Pelayanan Umum di Kecamatan Lemahabang Tersendat Akibat Server Bermasalah

- Redaksi

Rabu, 22 November 2017 - 18:11 WIB

google preferred source facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

google preferred source icon facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

🎯 Promosikan Bisnis Anda di rakyatjabarnews.com
Hubungi Kami !

RakyatJabarNews.com, Cirebon – Pelayanan Umum di kantor Kecamatan Lemahabang tersendat dari hari Senin (20/11) akibat dari masalah kerusakan BTS Server milik Kementerian Dalam Negeri yang berlokasi di bilangan Kedawung. Akhirnya, kantor Pelayanan Umum pun lengang dari masyarakat yang biasanya mengantri untuk pembuatan Kartu Tanda Penduduk (KTP) maupun Kartu Keluarga (KK).

Ketika hendak ditemui, Haerudin selaku Kasi Yan Um sedang tidak ada di tempat dan diterima oleh Yudi Andriana selaku Staf Pelayanan Umum. Dirinya mengatakan jika sudah 3 hari ini pelayanan di ruangnya tidak bisa berjalan. Perekaman data kepada masyarakat di Kecamatan Lemahabang pun terhenti akibat dari rusaknya BTS di daerah Kedawung. Bahkan akibat kerusakan ini bukan hanya Lemahabang saja, namun mulai dari Mundu, Astanajapura, Sedong, dan Karang Sembung pun tidak bisa melayani pembuatan KTP dan KK.

Baca Juga :  BUMDes Mangun Jaya Raup Keuntungan Hingga 14 Juta

“Dari hari Senin kami tidak bisa melayani perekaman data, baik KTP maupun KK dikarenakan oleh rusaknya BTS server yang berlokasi di wilayah Kedawung sehingga pelayanan pada masyarakat tersendat,” jelasnya saat ditemui awak media, Rabu (22/11).

Ditambahkan Yudi, untuk masyarakat yang sifatnya darurat, pihak Pelayanan Umum memberikan Surat Pengantar ke Disdukcapil karena perekaman data di Sumber masih bisa dilayani.

“Akan tetapi untuk yang sifatnya harus segera, maka kami memberikan surat pengantar untuk mengurus sendiri Ke Dinas Pencatatan Sipil di Sumber,” tuturnya.

Baca Juga :  Bupati Bekasi Sampaikan Tiga Poin Ini

Masih menurut Yudi, selama tiga hari ini otomatis kantor pelayanan sepi karena masyarakat pulang lagi atau yang darurat dapat surat pengantar unyuk mengurus ke dinas sendiri.

“Bisa terlihat kantor sepi. Kalaupun ada masyarakat yang darurat, kami beri surat pengantar untuk diurus sendiri,” pungkasnya.(Juf/RJN)

Follow WhatsApp Channel rakyatjabarnews.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Bapenda Kantongi Rp2,22 Triliun, Iwan Ridwan Optimistis Target Pajak 2026 Tercapai
Ground Breaking PSEL Dimulai, Tri Adhianto Ingin Bantargebang Jadi Kawasan Industri Hijau
Ground Breaking PSEL Bantargebang Dimulai, Tri Adhianto Targetkan Operasi 18 Bulan
Pemkab Bekasi Dorong Museum KH. Noer Ali, Jadi Pusat Edukasi Sejarah
Harris Bobihoe Sidak SDN 05 Rusak Puting Beliung
1.902 Warga Muktiwari Terima Beras 30 Kg per KK, Kades Bahrudin: Bantu Ringankan Beban Keluarga
Tri Adhianto Ajak Warga Bekasi Perkuat Solidaritas untuk Korban Bencana NTT
Naik Panzer Anoa Gratis! Pameran Alutsista TNI Bikin Anak-anak Antusias di Bekasi
Tag :

Berita Terkait

Kamis, 27 Agustus 2026 - 07:45 WIB

Bapenda Kantongi Rp2,22 Triliun, Iwan Ridwan Optimistis Target Pajak 2026 Tercapai

Rabu, 26 Agustus 2026 - 16:36 WIB

Ground Breaking PSEL Dimulai, Tri Adhianto Ingin Bantargebang Jadi Kawasan Industri Hijau

Rabu, 26 Agustus 2026 - 16:16 WIB

Ground Breaking PSEL Bantargebang Dimulai, Tri Adhianto Targetkan Operasi 18 Bulan

Selasa, 25 Agustus 2026 - 17:00 WIB

Pemkab Bekasi Dorong Museum KH. Noer Ali, Jadi Pusat Edukasi Sejarah

Senin, 24 Agustus 2026 - 13:16 WIB

1.902 Warga Muktiwari Terima Beras 30 Kg per KK, Kades Bahrudin: Bantu Ringankan Beban Keluarga

Berita Terbaru

Kerjasama Hubungi Kami