Owner Restoran Sangkara Garden Diduga Tipu Supplier sebesar 41 Juta

oleh -
banner 120x600

rakyatjabarnews.com, Bogor – Seorang pengusaha supplier, Natanel Sakti Purba (38), berunjuk rasa seorang diri di gerbang masuk Restoran Sangkara Garden, Jalan Ciherang Bong No. 32, Desa Cikeas, Kecamatan Sukaraja, Kabupaten Bogor. Ia sengaja membentangkan sejumlah poster, karena kesal telah ditipu Owner Sangkara Garden, Putu Bayu Suastika.

Aksinya ini cukup menarik perhatian banyak pengguna jalan. Sehingga, lalu lintas sedikit tersendat.

Ia bercerita, jika kasus dugaan penipuan ini bermula saat Sakti, selaku pemilik usaha bernama Rodear Supplier, diminta untuk mengirimkan sejumlah peralatan dapur dan bahan makanan, ke restoran mewah bertema etnic resort tersebut pada awal Januari 2021.

Bayu yang disebut-sebut pengusaha ternama asal Bali itu, berjanji akan membayar semua biaya belanja tersebut dalam tempo paling lambat 2 bulan.

“Saya kenal dia (Bayu), saat di sebuah restoran di daerah Sentul, Bogor. Saya sering antar sayur dan buah ke restoran itu. Dan, Bayu adalah orang penting di restoran itu,” kata Sakti saat ditemui wartawan, di lokasi, Jumat (10/9/2021).

Dari pertemuan itu, sambung Sakti, Bayu menawarkan kerjasama untuk juga dapat mengirimkan sejumlah peralatan masak dan alat-alat dapur. Semua hal itu, dibutuhkan Bayu karena ia tengah membuka restoran kelas mewah, yang diyakini dapat menarik minat kuliner warga Bogor.

“Dia bercerita, lagi membuat resto. Dia ajak saya. Singkat cerita, Bayu melalui Pak Dilas sebagai koleganya, meminta saya mensuplai ke Sangkara Garden. Ahirnya saya kirimkan sejumlah alat masak, alat dapur dan bahan pokok ke restoran tersebut, secara berkala. Dari 15 Januari sampai 15 Maret 2021,” ucapnya.

 

Namun sial bagi Sakti, warga Cibubur, Jakarta Timur ini. Semua kebutuhan restoran yang telah diserahterimakan ke Bayu untuk keperluan restoranya, tak kunjung dibayarkan hingga 6 bulan lamanya. Berulang kali, Sakti mencoba mendatangi restoran untuk bertemu dengan pihak manajemen, tetapi tak membuahkan hasil.

“Saya mencoba berkomunikasi, baik via WA dan datang ke restoran. Namun, manajemen, khususnya Bapak Bayu, tak ada di tempat dan beliau tidak merespon wa saya,” sesalnya.

Sakti berjanji akan terus melakukan unjuk rasanya. Sebab, ia mengaku telah merugi sebanyak Rp 41 juta. Ia juga berencana melakukan laporan polisi terkait kasus dugaan penipuan tersebut.

“Dalam seminggu, saya bisa mensuplai 4-5 kali. Jika di total, di waktu itu mencapai Rp 57 juta. Dan sudah pernah dibayar dua kali. Hingga total terakhir, Rp 41.976.350. Saya binggung, mana uang yang saya pakai buat berusaha ini uang pemodal, yang harus saya bayar juga bunganya tiap bulan” pungkasnya.

Secara terpisah, Owner Sangkara Garden, Putu Bayu Suastika, enggan berkomentar banyak saat dikonfirmasi. Ia menegaskan akan melakukan upaya hukum jika dirinya disangkutkan atas hal tersebut.

(red)

Comment