“Tidak hanya digunakan oleh petugas Jasa Marga, informasi rekayasa lalu lintas dan kondisi lalu lintas terkini di Jalan Tol Jasa Marga Group tersebut juga dapat diakses langsung oleh pengguna jalan yang membantu mereka dalam merencanakan perjalanan. Pengguna jalan dapat mengakses informasi tersebut melalui aplikasi Travoy yang memiliki fitur CCTV Real Time, Tarif Tol, Cetak Struk Digital, Travoy Journey hingga event lalu lintas yang dilengkapi dengan push notification,” tambahnya.
Peningkatan layanan teknologi yang digunakan dapat menghasilkan data dan informasi yang kemudian dianalisa oleh sejumlah Expert Talent di Jasa Marga. Data ini dimanfaatkan secara optimal oleh para Pemangku Kepentingan selaku pengambil keputusan terutama dalam melakukan rekayasa lalu lintas untuk mengoptimalkan kapasitas jalan tol untuk menghindari penumpukan kendaraan.
Untuk memantau volume lalu lintas serta kapasitas maksimal yang dapat ditampung oleh jalan tol yang digunakan untuk pengambilan keputusan pelaksanaan rekayasa lalu lintas, Jasa Marga menggunakan teknologi traffic counting berbasis Microwave dan CCTV
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
Analytic berbasis Artificial Intelligence (AI).
Jasa Marga juga memasang traffic counting sejumlah 159 unit di Jabodetabek, Transjawa serta rest area untuk meningkatkan kecepatan dan akurasi pengambilan keputusan rekayasa lalu lintas. Selain itu, Jasa Marga juga telah menambah titik pemantauan kecepatan berbasis satelit pada jalur arteri Jakarta-Malang dan Bali sejumlah 195 titik sebagai pertimbangan kebijakan rekayasa lalu lintas. Sedangkan di Jalan Tol JakartaCikampek Jasa Marga juga telah mengoperasikan Lane Control Signal (LCS) sebanyak 5 titik untuk pengaturan lajur Contraflow dalam mengoptimalkan okupansi lajur Contraflow.
“Kami juga telah melakukan koordinasi sehingga selama periode pelayanan arus mudik dan balik Hari Raya Idul Fitri 1445 H/Tahun 2024 ini, layanan One Call Center Jasa Marga di nomor 14080 dapat digunakan untuk melayani seluruh ruas jalan tol di Indonesia khususnya dalam penanganan keluhan maupun kondisi darurat di jalan tol. Tidak hentihentinya kami juga kembali mengimbau dan memohon kerja sama dari seluruh pengguna jalan untuk tidak melakukan perjalanan di waktu yang diprediksi menjadi puncak arus mudik dan arus balik untuk perjalanan mudik yang lebih nyaman. Bagi pengguna jalan yang memiliki kelonggaran waktu, kami juga mengimbau agar dapat mudik lebih awal serta pulang lebih akhir,” tutup Fitri.
Halaman : 1 2 3 4 5 Selanjutnya





















