dr. Farid Kurniawan, SpPD, PhD dari Divisi Endokrin, Metabolik dan Diabetes Departemen Penyakit Dalam RSCM-FKUI mengatakan, “Diperkirakan saat ini lebih dari 500 juta orang berusia 20-79 tahun menderita diabetes, di mana angka ini diprediksi akan terus naik hingga mencapai 643 juta di tahun 2030. Indonesia sendiri masuk dalam peringkat ketiga terbanyak untuk jumlah penderita diabetes yang tidak terdiagnosis, karena diketahui sekitar 3 dari 4 diabetesi tidak menyadari kalau dirinya mengidap diabetes. Ironisnya lagi, sekitar 90% kasus diabetes merupakan kasus diabetes tipe 2[1] yang banyak disebabkan oleh gaya hidup tidak sehat, baik karena kurang aktivitas fisik atau pola makan tidak sehat seperti mengonsumsi berbagai makanan dan minuman yang tinggi kalori dengan jumlah yang tidak dikontrol.“
“Makanan yang tinggi gula dan lemak cenderung tinggi kalori sehingga penting dibatasi sebagai bagian dari pola makan sehat untuk menjaga berat badan dan menekan risiko berbagai penyakit kronis. Lemak memiliki kalori yang dua kali lebih banyak dibandingkan protein dan karbohidrat sehingga konsumsi lemak yang tidak dibatasi dengan baik rentan menyebabkan asupan kalori berlebih dan penambahan berat badan. Mengonsumsi minuman tinggi gula sebanyak 1-2 saji per hari ternyata berkaitan dengan peningkatan risiko diabetes hingga 26%. Selain itu, bagi orang Indonesia, gorengan menjadi makanan yang wajib selalu ada di atas meja makan, padahal konsumsi gorengan yang tinggi lemak tersebut mampu meningkatkan risiko diabetes, di mana mereka yang mengonsumsi gorengan ≥7 kali per minggu memiliki risiko diabetes hingga 55% lebih tinggi daripada mereka yang mengonsumsi gorengan <1 kali per minggu[2]. Kabar baiknya, sebuah penelitian yang dipublikasikan pada Diabetes Care menunjukkan bahwa risiko diabetes bisa menurun hingga 16% untuk penurunan setiap 1 kg berat badan[3]. Penurunan berat badan dapat dilakukan dengan mengurangi asupan kalori harian dari makanan dan minuman yang dikonsumsi, serta meningkatkan pembakaran kalori dengan rutin berolahraga dan memperbanyak aktivitas fisik. Disarankan untuk menurunkan berat badan secara bertahap dengan pola hidup sehat agar dapat dipertahankan dalam jangka waktu panjang,” tambah dr Farid.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
Halaman : 1 2 3 4 Selanjutnya





















