehingga obyek wisata tersebut bisa dinikmati seluruh masyarakat.

” Kemajuan Wisata di kabupaten Indramayu ini sangat tertinggal perkembangannya dibandingkan daerah daerah lain karena cara pengelolaannya tidak sesuai,” pungkasnya.

(red/rjn)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *