Uu Ruzhanul Ulum Terima Audiensi, Bahas Rencana Pembangunan 1.000 Masjid di Jabar

- Redaksi

Selasa, 26 Januari 2021 - 19:12 WIB

google preferred source facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

google preferred source icon facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

🎯 Promosikan Bisnis Anda di rakyatjabarnews.com
Hubungi Kami !

RJN, Bandung – Wakil Gubernur (Wagub) Jawa Barat (Jabar) Uu Ruzhanul Ulum beraudiensi dengan Yayasan Assyafir Jinnat Anaem di Rumah Dinas Wakil Gubernur Jabar, Kota Bandung, pada Selasa (26/1/2021).

Dalam audiensi bersama yayasan yang bergerak di bidang sosial keumatan ini, Kang Uu dan pembina Yayasan Assyafir Jinnat Anaem, Habib Muhammad Abdullah Sulaeman Albaram asal Oman, membahas program yayasan untuk membangun 1.000 Masjid di Jabar.

“Beliau (Habib Muhammad Abdullah Sulaeman Albaram) merupakan pembina Yayasan Assyafir Jinnat Anaem yang bergerak ke negara-negara Muslim untuk membangun masjid,” kata Kang Uu.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

“Di Jabar, Yayasan Assyafir Jinnat Anaem berencana membangun 1.000 Masjid di atas tanah milik masyarakat yang membutuhkan,” tambahnya.

Kang Uu pun menyambut baik program tersebut. Menurutnya, pembangunan masjid-masjid secara masif dan merata di Jabar akan mengakselerasi visi Jabar Juara Lahir dan Batin, khususnya di bidang batin untuk meningkatkan keimanan dan ketakwaan.

Baca Juga :  Uu Ruzhanul: Kasih Sayang Keluarga Hal Utama bagi Lansia

Adapun, masjid-masjid yang dibangun oleh Yayasan Assyafir Jinnat Anaem rata-rata berukuran 24×18 meter dengan dua lantai untuk kapasitas 2.000 orang. Saat ini, yayasan tersebut sudah membangun sejumlah masjid antara lain di Kabupaten Bandung, Kab. Cianjur, Kota Cimahi, dan Kota Sukabumi.

Dengan silaturahmi antara pihak yayasan dan Pemerintah Daerah (Pemda) Provinsi Jabar ini, Kang Uu pun berharap kerja sama Pentahelix dengan skema Perjanjian Bangun Guna Serah (Build Operate Transfer/BOT) bisa terwujud.

“Saya mengucapkan terima kasih, pembangunan masjid mau bekerja sama dengan kami. Karena ada juga komunitas yang membangun masjid tidak berkoordinasi dengan pemerintah. Karena harapan kami, apalagi dana dari luar negeri, harus diketahui (pemda),” kata Kang Uu.

Baca Juga :  Komplotan Curanmor di Kuningan Dibekuk, Salah Satu Pelakunya Wanita

“Nanti sasaran pembangunan masjid ditentukan pemerintah provinsi. Jadi nanti bisa terkontrol dan sesuai dengan harapan kita tentang pembangunan yang ada di Jabar ini,” ujarnya.

Selain membangun 1.000 Masjid, Yayasan Assyafir Jinnat Anaem juga berencana membangun sumur bor dan minimarket untuk sejumlah pondok pesantren serta pelatihan Sumber Daya Manusia (SDM).

Sebelum ditindaklanjuti dengan pertemuan teknis bersama dinas terkait, Kang Uu menegaskan, dirinya akan lebih dulu melaporkan kunjungan Yayasan Assyafir Jinnat Anaem kepada Gubernur Jabar Ridwan Kamil.

“Kami lapor Pak Gubernur, kemudian meminta arahan Pak Gubernur apakah ditindaklanjuti secara teknis dari dinas terkait tentang hal ini (kerja sama dengan Yayasan Assyafir Jinnat Anaem),” tutur Kang Uu.

Baca Juga :  Pemkot Bekasi Ancam Menahan Tunjangan Transportasi Anggota DPRD

Sementara itu, Habib Muhammad Abdullah Sulaeman Albaram lewat penerjemah mengatakan, pihaknya mendirikan Yayasan Assyafir Jinnat Anaem bersama beberapa pengusaha asal Timur Tengah.

“Kami mengoordinir dana sosial sesuai program Habib Muhammad Sulaeman yang ingin membuat 1.000 masjid, 1.000 sumur bor, 1.000 filter air, dan 1.000 Islammart (minimarket),” ucap penerjemah.

“Harapannya, kalau di Jabar ada yang betul-betul membutuhkan pembangunan masjid hingga sumur bor, dia siap survei,” tambahnya.

Yayasan Assyafir Jinnat Anaem pun berharap bisa berkoordinasi dengan Pemda Provinsi Jabar untuk menentukan lokasi yang akan dibangun. “Intinya tujuan ke sini untuk (program) sosial,” katanya.

(ziz/rjn)

 

Follow WhatsApp Channel rakyatjabarnews.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Semarak HUT Bekasi dan RI, Cibitung Dorong Warga Makin Gemar Berolahraga
IPL TPA Burangkeng Belum Beroperasi, Proyek Rp10,8 Miliar Kini Dipantau Inspektorat
1.800 Ton Sampah Menumpuk Tiap Hari, Zulhas Ungkap PR Besar Kota Bekasi
Bapenda Kantongi Rp2,22 Triliun, Iwan Ridwan Optimistis Target Pajak 2026 Tercapai
Ground Breaking PSEL Dimulai, Tri Adhianto Ingin Bantargebang Jadi Kawasan Industri Hijau
Ground Breaking PSEL Bantargebang Dimulai, Tri Adhianto Targetkan Operasi 18 Bulan
Pemkab Bekasi Dorong Museum KH. Noer Ali, Jadi Pusat Edukasi Sejarah
Harris Bobihoe Sidak SDN 05 Rusak Puting Beliung

Berita Terkait

Jumat, 28 Agustus 2026 - 11:41 WIB

Semarak HUT Bekasi dan RI, Cibitung Dorong Warga Makin Gemar Berolahraga

Kamis, 27 Agustus 2026 - 19:02 WIB

1.800 Ton Sampah Menumpuk Tiap Hari, Zulhas Ungkap PR Besar Kota Bekasi

Kamis, 27 Agustus 2026 - 07:45 WIB

Bapenda Kantongi Rp2,22 Triliun, Iwan Ridwan Optimistis Target Pajak 2026 Tercapai

Rabu, 26 Agustus 2026 - 16:36 WIB

Ground Breaking PSEL Dimulai, Tri Adhianto Ingin Bantargebang Jadi Kawasan Industri Hijau

Rabu, 26 Agustus 2026 - 16:16 WIB

Ground Breaking PSEL Bantargebang Dimulai, Tri Adhianto Targetkan Operasi 18 Bulan

Berita Terbaru

Kerjasama Hubungi Kami