Warga Mundu Nekat Gantung Diri, Ini Kronologisnya

- Redaksi

Jumat, 2 Juli 2021 - 12:33 WIB

google preferred source facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

google preferred source icon facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

🎯 Promosikan Bisnis Anda di rakyatjabarnews.com
Hubungi Kami !

rakyatjabarnews.com, Cirebon – Warga Desa Penpen, Kecamatan Mundu, Kabupaten Cirebon, MG (73), mengakhiri hidupnya dengan cara gantung diri, Jumat (2/7). Diduga korban mengalami depresi hidup sendiri. Istrinya meninggal dunia setahun lalu.

Kapolres Cirebon Kota, AKBP Imron Ermawan, melalui Kapolsek Mundu, AKP Supai Warna, menjelaskan, korban pertama kali ditemukan keponakannya, Soliha (45), dalam keadaan tergantung tak bernyawa di plafon rumahnya.

Baca Juga :  Pj Bupati Bekasi Meninjau Lokasi Kebakaran Gedung Disdik

Saksi langsung meminta tolong dan memberitahu tetangganya. Perangkat desa setempat lalu melaporkan peristiwa gandir itu ke Polsek Mundu. Anggota Polsek Mundu dan Unit Identifikasi Polres Cirebon Kota pun bergerak cepat.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

“Setibanya di lokasi, korban telah meninggal dunia dengan posisi tergantung di tali tambang kuning di tiang plafon ruang belakang. Jenazah korban lalu dibawa ke RSD Gunung Jati untuk dilakukan visum luar,” jelas AKP Supai.

Baca Juga :  Bernuansa Hitam, MMKSI Hadirkan Produk Unggulan di Cibinong City Mall

Kasi Humas Polres Ciko, Iptu Ngatidja, menambahkan, dari pemeriksaan Unit Identifikasi, korban dipastikan meninggal dunia karena gantung diri. Pada tubuh korban juga tidak ditemukan tanda-tanda kekerasan.

Baca Juga :  Siswa SMK Dipanah Oleh Siswa Sekolah Lain

Sedangkan berdasarkan keterangan keponakan korban, korban ditinggal istrinya setahun silam. Selama itu, korban diurus oleh keponakannya.

“Diduga korban bunuh diri karena depresi. Dia hidup sendirian. Istrinya belum genap satu tahun meninggal dunia. Sementara, anaknya berada di Bandar Lampung. Korban ingin bertemu anaknya,” ungkap Iptu Ngatidja.

(ris)

Follow WhatsApp Channel rakyatjabarnews.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

16 Orang Diamankan, Polda Metro Jaya Bongkar Dua Lokasi Produksi Obat Keras Ilegal
Pokdarwis Kuya Asih Perkuat Promosi Digital Wisata Belawa
Babarik Kanci Bertahan di Era Modern, Tradisi Leluhur Satukan Warga Cirebon
Polri Gerebek Kampung Ambon dan Boncos, 24 Orang Diamankan
Air Ciremai Jadi Sorotan, Aktivis Ingatkan Dampak Geotermal bagi Cirebon Timur
Bisri: Putusan MK Tegaskan Gibran Sah, Polemik Ijazah Dinilai Bermotif Politik
Geotermal Ciremai Ditolak, Hamzaiya Ingatkan Cirebon Timur Tak Abaikan Lingkungan
BBWS Cimancis Salurkan 15.000 Liter Air ke Sawah Terdampak Kekeringan di Cirebon

Berita Terkait

Rabu, 21 Oktober 2026 - 21:41 WIB

16 Orang Diamankan, Polda Metro Jaya Bongkar Dua Lokasi Produksi Obat Keras Ilegal

Minggu, 18 Oktober 2026 - 18:14 WIB

Pokdarwis Kuya Asih Perkuat Promosi Digital Wisata Belawa

Sabtu, 17 Oktober 2026 - 15:28 WIB

Babarik Kanci Bertahan di Era Modern, Tradisi Leluhur Satukan Warga Cirebon

Sabtu, 10 Oktober 2026 - 05:57 WIB

Polri Gerebek Kampung Ambon dan Boncos, 24 Orang Diamankan

Jumat, 9 Oktober 2026 - 19:07 WIB

Air Ciremai Jadi Sorotan, Aktivis Ingatkan Dampak Geotermal bagi Cirebon Timur

Berita Terbaru

Wali Kota Bekasi Tri Adhianto mengikuti ekspos pembangunan manajemen talenta ASN bersama Badan Kepegawaian Negara (BKN) di Kantor BKN RI, Rabu (21/10/2026), sebagai upaya memperkuat profesionalisme dan kinerja aparatur di lingkungan Pemkot Bekasi.

Pemerintahan

Tri Adhianto Matangkan Manajemen Talenta ASN

Rabu, 21 Okt 2026 - 21:30 WIB