Terus Nyapa Pedesaan, Uu Dongkrak Popularitas Berkunjung Ke Warga

- Redaksi

Senin, 21 Mei 2018 - 11:24 WIB

google preferred source facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

google preferred source icon facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

🎯 Promosikan Bisnis Anda di rakyatjabarnews.com
Hubungi Kami !

RakyatJabarNews.com, Bandung – Calon wakil gubernur Jawa Barat nomor urut 1 Uu Ruzhanul Ulum berupaya mendongkrak popularitasnya di Pilkada Jawa Barat 2018.

Caranya, dengan cara terus menyapa masyarakat khususnya di pedesaan. Dia menilai cara seperti ini bakal mampu lebih mendekatkan dirinya dengan masyarakat.

Uu menjelaskan, setiap pemimpin harus sering turun ke masyarakat agar memahami betul keinginan dan permasalahan yang dirasakan warganya.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

“Menurut kami, pemimpin harus sering turun ke bawah, ke daerah. Berkomunikasi langsung dengan masyarakat,” kata Uu melalui ponselnya, Minggu (20/5/2018).

Uu menambahkan, masyarakat di pedesaan harus mendapatkan perhatian yang sama dari pemerintah.

Bahkan, bukan tidak mungkin jika persoalan yang dialami warga desa jauh lebih banyak dibanding perkotaan.

“Masyarakat membutuhkan kebijakan yang pro kepada mereka, butuh perhatian dari pemimpinnya. Kalau tidak turun, pemimpin tidak tahu apa-apa tentang persoalan warganya. Karena tahunya hanya menerima laporan yang bagus-bagus saja,” jelasnya.

Baca Juga :  Rekomendasi Ketua DPRD Kuningan Masih Belum Jelas

Dengan sering turun ke masyarakat, dirinya lebih banyak tahu tentang potensi dan keinginan masyarakat.

Sebagai contoh, Minggu (20/5/2018), ia berkunjung ke kawasan wisata religi Darmaloka di Kabupaten Kuningan. Dalam kegiatannya itu, terungkap potensi dan permasalahan di daerah tersebut.

Di lokasi itu terdapat bekas kediaman Syekh Abdul Muhyi, ulama besar Jabar pada abad 17-an. Meski banyak dikunjungi para peziarah, tempat tersebut tidak dirawat dengan baik.

“Kelihatannya dari dulu sampai sekarang begini-begini saja. Sejak kecil saya suka main ke sini,” akunya.

Padahal, sambung Uu, lokasi tersebut akan mendatangkan potensi yang besar jika dikelola dengan baik.

Baca Juga :  Maison Teraskita Bandung Hadirkan Promo Lunchy Box

“Katanya ini dimiliki provinsi. Artinya perlu sentuhan-sentuhan pemerintah. Saya bersama Kang Emil akan menata tempat ini kalau nanti terpilih,” bebernya.

Dari hasil kunjungannya pula, Uu mengetahui persoalan perajin tahu dan tempe setempat. Kebanyakan dari mereka tercekik oleh tingginya harga kedelai, bahan baku utama tahu dan tempe.

Baca juga: Pengamat: Kurang Pas Bawa Kaus 2019 Ganti Presiden Saat Debat, Bisa Memprovokasi…

Uu menilai, tingginya bahan baku terjadi karena mereka menggunakan kedelai impor dari Amerika sehingga terkena imbas naiknya nilai tukar dollar terhadap rupiah.

“Barusan juga saya bertemu pengusaha tempe dan tahu. Mereka mengeluhkan harga kedelai yang tinggi, tapi harga tempe dan tahunya segitu-gitu saja,” katanya.

Karena itu, jika ia bersama Ridwan Kamil dipercaya memimpin Jawa Barat, akan melakukan pemetaan terhadap lahan pertanian yang ada.

Baca Juga :  Jika Tak Ada Calon, DPP Nasdem Rekomendasikan Petahana

“Solusinya pertanian. Harus menanam sendiri, jangan mengandalkan impor,” bebernya.

Saat menjabat Bupati Tasikmalaya sejak 2010 hingga kini, Uu mengklaim dirinya selalu menginstruksikan pemanfaatan sawah tadah hujan untuk ditanami kedelai.

“Di saat tidak ada hujan, sawah kering. Di saat itulah ditanam kedelai. Di Kabupaten Tasikmalaya itu sudah dilakukan dengan menggandeng TNI,” beber dia.

Nantinya, pemerintah provinsi bisa meminta pemerintah kabupaten/kota menginventarisasi sawah tadah hujan untuk digunakan sebagai lahan pertanian kedelai.

“Begitupun dengan komoditas pertanian lainnya. Artinya harus ada perhatian dan peran yang besar dari pemerintah. Seorang pemimpin harus memiliki pengalaman yang baik agar kebijakan yang diambilnya tepat,” pungkasnya.(red/RJN)

Follow WhatsApp Channel rakyatjabarnews.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Vonis Ade Kuswara Ditunda, Sidang Perkara Korupsi Digelar 14 September
PSI Cirebon Percepat Konsolidasi, Struktur Organisasi Ditargetkan Rampung hingga Desa
GIIAS Bandung 2026 Hadirkan 19 Merek, Ada 5 Merek Baru
Otomotif di Jabar Tertinggi Nasional, GIIAS Bandung 2026 Resmi Digelar
Demokrat Bekasi Turun ke Lapangan, Lomba Rakyat Meriahkan HUT RI
Persib Hajar Sabah FC 3-0, Umpan Notsuda Bikin Gol Ini Jadi Sorotan
Adira Expo Bandung 2026 Hadirkan Promo Kredit Mobil dan Motor Spesial HUT RI, Ini Daftar Keuntungannya
dr. Ferry Parluhutan Sirait Resmi Dilantik Jadi Anggota DPRD Kabupaten Bekasi, Tempati Komisi IV

Berita Terkait

Senin, 7 September 2026 - 20:22 WIB

Vonis Ade Kuswara Ditunda, Sidang Perkara Korupsi Digelar 14 September

Senin, 7 September 2026 - 16:53 WIB

PSI Cirebon Percepat Konsolidasi, Struktur Organisasi Ditargetkan Rampung hingga Desa

Minggu, 6 September 2026 - 15:26 WIB

GIIAS Bandung 2026 Hadirkan 19 Merek, Ada 5 Merek Baru

Kamis, 3 September 2026 - 06:05 WIB

Otomotif di Jabar Tertinggi Nasional, GIIAS Bandung 2026 Resmi Digelar

Selasa, 25 Agustus 2026 - 05:36 WIB

Demokrat Bekasi Turun ke Lapangan, Lomba Rakyat Meriahkan HUT RI

Berita Terbaru

Wali Kota Bekasi Tri Adhianto memberikan keterangan kepada awak media didampingi jajaran Pemerintah Kota Bekasi terkait capaian Kota Bekasi dalam Indeks Inovasi Daerah (IID) 2025, Senin (7/9/2026). Kota Bekasi menempati peringkat keenam nasional dengan skor 94,43.

Pemerintahan

Kota Bekasi Peringkat 6 Wilayah Terinovatif Indonesia

Senin, 7 Sep 2026 - 16:35 WIB