Ini Alasan Pelaku Aniaya Angga Hingga Tewas di Jembatan Bungkul Indramayu

- Redaksi

Selasa, 14 Mei 2019 - 21:49 WIB

google preferred source facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

google preferred source icon facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

🎯 Promosikan Bisnis Anda di rakyatjabarnews.com
Hubungi Kami !

RJN, Indramayu – Polres Indramayu akhirnya mengungkap kasus penganiayaan yang mengakibatkan salah seorang dari dua korbannya meninggal dunia di Jembatan Bungkul, Kecamatan/Kabupaten Indramayu, 11 November silam.

Korban Angga Fahrurizal tewas akibat luka yang dideritanya setelah dikeroyok sejumlah orang. Korban sebelumnya terlibat cekcok di jalan dalam perjalanan pulang bersama saudaranya Musyafa Wibi Permana.

Polisi menetapkan delapan orang pelaku dalam kasus ini, empat orang di antaranya masih di bawah umur dan ada yang masih duduk di bangku sekolah.

Berdasarkan pengakuan para pelaku saat ditanya Kapolres Indramayu AKBP M Yoris M.Y Marzuki, mereka mengakui telah memukul Angga Fahrurizal. Ada yang satu kali dan ada pula yang berkali-kali melayangkan bogem mentah.

“Tujuh kali,” kata salah satu pelaku menjawab pertanyaan Kapolres Indramayu AKBP M Yoris M.Y Marzuki dalam ungkap perkara di Mapolres Indramayu.

Selain itu, Kapolres Indramayu pun menanyakan alasan para pelaku sampai menganiaya Angga dan Musyafa. “Dia nya bengkeng (mudah tersinggung dan tak bisa diatur),” ujar pelaku lainnya.

Baca Juga :  Siswa SMA Korban Begal Ini Akhirnya Mengembuskan Napas Terakhir

Diberitakan sebelumnya Angga jadi korban penganiayaan bersama saudaranya, Musyafa Wibi Pernama. Keduanya dianiaya setelah sebelumnya terlibat cekcok dengan sejumlah orang saat korban dalam perjalanan pulang ke rumahnya di Kecamatan Sindang, Minggu (11/11/2018) dini hari sekitar pukul 02.30 WIB.

Dalam perjalanan kedua terlibat saling ejek dengan pengendara lain hingga sampai di jembatan Bungkul, Kecamatan Indramayu. Ketegangan pun tidak terhindarkan hingga kedua korban dianiaya oleh 8 orang dari 16 orang yang ada di jembatan Bungkul.

Baca Juga :  Buru Pelaku Penikaman Santri, Polisi Periksa Rekaman CCTV

“Satu bulan kemudian, berdasarkan hasil tes DNA mayat tersebut adalah Angga Fahrurizal,” tegas Kapolres Indramayu.

Sementara itu Sri Astuti, orangtua korban masih belum bisa melupakan kepergian anaknya. Matanya pun berlinang air mata saat berbicara terkait kasus yang menimpa anaknya tersebut hingga meninggal dunia. “Semoga pelaku dihukum seberat-beratnya,” harap Sri Astuti. (fis/rjn)

Follow WhatsApp Channel rakyatjabarnews.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

16 Orang Diamankan, Polda Metro Jaya Bongkar Dua Lokasi Produksi Obat Keras Ilegal
Polri Gerebek Kampung Ambon dan Boncos, 24 Orang Diamankan
Debt Collector Ditahan, Diduga Hantam Warga Pakai Kursi hingga Terluka
Balita 2 Tahun Tewas di Bekasi, Paman Kandung Jadi Terduga Pelaku, Polisi Selidiki Dugaan Gangguan Jiwa
Misteri Kematian WNA Korea di Bekasi, Polisi Temukan Luka Benda Tajam dan Tumpul
Balita 2 Tahun Tewas di Kontrakan Jatirangga Bekasi, Polisi Selidiki Penyebabnya
Polres Metro Bekasi Ringkus 25 Bandit Motor, 23 Motor Curian Berhasil Disita
Kuasa Hukum Desak Polisi Tangkap Pelaku Pengeroyokan di Bekasi, Korban Sampai Dirawat 4 Hari

Berita Terkait

Rabu, 21 Oktober 2026 - 21:41 WIB

16 Orang Diamankan, Polda Metro Jaya Bongkar Dua Lokasi Produksi Obat Keras Ilegal

Sabtu, 10 Oktober 2026 - 05:57 WIB

Polri Gerebek Kampung Ambon dan Boncos, 24 Orang Diamankan

Rabu, 12 Agustus 2026 - 12:59 WIB

Debt Collector Ditahan, Diduga Hantam Warga Pakai Kursi hingga Terluka

Rabu, 3 Juni 2026 - 16:53 WIB

Balita 2 Tahun Tewas di Bekasi, Paman Kandung Jadi Terduga Pelaku, Polisi Selidiki Dugaan Gangguan Jiwa

Jumat, 29 Mei 2026 - 18:16 WIB

Misteri Kematian WNA Korea di Bekasi, Polisi Temukan Luka Benda Tajam dan Tumpul

Berita Terbaru