Gunung Kuda Murka, Dedi Mulyadi: Tambang Tanpa Etika adalah Kejahatan

- Redaksi

Jumat, 30 Mei 2025 - 16:09 WIB

google preferred source facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

google preferred source icon facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

🎯 Promosikan Bisnis Anda di rakyatjabarnews.com
Hubungi Kami !

Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi.

i

Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi.

Cirebon – Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi, angkat bicara terkait tragedi longsor tambang pasir di kawasan Gunung Kuda, Desa Cipanas, Kecamatan Dukupuntang, Kabupaten Cirebon, yang menewaskan 14 orang pada Jumat (30/5/2025).

Ia menyampaikan keprihatinan mendalam sekaligus kritik tajam terhadap praktik penambangan yang mengabaikan keselamatan lingkungan dan nyawa manusia.

“Saya sedih dan marah. Ini bukan sekadar longsor. Ini tragedi kemanusiaan yang lahir dari kerakusan dan pembiaran. Kalau tambang dilakukan di tempat yang sudah jelas masuk zona merah longsor, berarti kita sedang menggali kuburan buat rakyat kecil.”

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Dedi menyoroti lemahnya pengawasan dan minimnya tanggung jawab moral para pelaku tambang serta pemerintah daerah.

“Kita ini sering kali pura-pura tidak tahu. Peta zona rawan longsor sudah ada, kajian geologi sudah jelas, tapi izin tetap keluar, alat berat tetap bekerja, dan rakyat tetap dijadikan tumbal.”

Mantan Bupati Purwakarta ini juga menekankan pentingnya pendekatan budaya dan kearifan lokal dalam menjaga alam.

“Gunung itu bukan hanya batu dan tanah. Bagi orang Sunda, gunung adalah pasawahan, perlindungan, tempat sakral. Ketika gunung kita bor, digerogoti tanpa etika, alam akan murka. Dan yang pertama jadi korban adalah rakyat kecil yang kerja demi sesuap nasi.”

Di akhir pernyataannya, Dedi meminta pemerintah bertindak cepat dan tegas.

“Stop tambang di zona rawan! Jangan tunggu korban berikutnya. Segera evaluasi seluruh izin tambang di Cirebon dan daerah lain. Nyawa rakyat lebih berharga dari truk dan eskavator!” (*)

Baca Juga :  Pendidikan: 5 Alasan Mahasiswa Mencuri Perhatian dalam Aksi 'Indonesia Gelap'
Follow WhatsApp Channel rakyatjabarnews.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

18 Pemegang Saham Pendiri Tolak RUPSLB PT RSB, Persoalkan Legalitas Pengangkatan Direksi-Komisaris
APINDO Cirebon Ingatkan Polemik PT Yihong Novatex Jangan Digiring Jadi Opini
HUT ke-105, RSD Gunung Jati Perkuat Layanan Rujukan
OTT Rektor Jadi Alarm, Prof Sugianto Soroti Integritas dan Tata Kelola Kampus
KPU Kabupaten Cirebon Tetapkan 1,84 Juta Pemilih, Partisipasi Masyarakat Jadi Kunci Akurasi Data
JTT Tanam 300 Pohon di Tol Trans Jawa, Dorong Infrastruktur Hijau dan Berkelanjutan
Jasa Marga Gelar Tinjauan Keselamatan Terpadu di Tol Palikanci, Begini Hasilnya!
Tragedi Gunung Kuda! Jasamarga Kerahkan Derek Raksasa Angkat Truk- truk Terkubur

Berita Terkait

Minggu, 20 September 2026 - 13:16 WIB

18 Pemegang Saham Pendiri Tolak RUPSLB PT RSB, Persoalkan Legalitas Pengangkatan Direksi-Komisaris

Rabu, 2 September 2026 - 12:25 WIB

APINDO Cirebon Ingatkan Polemik PT Yihong Novatex Jangan Digiring Jadi Opini

Selasa, 1 September 2026 - 06:44 WIB

HUT ke-105, RSD Gunung Jati Perkuat Layanan Rujukan

Selasa, 1 September 2026 - 06:34 WIB

OTT Rektor Jadi Alarm, Prof Sugianto Soroti Integritas dan Tata Kelola Kampus

Sabtu, 4 Juli 2026 - 11:55 WIB

KPU Kabupaten Cirebon Tetapkan 1,84 Juta Pemilih, Partisipasi Masyarakat Jadi Kunci Akurasi Data

Berita Terbaru