RakyatJabarNews.com, Cirebon-.Maraknya mobil truk bodong (Red.Tanpa Surat dan mati KIR nya) yang berkeliaran dijalanan Kabupaten Cirebon khususnya wilayah Beber membuat elemen masyarakat dari Ciperna dan Beber gerah dan melayangkan surat ke Pihak Muspika Beber agar di mediasi dengan Pengusaha Quarry dan Vendor penyedia Angkutan material di Mapolsek Beber, Rabu (8/8/2018).
Ditemui seusai rapat kordinasi, Kapolsek Beber, AKP. Soemedi menjelaskan jika rapat kordinasi ini menindaklanjuti keluhan dari masyarakat akan dampak dari kendaraan truk besar (Red. Tronton) maupun mobil dump truck pengangkut material tanah merah dan pasir yang kerap ugal ugalan dan tidak layak oprasional.
“Memperbaiki oprasional kendaraan pengangkut material dari lokasi tambang”
Masih menurut Soemedi hasil dari Rapat Kordinasi berhasil disepakati tentang 5 Hal yang akan di lakukan oleh pihak pengusaha Quarry dan Vendor angkutan material dalam melaksnakan usahanya.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
“Intinya pihak pengusaha menerima kesepakatan untuk memenuhi point point yang telah disepakati agar keamanan dalam berlalu lintas,”ujar dia.
Sedangkan menurut Kanit Dikyasa, Iptu Sugiharto mengatakan pihak pengusaha galian akan mengecek SIM dan STNK dari para pengemudi sebelum berangkat dari lokasi galian.
Masih menurut Sugiharto apabila supir melanggar ketentuan yang sudah disepakati maka akan diberi sangsi pemecatan pada sopir. Sehingga bila ditemukan pelanggaran dilapangan maka akan ditindak sesuai aturan.
Sedangkan menurut salah seorang Tokoh masyarakat setempat, Buye 50 Tahun bahwa armada yang kerap kali ugal ugalan yaitu armada AMA, Borneo, BBSP yang sering kali ngebut di jalan raya beber.
Sedangkan menurut, Heri Suhardi yang mewakili salah satu Lembaga Masyarakat mengatakan jika saja setiap intansi mau dari awal bersinergi maka kecelakaan lalin yang diakibtakan oleh truck yang tak layak oprasional maka bisa di eliminir.
Sedangkan menurut perwakilan dari Pengusaha (PT.NKE), Rahwan mengatakan jika hasil pertemuan ini akan di implementasikan segera di Perusahaannya dengan mengecek semua kendaraan di lokasi kami.
“Hasil rapat ini positive, masyarakat memberikan masukan dan memberikan monitoring sehingga kami di perusahaan akan melakukan pengawasan internal,”ungkapnya.(ymd/RJN)









