Parah, Situs Kubur Batu ribuan tahun Dibiarkan terlantar

- Redaksi

Rabu, 22 Agustus 2018 - 22:30 WIB

google preferred source facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

google preferred source icon facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

🎯 Promosikan Bisnis Anda di rakyatjabarnews.com
Hubungi Kami !

RJN, Cirebon- Situs Kubur Batu (Red. Spiti) sebagai hasil kebudayaan dari Nenek Moyang kita selayaknya dijaga kelestariannya, apalagi jika situs Kubur Batu yang ditemukan hanya satu satunya di Kabupaten Cirebon.
Situs yang pernah ditelati pada tahun 2014 oleh Drs. Luthfi Yondri, M.Hum tim Arkeolog dari Balai Arkelogi Bandung (BALAR Bandung) menyimpulkan jika situs Kubur Batu/Spiti yang terletak wilayah Kecamatan Lemahabang Kabupaten Cirebon Provinsi Jawa Barat merupakan hasil dari Kebudayaan Zaman Perunggu.
Ditemukannya lapukan logam perunggu setelah melakukan uji karbon di situs kubur batu, menjadi petunjuk Tim Arkeolog jika wilayah perbukitan tersebut pernah di huni oleh nenek moyang di pulau Jawa.
Perlu di ketahui jika perunggu adalah logam campuran dari timah dan tembaga. Perunggu ditemukan di Asia Barat, dimana tembaga mulai digunakan sejak 6000 SM, dan selama 3000-an SM percobaan mencampurkan timah dengan tembaga ternyata menghasilkan logam yang lebih kuat.
Kekayaan budaya terus berlanjut dimana tidak jauh dari situs kubur batu juga terdapat batu pasujudan dari era peradaban Islam yang masuk ke Nusantara, dimana menurut cerita rakyat setempat Batu pasujudan merupakan peninggalan dari penganut ajaran Islam yang mendiami wilayah perbukitan disisi selatan Kabupaten Cirebon Provinsi Jawa Barat.
Seperti yang dituturkan oleh salah seorang pelajar SMK Muhammdiyah Lemahabang, Azril sangat menyayangkan Situs purbakala yang bernilai sejarah di biarkan terlantar tanpa pagar pembatas atau di pelihara sebagai warisan budaya nenek moyang, Rabu (22/8/2018).
Azril menambahkan jika saja ada perhatian dari pemerintah maka situs ini dapat menambah pengetahuan bagi para pelajar yang ada khususnya di Kabupaten Cirebon.
“Jika saja di rawat maka peninggalan budaya nenek moyang ini bisa menjadi tempat belajar sejarah bagi para pelajar dari sekolah atau universitas lainnya,”.ungkapnya pada rakyatjabarnews.com.
Ditambahkan Kari 50 Tahun, warga setempat mengatakan keberadaan situs kubur batu seingat dirinya sudah ada namun tidak mengetahui jelas apa isinya karena menurut cerita rakyat yang turun temurun.
“bukan sejarah yang bisa dirunut tahun pembuatannya karena waktu yang ribuan tahun dan tidak adanya pelaku sejarah yang menuliskan secara detail,” tandasnya. (ymd/RJN)
Baca Juga :  Akibat Sering Razia HP, Napi Lapas Kesambi Rusuh
Follow WhatsApp Channel rakyatjabarnews.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

APINDO Cirebon Ingatkan Polemik PT Yihong Novatex Jangan Digiring Jadi Opini
HUT ke-105, RSD Gunung Jati Perkuat Layanan Rujukan
OTT Rektor Jadi Alarm, Prof Sugianto Soroti Integritas dan Tata Kelola Kampus
KPU Kabupaten Cirebon Tetapkan 1,84 Juta Pemilih, Partisipasi Masyarakat Jadi Kunci Akurasi Data
JTT Tanam 300 Pohon di Tol Trans Jawa, Dorong Infrastruktur Hijau dan Berkelanjutan
Jasa Marga Gelar Tinjauan Keselamatan Terpadu di Tol Palikanci, Begini Hasilnya!
Tragedi Gunung Kuda! Jasamarga Kerahkan Derek Raksasa Angkat Truk- truk Terkubur
Gunung Kuda Kembali Bergemuruh, Tim SAR Nyaris Jadi Korban Longsor Susulan

Berita Terkait

Rabu, 2 September 2026 - 12:25 WIB

APINDO Cirebon Ingatkan Polemik PT Yihong Novatex Jangan Digiring Jadi Opini

Selasa, 1 September 2026 - 06:44 WIB

HUT ke-105, RSD Gunung Jati Perkuat Layanan Rujukan

Selasa, 1 September 2026 - 06:34 WIB

OTT Rektor Jadi Alarm, Prof Sugianto Soroti Integritas dan Tata Kelola Kampus

Sabtu, 4 Juli 2026 - 11:55 WIB

KPU Kabupaten Cirebon Tetapkan 1,84 Juta Pemilih, Partisipasi Masyarakat Jadi Kunci Akurasi Data

Kamis, 2 Juli 2026 - 10:06 WIB

JTT Tanam 300 Pohon di Tol Trans Jawa, Dorong Infrastruktur Hijau dan Berkelanjutan

Berita Terbaru