oleh

Ini Alasan Pelaku Aniaya Angga Hingga Tewas di Jembatan Bungkul Indramayu

RJN, Indramayu – Polres Indramayu akhirnya mengungkap kasus penganiayaan yang mengakibatkan salah seorang dari dua korbannya meninggal dunia di Jembatan Bungkul, Kecamatan/Kabupaten Indramayu, 11 November silam.

Korban Angga Fahrurizal tewas akibat luka yang dideritanya setelah dikeroyok sejumlah orang. Korban sebelumnya terlibat cekcok di jalan dalam perjalanan pulang bersama saudaranya Musyafa Wibi Permana.

Polisi menetapkan delapan orang pelaku dalam kasus ini, empat orang di antaranya masih di bawah umur dan ada yang masih duduk di bangku sekolah.

Berdasarkan pengakuan para pelaku saat ditanya Kapolres Indramayu AKBP M Yoris M.Y Marzuki, mereka mengakui telah memukul Angga Fahrurizal. Ada yang satu kali dan ada pula yang berkali-kali melayangkan bogem mentah.

“Tujuh kali,” kata salah satu pelaku menjawab pertanyaan Kapolres Indramayu AKBP M Yoris M.Y Marzuki dalam ungkap perkara di Mapolres Indramayu.

Selain itu, Kapolres Indramayu pun menanyakan alasan para pelaku sampai menganiaya Angga dan Musyafa. “Dia nya bengkeng (mudah tersinggung dan tak bisa diatur),” ujar pelaku lainnya.

Diberitakan sebelumnya Angga jadi korban penganiayaan bersama saudaranya, Musyafa Wibi Pernama. Keduanya dianiaya setelah sebelumnya terlibat cekcok dengan sejumlah orang saat korban dalam perjalanan pulang ke rumahnya di Kecamatan Sindang, Minggu (11/11/2018) dini hari sekitar pukul 02.30 WIB.

Dalam perjalanan kedua terlibat saling ejek dengan pengendara lain hingga sampai di jembatan Bungkul, Kecamatan Indramayu. Ketegangan pun tidak terhindarkan hingga kedua korban dianiaya oleh 8 orang dari 16 orang yang ada di jembatan Bungkul.

“Satu bulan kemudian, berdasarkan hasil tes DNA mayat tersebut adalah Angga Fahrurizal,” tegas Kapolres Indramayu.

Sementara itu Sri Astuti, orangtua korban masih belum bisa melupakan kepergian anaknya. Matanya pun berlinang air mata saat berbicara terkait kasus yang menimpa anaknya tersebut hingga meninggal dunia. “Semoga pelaku dihukum seberat-beratnya,” harap Sri Astuti. (fis/rjn)


Komentar

News Feed