Dani Ramdan mengatakan, tema Jihad Santri Jayakan Negeri ini sesuai dengan sejarah Hari Santri berdasarkan pada Resolusi Jihad yang dicetuskan oleh KH Hasyim Asy’ari pada tahun 1945 yang merupakan pendiri organisasi Islam Nahdlatul Ulama (NU). Dimana pada saat itu menginstruksikan dan memerintahkan kepada umat islam untuk ikut mempertahankan kemerdekaan Republik Indonesia.
“Jihad hari ini adalah jihad untuk mengisi kemerdekaan dengan melawan kebodohan, kemiskinan, ketertinggalan dan itulah implementasi di Kabupaten Bekasi karena masih ada miskin ekstrem, stunting maupun pengangguran, bagaimana santri bisa ikut berperan mencari solusi sebagai refleksi dari tema hari santri tahun ini,” katanya.
Dani menuturkan, sejak Indonesia berdiri para santri turut andil dalam memperjuangkan, merebut dan mempertahankan kemerdekaan. Oleh karena itu Proklamasi Kemerdekaan tanggal 17 Agustus 1945, agar terus dipertahankan oleh para santri, ulama dan pondok pesantren sebagai hasil perjuangan para pendahulunya.
“Dengan dua keseimbangan ini tentu bagi para santri maupun pondok pesantren semakin termotivasi untuk berkontribusi dan mengapresiasi kehadiran pesantren, santri dan kiai sebagai bagian yang tidak terpisahkan dalam perjuangan bangsa Indonesia,” tandasnya.
Kepala Kantor Kementerian Agama Kabupaten Bekasi, Asnawi menyampaikan, pada peringatan Hari Santri Nasional tahun ini, pihaknya mengajak para santri untuk melihat ke belakang, dimana para santri terdahulu ikut berjihad untuk merebut dan mempertahankan kemerdekaan.
“Ya, sekarang sudah merdeka, jihad santrinya lebih kepada mengasah keintelektualan yang menjadikan dirinya agar berilmu untuk menata masa depan lebih baik lagi,” ujarnya
Asnawi mengatakan, para santri perlu mengetahui bahwa kontribusi dari para santri dan ulama sangat besar dalam merebut dan mempertahankan kemerdekaan Indonesia
Halaman : 1 2 3 Selanjutnya






















