Warung Miras Sepi, Tokoh Masyarakat ini Puji Kinerja Polsek Lemahabang

- Redaksi

Minggu, 6 Mei 2018 - 14:44 WIB

google preferred source facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

google preferred source icon facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

🎯 Promosikan Bisnis Anda di rakyatjabarnews.com
Hubungi Kami !

RakyatJabarNews.com, Cirebon – Paska digrebeknya home industri miras oplosan di Komplek BTN Sindanglaut Indah pada minggu lalu, warung-warung yang biasa menjajakan miras oplosan jenis ciu yang berlokasi di depan pintu masuk BTN Sindanglaut Indah, kini sepi dan tutup.

Menurut Drs. Solikin, salah seorang warga Desa Cipejeuh Wetan sekaligus Guru di SMK Negeri 1 Lemahabang, dirinya sangat berterima kasih kepada jajaran kepolisian yang telah berhasil membersihkan penyakit masyarakat di sekitar Cipejeuh Wetan, dalam hal ini miras oplosan jenis ciu.

Baca Juga :  Kontras Ciamis Keluhkan Pelayanan Disdukcapil Kabupaten Ciamis

“Alhamdulillah setelah ada penegakan hukum di wilayah kami, sekarang tidak ada lagi peredaran miras oplosan. Warung-warung depan komplek udah pada tutup. Terima kasih pada jajaran Polsek Lemahabang dan Polres Cirebon yang tegas menindak penyakit masyarakat,” jelasnya saat ditemui awak media di kediamannya, Minggu (6/5).

Ditambahkan Solikin, sebagai orang tua, dirinya sangat resah dengan generasi muda yang sangat rentan akan miras oplosan yang sempat beredar bebas dijual depan Komplek BTN Sindanglaut Indah.

“Sebelumnya kami sangat prihatin dengan peredaran miras yang begitu bebas dijual di warung warung depan Komplek BTN,” tuturnya.

Masih menurut Solikin, setiap hari menjelang memberikan pelajaran pada siswa, dirinya selalu memberikan masukan tentang miras dan narkoba yang menjadi jalan rusaknya generasi muda di era sekarang.

Baca Juga :  Kemacetan Kerap Terjadi di Bawah Jembatan Rel Kereta Sindanglaut

“Kami juga sebagai pendidik di Sekolah selalu memberikan pencerahan atau mengingatkan bahaya dari miras oplosan dan narkoba di era modern sekarang, setelah sempat diberitakan kasus yang menelan puluhan nyawa masyarakat di Jawa Barat,” pungkasnya.(Ymd/RJN)

Follow WhatsApp Channel rakyatjabarnews.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Parlemen Bayangan Soroti Lemahnya Pengawasan MBG Usai 400 Siswa Diduga Keracunan di Cirebon
Komunitas Honda Tembus 50.000 Anggota, Pesta Besar Digelar 7 November
Pokdarwis Kuya Asih Perkuat Promosi Digital Wisata Belawa
Babarik Kanci Bertahan di Era Modern, Tradisi Leluhur Satukan Warga Cirebon
Air Ciremai Jadi Sorotan, Aktivis Ingatkan Dampak Geotermal bagi Cirebon Timur
Bisri: Putusan MK Tegaskan Gibran Sah, Polemik Ijazah Dinilai Bermotif Politik
Geotermal Ciremai Ditolak, Hamzaiya Ingatkan Cirebon Timur Tak Abaikan Lingkungan
BBWS Cimancis Salurkan 15.000 Liter Air ke Sawah Terdampak Kekeringan di Cirebon

Berita Terkait

Sabtu, 24 Oktober 2026 - 12:00 WIB

Parlemen Bayangan Soroti Lemahnya Pengawasan MBG Usai 400 Siswa Diduga Keracunan di Cirebon

Sabtu, 24 Oktober 2026 - 09:18 WIB

Komunitas Honda Tembus 50.000 Anggota, Pesta Besar Digelar 7 November

Minggu, 18 Oktober 2026 - 18:14 WIB

Pokdarwis Kuya Asih Perkuat Promosi Digital Wisata Belawa

Sabtu, 17 Oktober 2026 - 15:28 WIB

Babarik Kanci Bertahan di Era Modern, Tradisi Leluhur Satukan Warga Cirebon

Jumat, 9 Oktober 2026 - 19:07 WIB

Air Ciremai Jadi Sorotan, Aktivis Ingatkan Dampak Geotermal bagi Cirebon Timur

Berita Terbaru