Peringati Hari Kusta ke-65, Pemkab Cirebon Lakukan Sosialisasi ke Masyarakat

- Redaksi

Rabu, 31 Januari 2018 - 14:11 WIB

google preferred source facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

google preferred source icon facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

🎯 Promosikan Bisnis Anda di rakyatjabarnews.com
Hubungi Kami !

RakyatJabarNews.com, Cirebon – Dalam rangka memperingati Hari Kusta Sedunia ke-65, Pemerintah Kabupaten Cirebon mengadakan kegiatan sosialisasi tentang kusta dengan tema ‘Perkuat komitmen politik dalam penanggulangan kusta dan penghapusan stigma’ di Puskesmas Astanajapura, Jl. KH. Wahid Hasyim Kabupaten Cirebon, Rabu (31/1).

Dalam kegiatan tersebut, hadir Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Cirebon Hj. Eni Suhaeni untuk memberikan sosialisasi tentang penyakit kusta. Selain itu, juga dilakukan jabat tangan kepada para penderita kusta. Hal tersebut dilakukan agar para penderita kusta ini tidak menutupi diri karena penyakit yang dideritanya.

Baca Juga :  Diskominfosantik Komitmen Wujudkan Laporan Keuangan Secara Akuntabel

“Kita menghilangkan stigma pada masyarakat agar kusta jangan ditakuti. Para penderitanya harus kita rangkul supaya mereka bisa hidup secara sosial,” jelasnya saat ditemui awak media.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Eni melanjutkan, berdasarkan data jumlah kasus penderita kusta di Kabupaten Cirebon, sebanyak 232 di tahun 2017. Dari angka tersebut, perinciannya adalah penderita kusta kering sebanyak 6 orang, dan kusta basah sebanyak 226 orang. Sedangkan untuk pasien yang sembuh dari kusta sebanyak 40 orang. Sedangkan yang masih dalam pengobatan sebanyak 192 orang.

Adapun kecamatan di Kabupaten Cirebon yang memiliki jumlah penderita kusta terbanyak adalah Kecamatan Kapetakan.
Kecamatan lain dan jumlahnya juga banyak adalah Kecamatan Losari, Kecamatan Talun, Kecamatan Greged, dan Kecamatan Mundu.

Baca Juga :  Paska Pilkada, Camat Lemahabang Imbau Masyarakat Kembali Bersinergi

“Kita berusaha mengeliminasikan dengan mengadakan pemeriksaan secara dini kepada sekolah-sekolah. Jika ada gejala bercak putih harus segera ditangani,” pungkasnya.

Sedangkan menurut Rusdin Mujahid (32), warga asal Losari yang menjadi salah satu penderita kusta mengatakan, bahwa dirinya sangat senang dengan adanya acara seperti ini. Ke depannya juga agar pemerintah bisa memperhatikan orang-orang seperti dirinya, terutama kesehatannya, ekonominya, dan pendidikannya.

Baca Juga :  Walikota Bekasi Evaluasi Kinerja Program 100 Hari Kerja

“Saya baru pertama kali ikut kegiatan ini. Saya pesen, supaya penderita kusta jangan menutup diri. Kalau kita menutup diri, bagaimana orang akan mengenal kita,” jelasnya yang sudah menderita kusta sejak kelas 4 SD.

Rusdin melanjutkan, bahwa kusta bukanlah penyakit kutukan. Dirinya yang mengalami kecacatan tersebut karena kelambatan dan kurangnya informasi dari keluarganya tentang kusta.

“Jika masih gejala kan enak bisa segera diobati. Jika sudah lama sampai setahun lebih, pengobatannya akan sulit,” pungkasnya yang juga seorang Guru Kesenian di SLB Mutiara Bunda.(Juf/RJN)

Follow WhatsApp Channel rakyatjabarnews.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Kota Bekasi Peringkat 6 Wilayah Terinovatif Indonesia
Jalan Ditutup, Warga Terdampak! Komisi III Desak Pengembang Punya Akses Sendiri
Komisi III DPRD Kabupaten Bekasi Panggil Fajar Paper, Pastikan Perizinan Pengolahan Limbah Lengkap
8.000 PPPK Kota Bekasi Tuntaskan Orientasi, Tri Adhianto Tekankan Kualitas Pelayanan
APINDO Cirebon Ingatkan Polemik PT Yihong Novatex Jangan Digiring Jadi Opini
Demi Keselamatan Siswa, Akses SMAN 20 Bekasi Dibongkar dan Diperlebar 8 Meter
HUT ke-105, RSD Gunung Jati Perkuat Layanan Rujukan
OTT Rektor Jadi Alarm, Prof Sugianto Soroti Integritas dan Tata Kelola Kampus

Berita Terkait

Senin, 7 September 2026 - 16:35 WIB

Kota Bekasi Peringkat 6 Wilayah Terinovatif Indonesia

Senin, 7 September 2026 - 15:09 WIB

Komisi III DPRD Kabupaten Bekasi Panggil Fajar Paper, Pastikan Perizinan Pengolahan Limbah Lengkap

Rabu, 2 September 2026 - 22:44 WIB

8.000 PPPK Kota Bekasi Tuntaskan Orientasi, Tri Adhianto Tekankan Kualitas Pelayanan

Rabu, 2 September 2026 - 12:25 WIB

APINDO Cirebon Ingatkan Polemik PT Yihong Novatex Jangan Digiring Jadi Opini

Selasa, 1 September 2026 - 16:28 WIB

Demi Keselamatan Siswa, Akses SMAN 20 Bekasi Dibongkar dan Diperlebar 8 Meter

Berita Terbaru

Wali Kota Bekasi Tri Adhianto memberikan keterangan kepada awak media didampingi jajaran Pemerintah Kota Bekasi terkait capaian Kota Bekasi dalam Indeks Inovasi Daerah (IID) 2025, Senin (7/9/2026). Kota Bekasi menempati peringkat keenam nasional dengan skor 94,43.

Pemerintahan

Kota Bekasi Peringkat 6 Wilayah Terinovatif Indonesia

Senin, 7 Sep 2026 - 16:35 WIB