Keberadaan TKD Menuai Konflik

- Redaksi

Kamis, 21 Desember 2017 - 10:31 WIB

google preferred source facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

google preferred source icon facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

🎯 Promosikan Bisnis Anda di rakyatjabarnews.com
Hubungi Kami !

RakyatJabarNews.com, Bekasi – Keberadaan tanah kas desa (TKD) rawan menuai konflik. Pemerintah  Desa (Pemdes) Mangun Jaya mengecam sikap pengembang PT Griya Bangun Bersama (GBB) 
karena diduga sudah melakukan penggusuran dan pengurasakan tkd Mangun Jaya yang berada di Sriamur, Tambun Utara seluas 18 hektar. 

Bahkan, pihak Pemdes sudah mengirim surat tertulis kepada Dinas Pemberdayaan Masyarakat Desa (DPMPD) Kabupaten Bekasi yang tertuang dalam nomor 140/95/XII/2017, perihal “Penggusuran dan pengrusakan TKD Mangun Jaya di Sriamur, Tambun Utara”.

Dikonfirmasi melalui telepon genggam, Kepala Desa Mangun Jaya,  Idi Rohidi mengakui hal itu. Pengrusakan itu terjadi pada tanggal (6/12), yang diduga dilakukan GGB sebagai pemohon ruislag (tukar guling, red), padahal lahan penggantian ruislag itu belum ada kepastian baik secara fisik maupun legalitas hukum. 

“Iya, saya sudah laporkan hal ini kepada Bupati,  Gubernur untuk dipending dulu proses ruislag sampe ada kejelasan soal pengganti lahan.  Kemarin dari DPMD sudah janjikan minggu ini akan memanggil pihak terkait.  Karena TKD itu kan memang aset Pemerintah Daerah.  Desa hanya mengelola,”Kata Idi.

Awal kasus ini ketika tahun 2010 dikepimpinan Kepala Desa terdahulu, Abu Hasan.  Mengabulkan proses ruislag GBB namun hingga kepimpinan Idi lahan pengganti itu belum jelas keberadaanya. 

Baca Juga :  Jokowi: Guru Adalah Profesi yang Penting

“Saya sudah ada telusuri dan bentuk tim ketika awal kepimpinan saya di tahun 2014. Katanya lahan penggantian ada di Kecamatan Sukakarya namun kita kroscek baik bentuk fisik maupun dokumen itu tidak ada,”paparnya. 

Idi mengaku sudah berupaya mendatangi pihak GBB namun tidak menemukan jawab pasti soal lahan pengganti, “Semua kita sudah tempuh,  bahkan ke GBB namun jawabannya bertele-tele tidak ada kepastian,” tuturnya. 

Sebelumnya pada tahun 2015, Kata Idi sudah meminta pengamanan aset TKD kepada pihak terkait dan kepolisian, bahkan juga sudah memasang plang status kepemilikan TKD, “Kita pasang plang, sambil menunggu lahan pengganti,”katanya. 

Baca Juga :  Tri Adhianto Himbau ASN Lebih Tingkatkan Kualitas Ibadah

Pihaknya menyanyangkan sikap GBB yang terkesan tutup mata terkait penggantian lahan.  Ia meminta untuk Pemerintah menunda proses perijinan hingga proses ruislag selesai, “Saya ingim penggantian TKD itu clear n clean,” tuturnya. 

Meski masih menuai permasalahan, pihak GBB diduga sudah mengeluarkan alat-alat barat untuk menggarap lahan tkd Mangun Jaya itu,”Sampai saat ini warga Mangun Jaya belum sama sekali merasakan manfaat dari TKD itu. Jangankan satu karung beras, satu liter juga enggak. Kami tidak permasalahkan proses pembangunan.  Kami hanya ingin ada kejelasan terkait proses penggantian lahan,” tegasnya.(RJN)

Follow WhatsApp Channel rakyatjabarnews.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Demi Keselamatan Siswa, Akses SMAN 20 Bekasi Dibongkar dan Diperlebar 8 Meter
Rp4,5 Miliar Jadi Sorotan, Kasus Korupsi Tirta Bhagasasi Segera Meja Hijau
Bukan Perkara Pidana, Datun Kejari Kabupaten Bekasi Justru Pulihkan Rp4 Miliar Lebih
Kejari Bekasi Selamatkan Rp40,1 Miliar Uang Negara, 739 Perkara Ditangani
Wayang Ajen Meriahkan Pembukaan PNBK Jilid III di Plaza Patriot Bekasi
DLH Kota Bekasi Susur Kali Bekasi, Tak Temukan Pipa Limbah Industri
Pemkot Bekasi Perketat Pengawasan MBG, 249 SPPG Jadi Perhatian
Semarak HUT Bekasi dan RI, Cibitung Dorong Warga Makin Gemar Berolahraga
Tag :

Berita Terkait

Selasa, 1 September 2026 - 16:28 WIB

Demi Keselamatan Siswa, Akses SMAN 20 Bekasi Dibongkar dan Diperlebar 8 Meter

Senin, 31 Agustus 2026 - 18:15 WIB

Rp4,5 Miliar Jadi Sorotan, Kasus Korupsi Tirta Bhagasasi Segera Meja Hijau

Senin, 31 Agustus 2026 - 13:00 WIB

Kejari Bekasi Selamatkan Rp40,1 Miliar Uang Negara, 739 Perkara Ditangani

Sabtu, 29 Agustus 2026 - 20:21 WIB

Wayang Ajen Meriahkan Pembukaan PNBK Jilid III di Plaza Patriot Bekasi

Jumat, 28 Agustus 2026 - 13:16 WIB

DLH Kota Bekasi Susur Kali Bekasi, Tak Temukan Pipa Limbah Industri

Berita Terbaru

RSD Gunung Jati Kota Cirebon genap berusia 105 tahun. Wali Kota Effendi Edo mendorong penguatan layanan dan transformasi rumah sakit sebagai rujukan utama Ciayumajakuning.

Cirebon

HUT ke-105, RSD Gunung Jati Perkuat Layanan Rujukan

Selasa, 1 Sep 2026 - 06:44 WIB