Warga Dua Desa Bersitegang Saat Gelar Arak-arakan Pesta Laut

- Redaksi

Selasa, 6 Agustus 2019 - 21:44 WIB

google preferred source facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

google preferred source icon facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

🎯 Promosikan Bisnis Anda di rakyatjabarnews.com
Hubungi Kami !

RJN, Cirebon– Dua warga desa di Kecamatan Mundu, Kabupaten Cirebon yakni Desa Citemu dan Waruduwur nyaris bentrok saat digelar arak-arakan pesta laut. Massa sempat bersitegang dan saling berhadap-hadapan, beruntung situasi yang memanas ini dapat didinginkan oleh Kuwu dan petugas yang berjaga.

Kericuhan ini diawali oleh arak-arakan larung saji pada pesta laut atau Nadran Desa Citemu yang dihadang oleh sekelompok massa dari Desa Waruduwur yang memasak arak-arakan tersebut tidak memasuki wilayah desanya.

Baca Juga :  Demi Keseimbangan Politik di Kuningan, PDIP Lobi Golkar dan PKB

Karena, beberapa waktu lalu arak-arakan Desa Waruduwur tidak boleh masuk wilayah Desa Citemu. Dan peraturan ini sudah disepakati antara kedua Desa tersebut.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Setelah kedua tokoh berembuk, maka arak-arakan Desa Citemu yang biasanya memutar ke jalan perbatasan dengan Desa Waruduwur mendadak diubah rutenya masuk ke jalan Balai Desa Citemu.

Baca Juga :  Relawan TIK Kota Cirebon Sukses Gelar Makrab

Perangkat Desa Waruduwur Lebe Udin mengatakan, peristiwa itu terjadi hanya karena kesalahpahaman, kedua Desa mendapat informasi yang keliru mengenai agenda kegiatan tradisi tersebut.

“Hanya kekeliruan informasi, warga mendengar kabar Desa Citemu melakukan penyerangan. Oleh karena itu, rombongannya di hadang,” katanya, Selasa (6/8/2019).

Namun, setelah kedua pihak diberi pengertian yang di mediasi oleh kepolisian dan kedua perangkat Desa, akhirnya dengan legawa masing-masing kelompok membubarkan diri dan melanjutkan kegiatan.

Baca Juga :  Bappeda Gelar Rapat Penyusunan Awal Renstra Kabupaten Bekasi 2023-2026

“Setelah di mediasi mereka saling memahami, dan arak-arakannya tetap berjalan normal,” ujarnya.

Sementara, Kuwi Desa Citemu Yusup Supriadi mengatakan, walaupun terjadi ketegangan arak-arakan pesta laut tetap berjalan hingga selesai.

Pihaknya tidak mempermasalahkan insiden tersebut, karena hal itu hanya kesalahpahaman saja. “Itu hanya miss komunikasi saja. Nadranan tetap berjalan, puncaknya hari Jumat nanti,” ungkapnya.

(gie/rjn)

Follow WhatsApp Channel rakyatjabarnews.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Pokdarwis Kuya Asih Perkuat Promosi Digital Wisata Belawa
Babarik Kanci Bertahan di Era Modern, Tradisi Leluhur Satukan Warga Cirebon
Air Ciremai Jadi Sorotan, Aktivis Ingatkan Dampak Geotermal bagi Cirebon Timur
Bisri: Putusan MK Tegaskan Gibran Sah, Polemik Ijazah Dinilai Bermotif Politik
Geotermal Ciremai Ditolak, Hamzaiya Ingatkan Cirebon Timur Tak Abaikan Lingkungan
BBWS Cimancis Salurkan 15.000 Liter Air ke Sawah Terdampak Kekeringan di Cirebon
Bukan di China, Gedung Bertulisan Mandarin Ini Berdiri di Bypass Cirebon
Pemkab Cirebon Bekali 100 Calon PMI, Tekankan Berangkat Lewat Jalur Resmi

Berita Terkait

Minggu, 18 Oktober 2026 - 18:14 WIB

Pokdarwis Kuya Asih Perkuat Promosi Digital Wisata Belawa

Sabtu, 17 Oktober 2026 - 15:28 WIB

Babarik Kanci Bertahan di Era Modern, Tradisi Leluhur Satukan Warga Cirebon

Jumat, 9 Oktober 2026 - 19:07 WIB

Air Ciremai Jadi Sorotan, Aktivis Ingatkan Dampak Geotermal bagi Cirebon Timur

Kamis, 8 Oktober 2026 - 14:30 WIB

Bisri: Putusan MK Tegaskan Gibran Sah, Polemik Ijazah Dinilai Bermotif Politik

Senin, 5 Oktober 2026 - 21:00 WIB

Geotermal Ciremai Ditolak, Hamzaiya Ingatkan Cirebon Timur Tak Abaikan Lingkungan

Berita Terbaru